INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berangkatkan sebuah unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile menuju Kota Langsa, Aceh, untuk membantu warga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih pascabencana.
Bencana seringkali merusak sumber air dan fasilitas MCK, sehingga banyak warga di pengungsian harus bersusah payah mencari air bersih.
Untuk itulah, alat ini dikirim sebagai solusi cepat dan praktis. Alat pengolah air ini sangat tangguh karena bisa mengubah air sungai atau danau yang keruh menjadi air yang layak konsumsi dan memenuhi standar kesehatan (Permenkes).
Baca juga: STEI ITB Raih Prestasi di Ajang NASA International Space Apps Challenge 2025
Ubah Air Keruh jadi Air Bersih Layak Minum, ITB Hadirkan Instalasi Pengolahan Air Mobile
Dalam sehari, satu unit IPA Mobile ini mampu menghasilkan air bersih yang cukup untuk kebutuhan sekitar 800 hingga 1.600 orang. Jadi, warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk mandi atau minum.
Aksi kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara berbagai pihak di ITB dan mitra lainnya. Penanggung jawab atau PIC dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah:
Prof. Dr. Ir. Bagus Budiwantoro (Ketua Tim dari Kelompok Keahlian Perancangan Teknik dan Produksi, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Ikatan Alumni (IA ITB), Rumah Amal Salman, serta Yayasan LAPI ITB.
Alat ini diperkirakan tiba di Aceh pada 24 Desember 2025 dan akan beroperasi di kawasan Sungai Krueng Langsa selama 2 hingga 3 bulan ke depan. [Din]





