MASALAH Bukan di Istrimu, Tapi di “Mata Keranjang”mu. Seorang laki-laki paruh baya curhat kepada seorang Syaikh. “Syaikh, dulu sebelum menikah, aku melihat istriku begitu cantik, anggun, tiada duanya di dunia ini. Namun ketika aku melamarnya, ternyata ada banyak wanita lain yang secantik dan seanggun dia…”
“Bahkan ketika aku telah menikahinya, aku mulai merasa bahwa ada banyak wanita yang lebih cantik darinya. Sekarang, setelah hampir sepuluh tahun kami menikah, aku merasa bahwa semua wanita lebih menarik daripada dia…”
Setelah lelaki itu selesai melepaskan kegundahannya, Syaikh menjawab,
ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ!؟
“Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah dari yang kau alami saat ini?”
“Tidak, ya Syaikh…” jawabnya.
“Seandainya, engkau menikahi seluruh wanita di dunia, tanpa terkecuali, maka engkau akan merasa bahwa anjing-anjing yang berkeliaran di jalan, jauh lebih menarik bagimu daripada wanita manapun.”
Syaikh melanjutkan,
ليس الأمر في عرسك ، وإنما هو في قلبك الطامع وبصرك الزائغ ، ولا يملأ عين ابن آدم الا التراب
“Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu, tapi terletak pada jiwa rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah.”
Baca juga: Hak dan Kewajiban Suami Istri Menurut Kompilasi Hukum Islam
Masalah Bukan di Istrimu, Tapi di Mata Keranjangmu
“Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?” tanya Syaikh.
“Iya Syaikh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.
فاغضض ﺑﺼﺮﻙ ، فإن من ارتضى بحلاله رزق الكمال فيه
“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan sempurna di dalam hal yang halal tersebut.”
قيل لأعرابية ما سبب حبك لزوجك؟ قالت: كان ضحوكًا إن جاء وإن ذهب، اكلا ما وجد، لا يسأل عما فَقَد. و قيل لأعرابي: ما سبب حبك لزوجتك؟ قال: كان يحفظها إسلامها، ويلين لي كلامها، وتخفض العين، ولا تفعل الشين.
Seorang wanita Arab pedalaman ditanya, “Apa yang membuatmu begitu mencintai suamimu?” Ia menjawab, “Suamiku selalu ceria ketika pulang maupun ketika pergi, ia makan menu seadanya dan tidak meminta yang lain-lain.”
Seorang lelaki Arab pedalaman ditanya, “Apa yang membuatmu begitu mencintai istrimu?” Ia menjawab: “Ajaran Islam menjadi panduan hidupnya, tutur katanya manis, terbiasa menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan dirinya.”
Ibnul Mubarak menyatakan,
اُتْرُكْ فُضُوْلَ النَّظْرِ تُوَفِّقْ لِلْخُشُوْعِ
“Tinggalkanlah berlebihan dalam memandang, niscaya engkau akan diberi taufiq untuk khusyu'”.
Semoga bermanfaat. Kiriman ustaz Aidil Heryana.[ind]
Sumber: ruang keluarga https://ruangkeluarga.id/masalah-bukan-di-istrimu-tapi-di-mata-keranjangmu/