• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 28 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Remaja Muslimah AS Ini Didiskualifikasi dari Lomba Lari karena Berhijab

06/01/2020
in Berita
78
SHARES
599
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Noor Alexandria Abukaram, pelari berusia 16 tahun yang bermukim di negara bagian Ohio, baru-baru ini didiskualifikasi dari pertandingan lari karena ia mengenakan hijab. Sekarang ini, Abukaram berjuang keras untuk membuat peraturan itu diubah.

Tumbuh besar di pinggiran kota Toledo, Ohio, pelari cross-country (lintas alam) Noor Alexandria Abukaram menjalani kehidupan sebagai seorang remaja Amerika biasa. Tercatat sebagai pelajar sekolah Islam swasta di Sylvania, Abukaram bertanding dalam cabang olahraga atletik, mewakili SMA negeri setempat, Northview High School. Tetapi pada 19 Oktober lalu, setelah menyelesaikan lomba lari 5 kilometer, ia memperhatikan ada sesuatu yang tidak biasa.

"Saya mengikuti lomba lari dengan catatan waktu pribadi terbaik ketika itu dan menyelesaikan pertandingan. Saya mencari catatan individual saya dan nama saya tidak ada di sana. Jadi saya bertanya ke teman-teman perempuan di tim saya yang tidak ikut berlomba dan memberitahu mereka nama saya tidak ada di sana," kata Abukaram.

"Tapi mereka mengatakan saya telah didiskualifikasi. Saya jadi bertanya-tanya, kenapa? Lalu mereka melihat kepada saya tanpa tertawa dan mengatakan, ‘karena hijabmu.’ Ketika itu, hati saya hancur. Saya tak bisa merasakan apapun lagi. Saya malu, Saya melangkah pergi dan menangis," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Yolanda Melendez, ibunda Abukaram, mengaku sedih.

"Memilukan. Berat sekali. Ini merupakan momen sulit sebagai orang tua untuk mengikuti langkah Noor. Dalam hal ketenangannya; dalam caranya memaafkan dan Anda tahu, ia menyayangi timnya dan ia menerimanya,” kata Yolanda.

Masalahnya, menurut Asosiasi Atletik SMA Ohio (OHSAA), siswa dapat berlari dengan mengenakan hijabnya asalkan mereka menyerahkan surat dispensasi untuk itu. Abukaram sendiri telah bertanding dalam enam perlombaan pada musim ini tanpa menghadapi masalah, meskipun tidak menyerahkan surat dispensasi tersebut. Ia mengatakan para ofisial tidak segera membahas masalah hijabnya setelah pertandingan usai.

Sementara itu, para ofisial lomba memberitahu Abukaram pelatihnya jelas tidak mengisi dengan tepat formulir yang diperlukan. Yang jelas, baru kali inilah panitia perlombaan memutuskan untuk memberlakukan peraturan tersebut. Anggota tim larinya juga terpukul.

“Menurut saya, peraturan itu harus diubah karena ini tidak adil bagi siapapun dan saya pikir ini tidak boleh terjadi pada orang lain," kata Sydney Gfeoo, salah seorang rekan satu tim Abukaram.

Sekolahnya kemudian menyerahkan surat dispensasi yang diperlukan dan Abukaram kini bebas untuk berlari dengan mengenakan hijab. Akan tetapi kerusakan telah terjadi.

“Waktu pelatih memberitahu saya soal itu, saya bertanya-tanya, apa maksudnya saya harus menandatangani surat dispensasi untuk berlomba? Mereka tidak perlu menyediakan sesuatupun yang spesial untuk saya," kata Abukaram kepada harian New York Times.

"Saya tidak mengalami disabilitas apapun. Saya hanya berlari seperti yang lainnya. Ketika ia mengatakan itu, saya tidak berpikir mengapa pelatih melakukan itu. Saya hanya berpikir, mengapa kita sampai melakukan ini?" kata Abukaram.

Dalam unggahannya yang emosional di laman Facebooknya, Abukaram menulis, antara lain haknya sebagai atlet dilanggar. “Saya seharusnya tidak perlu mendapat surat dispensasi yang ditandatangani OHSAA agar saya diizinkan berlomba dengan hijab yang saya kenaikan,” ujarnya

“Mereka secara terbuka mendiskualifikasinya. Saya yakin mereka harus memiliki keberanian untuk secara terbuka tampil dan memberitahunya bahwa mereka keliru," kata Yolanda Melendez.

Ketika ditanya wartawan mengenai rencana jangka panjangnya dalam 5 atau 10 tahun mendatang, Abukaram menjawab, ia membayangkan dirinya tetap bergabung dalam tim olahraga di perguruan tinggi, baik dalam cabang lari maupun sepak bola, olahraga yang ia tekuni sekarang ini.

Abukaram meyakini insiden itu memberinya pijakan untuk angkat suara dan membuat peraturan mengenai pengajuan dispensasi semacam itu diubah.

“Mereka mengenakannya karena mereka harus mengenakannya dan mereka suka mengenakannya," kata Abukaram.

Tim Stried, juru bicara mar tidak lama setelah insiden itu mengatakan kepada harian USA Today, organisasinya telah mengevaluasi peraturan itu dan mempertimbangkan pembatalan ketentuan mengenai surat dispensasi.

Peraih medali perunggu Olimpade dalam cabang olahraga anggar Ibtihaj Muhammad menjadi atlet Olimpiade Amerika pertama yang mengenakan hijab, sewaktu ia bertanding dalam Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro, Brazil.

Muhammad memposting dukungannya bagi Abukaram melalui akun Instagramnya, tidak lama setelah tersiar kabar mengenai didiskualifikasinya pelari muda itu.[ah/voaindonesia]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ponpen Wahidiyah Luncurkan Aplikasi Ojek Online Buroq

Next Post

Maskapai Garuda Batal Terbitkan Obligasi Syariah karena Skandal Penyelundupan

Next Post

Maskapai Garuda Batal Terbitkan Obligasi Syariah karena Skandal Penyelundupan

BAZNAS Gaet LotteMart dan Driver Ojol untuk Recovery Pascabanjir

Freedom, Film Dokumenter tentang Perjalanan Spiritual 50 Mualaf Dunia

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8974 shares
    Share 3590 Tweet 2244
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4054 shares
    Share 1622 Tweet 1014
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11630 shares
    Share 4652 Tweet 2908
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5450 shares
    Share 2180 Tweet 1363
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    619 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Doa setelah Shalat sesuai Sunnah Nabi

    277 shares
    Share 111 Tweet 69
  • Rumah Dekat Ibu

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Anak Gaza Korban atau Target Sengaja Israel?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Bagaimana Caranya Agar Tetap Bahagia di Tengah Kebisingan Hidup?

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga