MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri. Keduanya membahas penguatan layanan pendidikan keagamaan serta pembinaan umat beragama di Papua. Hadir juga dalam pertemuan ini Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Klemens Taran.
Menag menegaskan, Kementerian Agama memiliki tugas dan fungsi menghadirkan layanan keagamaan bagi seluruh umat beragama.
Karena itu, layanan pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat agar dapat diakses secara adil oleh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
Menurut Menag, prinsip pelayanan yang adil menjadi bagian penting dari tugas Kementerian Agama sebagai institusi negara yang melayani seluruh pemeluk agama.
Ia menilai, pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Baca juga: Menko Bersama Menag Tainjau Pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri di Bogor
Menag Bahas Penguatan Layanan Pendidikan Keagamaan dan Pembinaan Umat Beragama di Papua
Menag lalu menekankan urgensi komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar kebutuhan layanan keagamaan di daerah dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Selain pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama dalam pembinaan umat beragama.
Salah satu perhatian yang mengemuka adalah pengembangan wawasan keagamaan bagi tokoh-tokoh agama di Papua sesuai dengan agama masing-masing.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyampaikan bahwa Papua merupakan wilayah dengan keberagaman etnis dan agama yang tinggi.
Karena itu, ia menilai penguatan layanan pendidikan keagamaan dan pembinaan umat perlu terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi masyarakat setempat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Matius berharap pengembangan sekolah-sekolah keagamaan di Papua dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, pendidikan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
Ia juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap sekolah-sekolah keagamaan perlu menjangkau seluruh pemeluk agama sesuai kebutuhan masyarakat Papua.
Dengan demikian, layanan keagamaan diharapkan dapat semakin mendukung kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. [Din]





