• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 31 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Cerpen

Sepertiga Jalan (Bag.2)

02/12/2021
in Cerpen
Sepertiga Jalan (Bag.2)

Sepertiga Jalan (Bag.2) (Foto: Pixabay)

77
SHARES
596
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Aku optimis menuntaskan sekolah menengah atasku untuk menjadi yang terbaik juga. Entah apa mimpiku, rasanya hanya ingin menjadi yang terbaik dan mendapat pengakuan tersebut.

Teringat tiga tahun lalu, saat aku duduk di bangku kelas empat sekolah dasar, anak 11 tahun dengan segala keterbatasan dan kepolosannya.

Saa itu aku mendapat perlakuan menyedihkan dari teman-teman sekelasku karena peringkat kelasku selalu berada di paling bawah.

Baca Juga: Sepertiga Jalan (Bag.1)

Sepertiga Jalan (Bag.2)

Tadi itu dulu, aku yang orang lain lihat sekarang bukanlah aku yang dulu, mendapat pembulian dan selalu diintimidasi oleh teman-temanku, bahkan guruku.

Perih rasanya ketika mengingat kejadian tersebut. Banyak ejekan atau bahkan pembulian verbal yang aku terima, mulai dari diteriki “39” oleh teman sekelas.

Apa itu 39? 39 adalah peringkatku yang paling bawah di kelas tersebut. Aku hanya diam dan diam, aku tak berani menceritakan ke mamah ataupun papah.

Kejadian “39” itu menyakitkan, namun bukan yang paling menyakitkan. Ada satu kejadian yang sangat melekat di kepalaku. Rasa sakit hati masih terbayang hingga saat ini.

Setiap episode menyakitkan itu berputar di otakku, kembali terasa sesaknya dada tiap kali mengingat kejadian tersebut.

Pada hari itu, sekolahku telah menyelesaikan semester awal di kelas 4 SD. Sekolah berjalan lebih santai, hanya ada sedikit perlombaan antar kelas, biasa disebut classmeeting.

Usai perlombaan, tiba-tiba semua siswa berbondong-bondong menuju mading sekolah untuk melihat hasil ujian mereka. Seperti halnya mereka, aku juga tertarik melihatnya.

Namun, tiba-tiba ada segerombolan siswa, teman sekelasku, yang lewat dihadapanku seraya tertawa terbahak-bahak dan menatap sinis dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Aku tak mengerti apa maksud mereka, sampai salah satu dari mereka meneriakiku, “heh, lo! gak bosen ya ranking merah semua! Keluar ajah deh lo dari sekolah ini. Percuma lo sekolah tapi gak punya otak!” mendengar ucapan tersebut aku segera menuju mading dan menerobos kerumunan.

Benar saja, ternyata namaku merah, namun bukan merah hasil cetakan komputer. Itu merah spidol, dengan tulisan di bawahnya masih menggunaan tinta merah.

“Makannya belajar! eh lupa, kan gak punya otak ya? HAHAHA” ledek mereka.

Segera aku keluar kerumunan, dan aku dapati mereka berdiri menertawakanku.

“Gimana? udah lihat? yuk, girls cuss!” mereka pergi meninggalkanku.

Belum sampai dua langka, aku terbawa emosi. Aku menarik anat tersebut seraya berkata terisak “Aku salah apa sama kamu? Akukan gak jahat sama kamu, kenapa kamu memperlakukanku seperi ini?” [Ln]

Bersambung…

Ditulis oleh Rajwa Aida, santri kelas 2 SMA Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGSc)

Tags: Sepertiga Jalan (Bag.2)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Membaca aI-Fatihah di dalam Shalat Jenazah

Next Post

Bahaya Merkuri yang Sering Ada di Produk Kecantikan

Next Post
Bahaya Merkuri yang Sering Ada di Produk Kecantikan

Bahaya Merkuri yang Sering Ada di Produk Kecantikan

Tiga Penyebab Kehancuran Umat Terdahulu

Tiga Penyebab Kehancuran Umat Terdahulu

Resistensi Antimikroba jadi ancaman Kesehatan Masyarakat yang Mendesak

Resistensi Antimikroba jadi ancaman Kesehatan Masyarakat yang Mendesak

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    513 shares
    Share 205 Tweet 128
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7908 shares
    Share 3163 Tweet 1977
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5273 shares
    Share 2109 Tweet 1318
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3441 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2875 shares
    Share 1150 Tweet 719
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    445 shares
    Share 178 Tweet 111
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Si.Se.Sa. Annual Show 2026 “The Kaleidoscope” Tampilkan Evolusi Modest Fashion dari Kasual hingga Glamor

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga