• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 2 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Mahathir: Kasus Rohingya adalah Genosida dan Dunia harus Bertindak

25/09/2019
in Berita
69
SHARES
531
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Selasa kemarin meminta masyarakat internasional segera menyelesaikan krisis Rohingya.

"Mari kita mulai berbicara apa adanya. Apa yang terjadi di negara bagian Rakhine adalah genosida," katanya di sela-sela Sesi ke-74 Majelis Umum PBB seperti dilansir Channel News Asia, Rabu hari ini..

"Apa yang terjadi adalah pembunuhan massal, pemerkosaan sistematis dan pelanggaran HAM berat lainnya."

Sekitar 740.000 Rohingya meninggalkan desa mereka di Rakhine setelah operasi militer pada Agustus 2017.

Mereka bergabung dengan hampir 200.000 yang sudah tinggal di kamp-kamp kumuh di seberang perbatasan di Cox's Bazar, di Bangladesh tenggara.

Semakin lama pengungsi tinggal di kamp-kamp tersebut, situasi mereka akan semakin menyedihkan, ujar Mahathir.

"Sebagaimana adanya, para pengungsi rentan terhadap eksploitasi. Mereka bisa jadi sasaran kejahatan lintas batas seperti perdagangan manusia dan perbudakan seks, antara lain. Mereka hanya dapat melihat masa depan yang suram," kata dia.

Mereka yang bertahan di Myanmar telah menjadi pengungsi internal yang mendekam di kamp-kamp di Rakhine, kata Mahathir.

"Pihak berwenang Myanmar telah menolak akses beberapa pejabat PBB dan pekerja bantuan kemanusiaan," kata dia.

"Jika Myanmar tidak menyembunyikan apa pun, mengapa orang lain tidak boleh menilai situasi di Rakhine? Biarkan para pejabat dan pekerja bantuan ini mengunjungi, memeriksa dan membantu mereka yang tinggal di kamp-kamp."

Repatriasi harus menjadi prioritas utama Myanmar untuk menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi krisis, kata Mahathir.

Dua upaya repatriasi telah dilakukan untuk memulangkan beberapa pengungsi namun keduanya gagal.

"Alasannya jelas. Tidak ada yang akan kembali jika mereka tidak merasa keselamatannya terjamin," kata dia.

"Malaysia akan terus bersikeras bahwa repatriasi dilakukan dengan cara yang aman, sukarela dan bermartabat."

Mahathir mengatakan ini hanya bisa dilakukan dengan memberikan kewarganegaraan penuh kepada para Rohingya.

"Namun, otoritas Myanmar telah memanipulasi masalah Rohingya dan mengeksploitasi rasa takut, kebencian dan kekerasan.

“Dengan demikian, hanya mempertimbangkan gagasan pemberian kewarganegaraan tidak dapat diterima," ujar dia.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wazed yang juga hadir dalam acara itu mengatakan negaranya menampung lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya.

Malaysia menurut juga telah memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk rumah sakit lapangan di Cox's Bazar dan menampung hampir 100.000 pengungsi Rohingya yang terdaftar, dan lebih banyak lagi yang tidak terdaftar.

"Walaupun ini mungkin tampak seperti jumlah kecil dibandingkan dengan yang ada di Bangladesh, banyak hal telah dilakukan untuk memungkinkan mereka hidup layak sementara mereka menunggu relokasi ke negara ketiga.

"Kami akan terus membantu warga Rohingya dalam kemampuan kami," dia berjanji.[ah/anadolu]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Penerbangan Dibatalkan, Dua Pria Klaim Didiskriminasi karena Muslim

Next Post

BNI Syariah Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Institut Agama Islam Tazkia Bogor

Next Post

BNI Syariah Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Institut Agama Islam Tazkia Bogor

BNI Syariah Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Institut Agama Islam Tazkia Bogor

AILA Indonesia: Kelompok Kebebasan Seksual Susupi Aksi Mahasiswa untuk Sahkan RUU P-KS

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8557 shares
    Share 3423 Tweet 2139
  • Makna 4 Sumpah Allah Pada Surah At-Tiin

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Resep Siomay Gluten Free ala Chef Devina Hermawan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11394 shares
    Share 4558 Tweet 2849
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4384 shares
    Share 1754 Tweet 1096
  • Rakerwil Salimah Jakarta Konkretkan Kesolidan untuk Program Berdampak

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3850 shares
    Share 1540 Tweet 963
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    267 shares
    Share 107 Tweet 67
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga