• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 18 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Perkawinan Anak di Banjarnegara Menjadi Pemicu Lahirnya Bayi Stunting

02/11/2022
in Berita
Perkawinan Anak di Banjarnegara Menjadi Pemicu Lahirnya Bayi Stunting

Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja (Foto: BKKBN)

80
SHARES
615
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERKAWINAN anak menjadi pemicu lahirnya bayi stunting dan juga perceraian di usia muda dan lebih populer disebut janda muda usia remaja atau akronim “Jamur”.

Dikutip dari Media Center BKKBN, perkawinan anak ini masih marak terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dari 3.850 perkawinan yang tercatat di Banjarnegara selama 2021, sebanyak 486 adalah pengantin remaja di bawah usia 19 tahun.

Hal tersebut mengemuka dalam sosialisasi percepatan penurunan stunting dan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja, di Hotel Surya Yudha Kabupaten Banjarnegara (25/10/2022).

Baca Juga: Cegah Stunting dengan Deteksi Dini Kurang Gizi pada Remaja

Perkawinan Anak di Banjarnegara Menjadi Pemicu Lahirnya Bayi Stunting

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengimbau masyarakat terutama pemuda Muhammadiyah sadar akan bahaya stunting. 

“Kolaborasi dan dukungan dari semua pihak keluarga sangat berperan penting dalam pencegahan stunting,” ungkap pria yang akrab dengan panggilan “Cak Nanto” dihadapan 380 peserta yang merupakan guru TK/paud, Kader KB serta anggota Muhammadiyah di wilayah Banjarnegara.

Cak Nanto berharap kegiatan sosialisasi ini dapat membantu anak-anak Indonesia terutama di Banjarnegara terbebas dari stunting dan menjadi generasi unggul di Indonesia emas 2045.

Mewakili Kepala BKKBN, Direktur Komunikasi, Informasi dan Edukasi BKKBN Eka Sulistia Ediningsih mengatakan berdasarkan data elektronik pelaporan dan pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) stunting di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2022 menyentuh angka 21,23%.

“Ini artinya 1 dari 4 anak di Banjarnegara mengalami stunting” ujar Mak Eka sapaannya.

“Untuk menjadi 14% di tahun 2024, harus mengurangi kasus stunting 3.5% pertahun, lantas bagaimana pencegahannya? 55% stunting di Indonesia bersumber dari terjadinya pernikahan anak, untuk itu pencegahan stunting harus dimulai dari persiapan pernikahan dengan tidak melakukan pernikahan anak karena anatomi tubuh wanita belum siap untuk melahirkan anak sebelum usia 21 tahun” tambahnya.

Mak Eka juga menyampaikan pemeriksaan kesehatan calon pengantin (catin) 3 bulan sebelum menikah sangat dianjurkan, salah satu yang perlu jadi perhatian adalah lingkar lengan atas catin wanita minimal 23,5 cm dan HB tidak boleh kurang dari 11,5 mg/dl agar tidak terjadi anemia. Hal ini mencegah lahirnya bayi dengan resiko stunting.

Tak hanya itu Direktur KIE juga mengajak ibu-ibu yang memiliki baduta dan balita untuk membawa anaknya ke posyandu sebulan sekali dan selalu memberikan gizi yang baik, ASI eksklusif selama 6 bulan pasca lahir.

“Cukup satu butir telur sehari sudah mendukung pencegahan dan penurunan stunting,” terang mak Eka.

Senada hal tersebut, Kasi KIE Advokasi dan Penggerakan Dispermades PPKB Kabupaten Banjarnegara Fatkhurrohman menjelaskan bahwa tim percepatan penurunan stunting dan stakeholder sudah berupaya keras dalam pencegahan stunting. 

Namun kasus stunting masih terus muncul dikarenakan pernikahan usia dini yang masih sering terjadi, hal itu jg memicu tingginya angka kasus perceraian sehingga menimbulkan “Jamur” atau Janda Muda Usia Remaja” di Kabupaten Banjarnegara.

Di Banjarnegara sendiri masih banyak pernikahan diusia anak, menurut data yang dibeberkan Fatkhur, tercatat catin dengan umur di bawah 19 tahun ada 486 dari 3.850 catin. 

Untuk itu Fatkhur mengajak masyarakat agar terus berupaya melakukan pendewasaan usia perkawinan.

Kasi KIE itu juga mengatakan bahwa baduta harus diintervensi penuh agar tumbuh kembang nya optimal. Intervensi dilakukan oleh keluarga, Tim Pendamping Keluarga, Posyandu, Puskesmas dan sektor terkait.

Ketua Tim Pokja Adpin BKKBN Provinsi Jawa Tengah Nasri Yatiningsih  menekankan masyarakat agar terus berkomitmen bersama dalam upaya pencegahan kasus stunting.

Tags: Perkawinan Anak Menjadi Pemicu Lahirnya Bayi Stunting
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketika Nabi Isa Memohon Diturunkan Hidangan dari Langit

Next Post

Ketika Arab Saudi ‘Berbenah’

Next Post
Ketika Arab Saudi ‘Berbenah’

Ketika Arab Saudi ‘Berbenah’

Selalu Ada Keseimbangan

Selalu Ada Keseimbangan

Air Mata Mereka Abadi dalam Firman-Nya

Air Mata Mereka Abadi dalam Firman-Nya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8219 shares
    Share 3288 Tweet 2055
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2192 shares
    Share 877 Tweet 548
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3678 shares
    Share 1471 Tweet 920
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11254 shares
    Share 4502 Tweet 2814
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Kemenangan Itu Setelah Ujian

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2050 shares
    Share 820 Tweet 513
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3293 shares
    Share 1317 Tweet 823
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga