• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 8 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Perlu Terobosan Fiskal dan Sektoral untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

18/11/2024
in Berita
Momen Lebaran, Perempuan Berperan Krusial dalam Menjaga Keseimbangan Rumah Tangga

Anis Byarwati

74
SHARES
570
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LEBIH dari satu dekade, pertumbuhan ekonomi nasional mengalami stagnansi pada angka 5 persen. Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati menyampaikan fakta tersebut.

Bahkan, menurut Anis, sumber pertumbuhan baik dari sisi pengeluaran maupun komponen produksi tidak mengalami perubahan, baik secara kontribusi maupun pertumbuhan.

“Konsumsi Rumah Tangga berkontribusi sekitar 53%-an dengan Tingkat Pertumbuhan 4%-5% dan Sektor manufaktur berkontribusi sekitar 18% an dengan tingkat pertumbuhan 3%-4%. Jika tidak ada terobosan, maka perekonomian nasional akan terjebak pada angka lima persenan saja,” katanya di Komplek DPR RI Senayan, Jakarta (14/11/24).

Anggota DPR RI Komisi XI ini menyebut, semenjak mulai dari Presiden Jokowi selalu ingin pertumbuhan tinggi PDB mencapai 7% dan Presiden Prabowo punya obsesi 8%.

Sementara itu, untuk menggapai cita-cita Indonesia maju 2045 atau keluar dari ancaman Middle Income Trap harus ditopang dengan pertumbuhan 6%-7%.

“Sampai saat ini, kita belum melihat ada terobosan baik secara fiskal maupun sektoral untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” katanya.

Legislator perempuan ini juga mengungkapkan kurang sinkronnya laporan tingkat kesejahteraan masyarakat yang disampaikan pemerintah dengan kondisi riilnya di lapangan.

“Sebagai anggota masyarakat yang melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat di bawah, rasanya apa yang disampaikan jauh dari kenyataan, hanya sebatas angka-angka statistik belaka. Silakan kita berkunjung ke Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Tenabang, Pasar Induk Cipinang, di sana terlihat dengan amat jelas bagaimana kemampuan atau daya beli masyarakat anjlok. Bahkan tidak hanya itu, banyak manufaktur besar yang tutup dan kemudian terjadi PHK. Fenomena ini harus ditangkap oleh Pemerintah dan memberikan solusi yang tepat. Tidak hanya sebatas Bansos saja, “ujarnya.

baca juga: DPR: Belum Ada Provinsi yang Memiliki Kemandirian secara Fiskal

Perlu Terobosan Fiskal dan Sektoral untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Anis juga mencermati fakta mengenai penerimaan pajak sampai dengan Oktober 2024 sebesar Rp1.517,53 T atau sekitar 76,30% dari target tahun 2024.

“Informasi Pemerintah menunjukkan penerimaan pajak terus mengalami perbaikan dalam 4 bulan terakhir. Kita menyambut baik perkembangan ini, semoga usaha gigih Pemerintah untuk mencapai target penerimaan pajak bisa terwujud,” paparnya.

“Mengejar target penerimaan pajak pada saat kondisi ekonomi lesu, seperti mengkhianati teori countercyclical yang selalu Kemenkeu gunakan ketika Covid-19 lalu. Kita menyambut kebijakan penghapusan utang UMKM oleh Presiden. Tetapi saya yakin kebijakan ini, tidak terlalu berdampak karena utang yang dihapuskan adalah utang yang sudah tidak aktif. UMKM yang masih aktif dan produktif inilah yang perlu didorong dan selamatkan,” jelas Anis.

Anggota Fraksi PKS ini menyebut jangan sampai ada gap antara penjagaan kondisi fiskal dengan kondisi ekonomi sektor riil yang sedang memerlukan bantuan segera.

“Mungkin sebaiknya, ada kebijakan insentif yang lebih produktif yang bisa diberikan bagi dunia usaha khusus UMKM yang sedang lesu, sehingga pertumbuhan sektor riil kita benar-benar terjaga dengan baik,” katanya.

“Terkait realisasi belanja s.d. 31 Oktober 2024 yang mencapai Rp1.834,5 T atau 74,3% dari APBN. Presiden pada waktu lalu dengan tegas meminta Pemerintah untuk melakukan efisiensi mengurangi biaya perjalanan dinas terutama ke luar negeri yang tidak terlalu penting. Kita mendukung semangat dan keinginan Presiden tersebut, sehingga menjadi pegangan bagi K/L dalam menggunakan alokasi anggarannya. Jika Presiden menyebutkan ada kebocoran 20-30% anggaran itu berarti ada sekitar 600-700 triliun yang merembes,” ujar Anis.

Legislator PKS ini berharap Istilah spending better tidak hanya sebatas kata-kata yang tidak bisa diukur secara kuantitatif dalam indikator tertentu.

“Kita berharap istilah spending better ini memang punya formulasi yang tepat dalam pengalokasian anggaran yang digunakan. Sehingga nantinya bisa meningkatkan efisiensi dan kualitas anggaran pembangunan dan dampaknya bagi perekonomian nasional,” tutupnya.[ind]

Tags: Perlu Terobosan Fiskal dan Sektoral untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

KAI Expo 2024 Gelar di Jakarta dan Hadirkan Promo Hingga 70 Persen

Next Post

Stunting dan Ketidakadilan terhadap Perempuan

Next Post
Stunting dan Ketidakadilan terhadap Perempuan

Stunting dan Ketidakadilan terhadap Perempuan

Hukum Imam Shalat Dapat Upah

Hukum Imam Shalat Dapat Upah

Beasiswa Djitu 2025 Khusus Siswi SMA Sederajat Kelas 12

Beasiswa Djitu 2025 Khusus Siswi SMA Sederajat Kelas 12

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9277 shares
    Share 3711 Tweet 2319
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2553 shares
    Share 1021 Tweet 638
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    226 shares
    Share 90 Tweet 57
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11740 shares
    Share 4696 Tweet 2935
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4199 shares
    Share 1680 Tweet 1050
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga