TIPS mix and match outfit bukber ala Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar yang bisa diterapkan dalam berbagai suasana.
Acara buka puasa bersama (bukber) sering kali menjadi momen untuk berkumpul sekaligus tampil rapi. Namun, memilih outfit bukber tidak melulu harus rumit atau seragam.
Menurut Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar, kunci mix and match justru terletak pada konteks acara, rasa percaya diri, dan kenyamanan pribadi.
Baca juga: Outfit Bernuansa Athleiure bisa Untuk Gaya Berpakaian ke Kantor
Empat Tips Mix and Match Outfit Bukber ala Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar
Berikut tips mix and match outfit bukber ala Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar:
Utamakan rasa percaya diri
Selain konteks acara, Shireen menyebut rasa percaya diri sebagai faktor utama dalam mix and match. Menurut Shireen, tidak ada aturan mutlak soal warna atau gaya selama pemakainya merasa nyaman.
Balik lagi, kalau untuk mix and match itu tergantung percaya dirinya masing-masing dari pemilihan warna.
Setiap orang memiliki warna yang membuatnya merasa lebih percaya diri. Ada yang nyaman tampil dengan warna-warna tegas, ada pula yang lebih merasa dirinya sendiri saat mengenakan palet netral.
Selama pilihan tersebut memberi rasa nyaman dan keyakinan, gaya apa pun sah dikenakan untuk acara bukber.
Sesuaikan dengan gaya personal
Shireen menekankan bahwa mix and match sebaiknya berangkat dari gaya personal masing-masing. Menurutnya, berpakaian bukan soal dinilai bagus atau tidak, melainkan tentang bagaimana potongan dan padanan busana bekerja untuk tubuh dan kenyamanan pemakainya.
Ia menilai preferensi fesyen bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari mood hingga karakter. Maka dari itu, memahami gaya personal akan memudahkan seseorang menentukan padanan busana yang tepat.
Seseorang yang nyaman dengan siluet feminin, misalnya, bisa memilih potongan yang lembut dan jatuh. Sementara mereka yang cenderung edgy atau minimalis dapat bermain pada struktur potongan atau pilihan warna.
Sesuaikan dengan konteks acara
Shireen menekankan bahwa pemilihan outfit sebaiknya selalu melihat konteks acara. Lokasi, waktu, hingga tingkat formal acara akan memengaruhi gaya berpakaian yang tepat.
Bisa disesuaikan dengan tema acaranya, lokasinya, apakah resmi atau tidak. Itu semuanya memengaruhi outfit.
Bukber formal di restoran hotel, misalnya, akan terasa lebih pas dengan busana bernuansa rapi dan tertata, seperti dress panjang atau set atasan dan bawahan dengan warna senada.
Sementara itu, buka bersama dengan teman dekat di kafe atau rumah bisa diimbangi dengan tampilan yang lebih santai dan tidak terlalu formal, dengan potongan yang memberi keleluasaan bergerak dan tetap nyaman dikenakan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pilih busana yang fleksibel
Di sisi lain, Zaskia melihat fleksibilitas sebagai kunci mix and match yang praktis, terutama untuk aktivitas Ramadan yang padat.
Menurut Zaskia, item busana yang bisa dipadupadankan memudahkan satu outfit digunakan dalam berbagai suasana.
Item-itemnya bisa di-mix and match. Jadi bisa dipakai lebih kasual atau lebih rapi. Satu set busana juga dapat diolah kembali dengan cara sederhana, seperti mengubah padanan bagian dalam atau menggantinya dengan atasan lain.
Dengan menyesuaikan inner dan outer, tampilan yang semula rapi bisa bergeser menjadi lebih kasual atau smart casual tanpa perlu berganti outfit sepenuhnya. [Din]


