SEBANYAK 150 penghafal Al-Qur’an, terdiri dari laki-laki dan perempuan, melantunkan 20 juz Al-Qur’an dari hafalan dalam satu majelis di Masjid Agung Omari, Kota Gaza.
Kegiatan tersebut berlangsung di tengah reruntuhan masjid bersejarah itu yang mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Israel.
Aksi spiritual ini berlangsung di tengah kondisi kemanusiaan dan keamanan yang sangat memprihatinkan di Jalur Gaza, yang terus dilanda pemboman, pengungsian massal, dan migrasi paksa.
Meski berada dalam situasi tersebut, para penghafal Al-Qur’an tetap melanjutkan aktivitas mereka sebagai bentuk keteguhan iman dan perlawanan spiritual.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Direktur Departemen Al-Qur’an Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza, Maha Al-Shoubaki, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kuat komitmen rakyat Gaza terhadap Al-Qur’an.
“Pada hari yang penuh berkah ini, 150 siswa laki-laki dan perempuan melantunkan 20 juz Al-Qur’an dalam satu majelis, meskipun pemboman, pengungsian, dan migrasi paksa terus berlangsung,” ujarnya.
“Dari tengah reruntuhan dan di bawah serangan misil, sebuah generasi Qur’ani sedang dibentuk,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa rakyat Gaza meyakini kemenangan hanya dapat diraih dengan berpegang teguh pada Kitab Allah.


Pemandangan Indah, 150 Penghafal Al-Qur’an Melantunkan Hafalan di Tengah Reruntuhan Masjid Agung Omari Gaza
Baca juga: Program Satu Rumah Satu Hafizh Quran di Gaza akan Segera Terwujud
Salah satu peserta, Malak Sukkar, menyatakan kebanggaannya dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, agresi yang berlangsung tidak menghentikan mereka untuk menghafal dan melantunkan Al-Qur’an.
“Kami telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an meskipun di tengah kehancuran, pemboman, dan perang genosida. Dengan izin Allah, kami kini mampu melantunkan Al-Qur’an sepenuhnya dari hafalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an dalam kondisi apa pun, melainkan terus menghafal dan mengamalkan ajarannya.
Sukkar menjelaskan bahwa pembacaan 20 juz Al-Qur’an dimulai pada pukul 07.00 pagi dan selesai pada pukul 09.00 pagi dalam satu majelis di dalam Masjid Agung Omari.
Kegiatan ini menyampaikan pesan spiritual dan nasional yang kuat, bahwa masjid-masjid di Gaza akan tetap hidup dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta bahwa Al-Qur’an akan terus menjadi sumber cahaya dan keteguhan bagi rakyat Gaza, meskipun pemboman dan penderitaan terus berlanjut.[Sdz]
Kontributor: Muhammed Rabah





