WEBINAR “Jelajah Ramadan: Sharing & Caring” yang digelar ChanelMuslim.com pada Selasa (24/2/2026) turut menjadi ruang inspiratif sekaligus ajang berbagi untuk keluarga Muslim Indonesia, dengan menghadirkan para narasumber kompeten dari berbagai bidang.
Salah satunya pada webinar di sesi kedua bersama Linda Salma A., Ph.D., Founder SHADA sekaligus WNI yang bermukim di Jerman.
Dalam pemaparannya, Linda mengulas konsep SHADA serta terapi SEFT sebagai pendekatan holistik dalam menjalani puasa.
SHADA: Dari Ritual Menuju Transformasi Diri
Linda menjelaskan bahwa SHADA merupakan kerangka perjalanan puasa yang bertujuan mengubah praktik ibadah dari sekadar ritual menjadi proses pertumbuhan diri.
Konsep tersebut menekankan transformasi holistik yang melibatkan aspek fisik, emosional, dan spiritual.
Ia menyebutkan tiga pilar utama dalam framework SHADA, yakni fasting physiology, emotional regulation, dan spiritualitas.
Pendekatan ini dirancang agar lebih sadar, terstruktur, relevan, serta menjadi perjalanan bertumbuh menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Secara fisik, manfaat puasa antara lain penurunan berat badan, peningkatan metabolisme lemak, perbaikan profil metabolik, detoksifikasi alami dan regenerasi sel, serta penguatan sistem imun.
Dari sisi emosional dan psikologis, puasa dinilai dapat meningkatkan regulasi emosi, ketahanan mental, kontrol diri, disiplin, serta membantu menurunkan kecemasan.
Sementara secara spiritual, puasa disebut mampu mendekatkan diri kepada Allah, menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), menumbuhkan empati terhadap sesama, meningkatkan kesadaran spiritual, serta memperkuat makna dan tujuan hidup.
Dinamika Emosional dalam Puasa Daud
Dalam sesi tersebut, Linda juga menyinggung pengalaman menjalani puasa Daud.
Menurutnya, pada hari pertama seseorang dapat merasakan “shock maksimal.” Strategi yang disarankan adalah memperkuat fokus spiritual, menghindari aktivitas berat, memperbanyak zikir, serta menanamkan pola pikir bahwa mampu bertahan satu hari merupakan kemenangan besar.
Ia memaparkan sedikitnya delapan dinamika emosional yang dapat muncul selama menjalani puasa, antara lain mudah marah, sensitif, sedih atau melankolis, lelah, merasa terbebani, ragu pada diri sendiri, sulit fokus, cemas berlebihan, dan tidak sabar.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan kelemahan, melainkan reaksi normal manusia.
Untuk membantu proses tersebut, Linda membagikan empat tips praktis, yakni melakukan persiapan yang matang, sahur secara cerdas, menerapkan strategi selama berpuasa, serta melakukan buka puasa secara optimal.
Pada titik spiritual, ia menekankan bahwa seluruh perjalanan hidup memiliki makna dan tujuan akhir sebagai hamba yang bertakwa.
Mengenal SHADA dan Terapi SEFT dalam Jelajah Ramadan ChanelMuslim.com 1447 H
Terapi SEFT dan Pendekatan Ilmiah
Selain SHADA, Linda memaparkan terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique).
Ia menyampaikan bahwa efektivitas SEFT didukung oleh bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kekuatan doa, kesadaran, dan aspek spiritual memiliki peran penting yang dapat bersanding dengan pengobatan dan tindakan medis.
SEFT disebut didasari oleh 15 teknik terapi yang telah divalidasi secara ilmiah. Praktiknya terdiri dari tiga tahapan, yaitu set-up, tune-in, dan tapping.
Pada tahap set-up, struktur kalimat yang digunakan adalah “rasakan–terima–pasrahkan,” sambil menekan titik nyeri di dada kiri (sore spot) atau melakukan gerakan karate chop pada tangan.
Tahap tune-in dilakukan dengan memusatkan pikiran pada rasa sakit sembari berdoa dan berikhlas kepada Allah atas kondisi yang dialami.
Sementara pada tahap tapping, dilakukan ketukan ringan menggunakan dua ujung jari pada titik-titik kunci “The Major Energy Meridians.”
Jika muncul pikiran lain selama proses berlangsung, peserta dianjurkan untuk tidak menahan atau menolaknya, melainkan membiarkannya berlalu.
Proses ditutup dengan menarik napas panjang dan mengucap syukur.
Baca juga: LPPOM Soroti Urgensi Sertifikasi Halal dalam Webinar Jelajah Ramadan ChanelMuslim.com 1447 H
Linda menambahkan bahwa terdapat lima kondisi hati yang menentukan efektivitas SEFT, yakni yakin, khusyuk, ikhlas, pasrah, dan syukur.
Pesan Transformasi
Di akhir sesi, Linda menekankan bahwa transformasi dimulai dari satu langkah kecil: jujur pada diri sendiri, berani meminta bantuan, dan terus bertumbuh dalam setiap proses kehidupan.
Menurutnya, kekuatan seseorang bukan terletak pada hidup tanpa masalah, melainkan pada hati yang terus belajar.
Bagi Sahabat Muslim yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut atau bergabung dengan komunitas SHADA, dapat menghubungi akun Instagram resmi @shaumdaud.[Sdz]





