• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 28 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Ketika Banjir Memaksa Kita Datang ke Masjid

02/01/2020
in Editorial
72
SHARES
554
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Tak seorang pun mungkin yang membayangkan bahwa seribu satu pesona yang terbayang di awal tahun baru tersapu bersih dengan banjir pada 1 Januari dini hari. Cerita duka pun menggantikan skenario suka cita. Semua tiba-tiba teringat Allah dan masjid.

Silakan manusia membuat rencana. Apa saja. Rencana ini dan itu. Liburan kesana dan kesitu. Mau bakar ini dan itu. Ingin pesta pora semalaman suntuk. Silakan saja. Tapi, rel kendalinya ada di genggaman Allah swt.

Betapa, mungkin selama ini kita merangkak perlahan menjauh dari naungan kasih sayangNya. Kita seperti ingin menunjukkan bahwa saya, sekitar kita, harus sama dengan apa yang ditayangkan televisi dari dunia nan jauh sana. Dunia yang tidak mengenal alam ruh, kecuali materi saja.

Tiba-tiba, kita pun telah berada di shaf lain dari kelompok manusia yang bukan kita sebenarnya. Kita tiba-tiba seperti di barisan orang-orang yang memuja dunia seperti anak kecil yang memuja coklat lezat yang baru ia rasakan.

Perlahan tapi pasti, fisik kita bergerak tanpa kendali ruh yang senantiasa dalam orbitNya. Kering. Gersang. Yang nikmat bagi kita adalah hanya yang kita lihat, makan, minum, dan sentuh. Bukan pancaran cahaya hati yang terpuaskan melalui lantunan zikir dan pengorbanan untuk sesama.

Puncak dari semua endapan serba materi itu adalah keengganan hati untuk dekat dengan Allah swt. Masjid adalah tempat di bumi ini yang paling jauh untuk kita tempuh.

Walaupun, azan kerap kali memanggil kita untuk menuju tempat paling mulia di muka bumi ini. Kenyataannya, azan tinggallah azan. Panggilan agung berlalu begitu saja seiring sapuan kesibukan serba materi yang mengungkung hati dan kepala kita.

Kalaupun kita menyambut panggilan itu, tak lebih hanya sekadar kesegeraan untuk berlepas dari beban yang menggelayut di pundak. Tak perlu mengunjungi masjid, di rumah pun bisa. Secepat mungkin, karena urusan lain sudah antri menanti.

Yang Maha Sayang, Yang Maha Cinta, takkan membiarkan hambaNya yang terus lari dari shaf yang sepatutnya ia berada. Kalau dengan cara halus mereka tak kunjung tersadar. Boleh jadi, cara lain yang terkesan tidak disukai, bisa memaksa para hamba Allah untuk kembali berkunjung ke rumahNya yang mulia.

Kemana lagi para hamba Allah yang terguncang dengan musibah ini pergi, apa pun bentuknya, dan seberapa besar cakupannya; tempat yang paling pas untuk mereka tuju adalah masjid.

Sebuah bangunan yang memiliki ruangan luas, bersih, nyaman, hangat, dan “menyejukkan”. Tak perlu mereka sibuk menyiapkan uang sewa. Tak perlu khawatir diusir. Silakan menetap di situ hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hingga, mereka bisa menemukan kembali orbit kehidupan yang sepatutnya.

Selalu ada hikmah di balik duka. Selalu ada pelajaran di balik pukulan. Banjir seperti mendidik kita tentang suatu hal. Tentang jalan pulang yang sebenarnya.

Bahwa, tempat yang semula begitu jauh kita rasakan. Bahwa, tempat yang begitu berat untuk kita tempuh. Kini, menjadi rumah yang paling dekat untuk kita kunjungi. Bukan hanya untuk kita, melainkan juga keluarga dan sanak kerabat semua. (Mh)

 

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Milad BKMT ke-39, Ini Nasihat Ustazah Athifah Hasan

Next Post

ACT Respon Tanggap Darurat Banjir Jabodetabek

Next Post

ACT Respon Tanggap Darurat Banjir Jabodetabek

Walau Banjir Surut, Warga Kampung Pulo Pilih Bertahan di Pengungsian

Menkes Terawan Imbau Penyintas Banjir untuk Cuci Tangan Sebelum Makan

  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    539 shares
    Share 216 Tweet 135
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8517 shares
    Share 3407 Tweet 2129
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    448 shares
    Share 179 Tweet 112
  • 3 Resep Olahan Daging Sapi Recommended Dicoba

    526 shares
    Share 210 Tweet 132
  • Menghina Allah dalam Hati

    524 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Bacaan Doa Iftitah sesuai Sunnah Rasulullah

    239 shares
    Share 96 Tweet 60
  • Membaca Inni Wajjahtu Wajhiya dalam Doa Iftitah juga Sunnah

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4358 shares
    Share 1743 Tweet 1090
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2176 shares
    Share 870 Tweet 544
  • Kewajiban Shalat Jumat untuk Anak-Anak

    218 shares
    Share 87 Tweet 55
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga