• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 25 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Mahathir: Kasus Rohingya adalah Genosida dan Dunia harus Bertindak

25/09/2019
in Berita
69
SHARES
532
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Selasa kemarin meminta masyarakat internasional segera menyelesaikan krisis Rohingya.

"Mari kita mulai berbicara apa adanya. Apa yang terjadi di negara bagian Rakhine adalah genosida," katanya di sela-sela Sesi ke-74 Majelis Umum PBB seperti dilansir Channel News Asia, Rabu hari ini..

"Apa yang terjadi adalah pembunuhan massal, pemerkosaan sistematis dan pelanggaran HAM berat lainnya."

Sekitar 740.000 Rohingya meninggalkan desa mereka di Rakhine setelah operasi militer pada Agustus 2017.

Mereka bergabung dengan hampir 200.000 yang sudah tinggal di kamp-kamp kumuh di seberang perbatasan di Cox's Bazar, di Bangladesh tenggara.

Semakin lama pengungsi tinggal di kamp-kamp tersebut, situasi mereka akan semakin menyedihkan, ujar Mahathir.

"Sebagaimana adanya, para pengungsi rentan terhadap eksploitasi. Mereka bisa jadi sasaran kejahatan lintas batas seperti perdagangan manusia dan perbudakan seks, antara lain. Mereka hanya dapat melihat masa depan yang suram," kata dia.

Mereka yang bertahan di Myanmar telah menjadi pengungsi internal yang mendekam di kamp-kamp di Rakhine, kata Mahathir.

"Pihak berwenang Myanmar telah menolak akses beberapa pejabat PBB dan pekerja bantuan kemanusiaan," kata dia.

"Jika Myanmar tidak menyembunyikan apa pun, mengapa orang lain tidak boleh menilai situasi di Rakhine? Biarkan para pejabat dan pekerja bantuan ini mengunjungi, memeriksa dan membantu mereka yang tinggal di kamp-kamp."

Repatriasi harus menjadi prioritas utama Myanmar untuk menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi krisis, kata Mahathir.

Dua upaya repatriasi telah dilakukan untuk memulangkan beberapa pengungsi namun keduanya gagal.

"Alasannya jelas. Tidak ada yang akan kembali jika mereka tidak merasa keselamatannya terjamin," kata dia.

"Malaysia akan terus bersikeras bahwa repatriasi dilakukan dengan cara yang aman, sukarela dan bermartabat."

Mahathir mengatakan ini hanya bisa dilakukan dengan memberikan kewarganegaraan penuh kepada para Rohingya.

"Namun, otoritas Myanmar telah memanipulasi masalah Rohingya dan mengeksploitasi rasa takut, kebencian dan kekerasan.

“Dengan demikian, hanya mempertimbangkan gagasan pemberian kewarganegaraan tidak dapat diterima," ujar dia.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wazed yang juga hadir dalam acara itu mengatakan negaranya menampung lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya.

Malaysia menurut juga telah memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk rumah sakit lapangan di Cox's Bazar dan menampung hampir 100.000 pengungsi Rohingya yang terdaftar, dan lebih banyak lagi yang tidak terdaftar.

"Walaupun ini mungkin tampak seperti jumlah kecil dibandingkan dengan yang ada di Bangladesh, banyak hal telah dilakukan untuk memungkinkan mereka hidup layak sementara mereka menunggu relokasi ke negara ketiga.

"Kami akan terus membantu warga Rohingya dalam kemampuan kami," dia berjanji.[ah/anadolu]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Penerbangan Dibatalkan, Dua Pria Klaim Didiskriminasi karena Muslim

Next Post

BNI Syariah Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Institut Agama Islam Tazkia Bogor

Next Post

BNI Syariah Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Institut Agama Islam Tazkia Bogor

BNI Syariah Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Institut Agama Islam Tazkia Bogor

AILA Indonesia: Kelompok Kebebasan Seksual Susupi Aksi Mahasiswa untuk Sahkan RUU P-KS

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8722 shares
    Share 3489 Tweet 2181
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11497 shares
    Share 4599 Tweet 2874
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3925 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4454 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • BJ Habibie, Alquran, dan Dua Mahasiswa Yahudi

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • MUI Soroti Kasus Penganiayaan Berat yang Menimpa YTR di Bandung

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2245 shares
    Share 898 Tweet 561
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga