• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Pemakaman di Sudan Selatan Jadi Tempat Tinggal Ribuan Tuna Wisma

06/11/2017
in Berita
79
SHARES
610
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kompleks pemakaman, yang terletak di Konyo Konyo di pusat Kota Juba, Sudan Selatan saat ini berubah menjadi tempat tinggal.

Kompleks pemakaman tersebut telah menjadi tempat tinggal ribuan orang yang berkumpul di Ibu Kota Sudan Selatan sebelum dan setelah negara Afrika Timur itu meraih kemerdekaan pada 2011 dan akhirnya tak memiliki tempat tinggal.

"Saya dulu takut untuk tinggal di tempat orang yang sudah mati, tapi karena saya tak memiliki tempat tujuan, saya telah menjadi teman saudara-saudari kami yang kehilangan tempat tinggal selama bertahun-tahun ini," kata Raymondo Modi (45) kepada Xinhua.

Modi, ayah 10 anak, mengungsi ke tempat pemakaman tersebut setelah ia diusir dari satu rumah sewa di pinggiran Juba. Ia tak bisa membayar uang sewa rumah.

Modi, yang berasal dari Terekeka, daerah yang berada 50 mil di luar Juba, pindah bersama keluarganya ke Ibu Kota Sudan Selatan itu dengan harapan kesempatan baru akan datang.

"Saya telah memberi nama kompleks pemakaman ini Desa St. Mary untuk membantu saya mengingat gereja tempat saya dulu biasa berdoa, di desa saya di Terekeka," kata Modi.

Orang yang mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin sebanyak 3.000 warga tersebut menjual kayu bakar untuk memperoleh nafkah. Ia mengatakan bahwa ia memperoleh antara 50 dan 100 pound Sudan Selatan (antara 0,3 dan 0,6 dolar AS) per hari.

Sementara krisis ekonomi yang menggigit menyebar, ia dan keluarganya dipaksa makan makanan ala kadarnya sekali sehari, kata Modi.

"Kami tak mampu membeli daging dan ikan sebab semuanya mahal," kata Modi.

Kurangnya air bersih serta layanan pendidikan dan medis yang layak membuat keadaan lebih berat lagi buat Modi dan teman-temannya.

"Hidup telah menjadi lebih berat buat masyarakat dibandingkan dengan pada hari-hari pertama ketika saya menetap di sini," katanya.

Seperti Modi, banyak orang yang pindah ke Juba dari daerah yang berdekatan telah berakhir di kompleks pemakaman dengan kondisi serupa.

James Legge, ayah 12 anak, telah menghabiskan 14 tahun di kompleks pemakaman setelah ia pensiun dari militer. Legge mengatakan pemerintah tak bisa membayar paket pensiunnya dan ia tak memiliki pekerjaan lagi.

Sudan Selatan ditelan perang saudara yang meletus pada Desember 2013 dan menewaskan puluhan ribu orang serta membuat jutaan orang lagi kehilangan tempat tinggal.

Menurut organisasi bantuan yang beroperasi di negara Afrika itu, enam juta orang, separuh dari seluruh penduduk Sudan Selatan, hidup dalam kondisi rawan pangan parah.

Ribuan orang telah berkumpul di Ibu Kota Sudan Selatan dari daerah dataran tinggi, dengan harapan memperoleh sedikit rasa lega tapi mereka harus berjuang keras untuk bisa hidup.[ah/antr]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menteri Agama : Tahun 2018 diperkirakan Tak Ada Penambahan Kuota Haji

Next Post

Sukses Selenggarakan Haji, Kementerian Saudi Apresiasi Kinerja Kemenag

Next Post

Sukses Selenggarakan Haji, Kementerian Saudi Apresiasi Kinerja Kemenag

Masjid Asasi Sigando, Wisata Religi Masjid Tertua di Padang Panjang

Resep Ayam Pop, Raja Kuliner di Rumah Makan Padang

  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka Jadi Ikon Wisata Religi Baru di Jakarta

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9566 shares
    Share 3826 Tweet 2392
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2529 shares
    Share 1012 Tweet 632
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1377 shares
    Share 551 Tweet 344
  • Wakaf Warrior Perluas Kolaborasi dengan Menggandeng Tiga Bank Syariah dan AWQAF Dental di ISEF 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menemukan Kebahagiaan dalam Kesederhanaan Hidup

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menentukan Waktu Terbaik untuk Menghafal Al-Qur’an di Tengah Kesibukan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Event Dongeng dan Inspirasi Generasi Cinta Quran NPC

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11855 shares
    Share 4742 Tweet 2964
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga