• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 27 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Kisruh Gajah, Macan, dan Kijang di POP Kemendikbud

28/07/2020
in Editorial
78
SHARES
600
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Sejak Maret lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program POP atau Program Penggerak Pendidikan. Program ini melibatkan ormas pendidikan yang sejatinya untuk meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini. Ditargetkan, dalam dua tahun, POP bisa meningkatkan kompetensi 50 ribu guru, kepala sekolah, dan 5 ribu Paud/SD/SMP.

Ada tiga kriteria organisasi penggerak di POP ini. Yaitu, program Gajah, Macan, dan Kijang. Kriteria itu berdasarkan daya gerak organisasi untuk sejumlah guru dan sekolah. Anggarannya pun berbeda. Untuk Gajah senilai 20 milyar rupiah, Macan sebesar 5 milyar, dan Kijang 1 milyar.

Sejak Maret hingga April lalu, ormas pendidikan diminta untuk mendaftar dengan mengajukan proposal. Setelah melalui proses seleksi, Kemendikbud pun mengumumkan siapa saja yang lolos dan siapa yang tidak.

Untuk kriteria Gajah ada 28 ormas, kriteria Macan sebanyak 43 ormas, dan Kijang ada 112. Anggaran yang disediakan untuk program ini diperkirakan sebesar 595 milyar rupiah.

Kisruh mulai terjadi ketika tiga ormas besar pendidikan menyatakan mundur dari POP. Yaitu, Muhammadiyah, LP Maarif Nahdlatul Ulama, dan PGRI.

Dari kisruh inilah, sejumlah hal di POP ini akhirnya menjadi sorotan dan pertanyaan publik. Pertanyaan diawali dari kriteria panitia seleksi Kemendikbud soal siapa yang masuk kriteria Gajah, Macan, dan Kijang. Hal ini karena dari 28 organisasi yang masuk kriteria Gajah itu dikabarkan ada yang hanya sebagai lembaga bimbingan belajar. Itu pun kiprahnya setingkat kabupaten.

Melihat ini, wajar saja jika ormas pendidikan selevel Muhammadiyah, NU, dan PGRI merasakan keraguan terhadap POP ini. Sepertinya tiga ormas besar ini khawatir hanya dijadikan legitimasi dari sebuah program “siluman” yang boleh jadi hanya untuk mengejar target anggaran APBN.

Sorotan kedua yang diangkat sejumlah media adalah pada kalkulasi anggarannya. Total semua kriteria dengan sejumlah organisasi akan menghabiskan anggaran sebesar 887 milyar rupiah. Padahal total anggarannya hanya sebesar 595 milyar rupiah. Sederhananya, untuk kriteria Gajah saja dengan 28 ormas dan per ormasnya mendapat 20 milyar, berarti akan menghabiskan anggaran sebesar 560 milyar.

Aneh bin ajaib memang. Di tengah krisis pendidikan saat pandemi ini, di tengah anak-anak didik di daerah kedodoran soal alat dan sarana; masih sempat-sempatnya Kemendikbud menggolkan sebuah program yang sepertinya mengandung cacat kriteria peserta dan anggaran.

Sejumlah kalangan pun meminta agar program POP ini setidaknya ditunda, agar tidak terjadi salah kriteria dan anggaran. Jangan sampai, Kijang serupa Macan, dan Gajah dikira Kijang. (Mh)

 

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

University of Groningen Buka Beasiswa untuk Jenjang Master

Next Post

Dari Awan ke Jalanan, Pilot Malaysia Banting Setir Jadi Kurir Makanan

Next Post
Dari Awan ke Jalanan, Pilot Malaysia Banting Setir Jadi Kurir Makanan

Dari Awan ke Jalanan, Pilot Malaysia Banting Setir Jadi Kurir Makanan

Victoria University of Wellington Buka Beasiswa untuk Jenjang Master

Beasiswa Data Print untuk SD, SMP, SMA, dan Mahasiswa

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8271 shares
    Share 3308 Tweet 2068
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3714 shares
    Share 1486 Tweet 929
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2078 shares
    Share 831 Tweet 520
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11285 shares
    Share 4514 Tweet 2821
  • Kajian Ahad Pagi At-Tanwir PCM Batang Dihadiri Ratusan Jemaah, Kaji Perjuangan Muhammadiyah

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4238 shares
    Share 1695 Tweet 1060
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2210 shares
    Share 884 Tweet 553
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3317 shares
    Share 1327 Tweet 829
  • Menghina Allah dalam Hati

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga