• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 25 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Menguak Kasus di Balik Maraknya Orang Hilang: Pertemanan di Jejaring Sosial

15/01/2016
in Berita
76
SHARES
584
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

images
Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di bilangan Joglo, Jakarta Barat, sebut saja Rose, suatu siang pamitan kepada ibunya untuk pergi ke warnet. Ibunya yang biasa mengijinkan anaknya jika ditanya hendak mengerjakan tugas sekolah, itu tak mengira jika hari itu dia harus berpisah dengan buah hatinya.

Benar, ternyata Rose tak pernah kembali sejak hari itu. Esti, ibunya, dan ayahnya hanya bisa menyesal telah mengijinkan anaknya ke warnet. Nyatanya, di warnet tersebut, Rose lebih banyak chatting dengan teman-teman lama maupun teman barunya.

Di usianya yang 16 tahun itu ia sudah memiliki ratusan kenalan di media sosial melalui jejaring Facebook. Teman-teman barunya kadang ia ceritakan kepada ibunya. Bahkan, sebelum ia hilang dari rumah itu, Rose pernah curhat pada ibunya bahwa ia tengah dekat dengan seorang laki-laki yang mengaku anggota TNI.

Baru kenal selama 10 hari membuat anak baru gede itu menjadi lupa diri dan tak waspada. “Belakangan dia banyak diam, cenderung aneh,” begitu kesaksian ibunya pada Rose sebelum meninggalkannya. Ia menduga anak pertamanya itu menjadi korban kejahatan dari jejaring pertemanan di dunia maya. Keluarga Rose menduga pelaku yang membawa kabur anaknya itu merupakan kawanan sindikat perdagangan manusia (human trafficking).

Kasus hilangnya Rose merupakan satu dari sekian banyak anak yang dilaporkan hilang. Kasus hilangnya anak karena pertemanan di media sosial selama lima tahun terakhir banyak di laporkan ke aparat kepolisian. Kebanyakan yang hilang itu adalah anak perempuan. Meski belum ada data resminya, namun diperkirakan selama lima tahun ini angkanya menembus ratusan anak.

Orang tua yang memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah semestinya memberikan edukasi tentang pertemanan, terlebih di dunia maya. Kewaspadaan terhadap orang atau teman yang baru dikenalnya mesti diutamakan, mengingat secara psikologis anak-anak masih labil dan sedikit pengalaman, terutama dalam menimbang sesuatu yang baik dan buruk.

Psikolog dari Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta pernah memberikan tips sederhana untuk menghindari kejahatan, terutama penculikan. “Jangan mudah percaya dengan orang baru, terutama hal yang bersifat pribadi,” tuturnya seperti dikutip Sindonews (21/10/2015)

Antisipasi yang bisa dilakukan, katanya, adalah dengan membatasi area mana yang bisa dimasuki orang asing dan yang tidak perlu dilakukan. Kemudian, diperlukan meningkatkan kepercayaan diri dan menjalin komunikasi dengan teman yang dibina sejak lama.

Ayah dan bunda harus waspada akan bahaya yang mengancam buah hatinya jika minta ijin keluar tanpa pendampingan anggota keluarga lainnya. Sebab, jika lalai sedikit, “mangsa” di luar sana tengah mengincarnya. Dan, sesal kemudian tiada guna. (mr/chanelmuslim) foto:liputan6

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

UNICEF Konfirmasi Adanya Malnutrisi di Kota Terkepung Madaya Suriah

Next Post

Sepanjang Tahun 2015: RST Dompet Dhuafa Layani 46.805 Pasien

Next Post

Sepanjang Tahun 2015: RST Dompet Dhuafa Layani 46.805 Pasien

Resep Camilan: Otak-otak Berselimut Tahu

Resep Camilan: Otak-otak Berselimut Tahu

Dinilai Langgar Prinsip Penyiaran, Sejumlah Media TV dan Radio Kena Semprit KPI

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9602 shares
    Share 3841 Tweet 2401
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1397 shares
    Share 559 Tweet 349
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2556 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2488 shares
    Share 995 Tweet 622
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga