KOALISI Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) menggelar Echoes of Palestina, kegiatan yang memadukan kajian kepalestinaan dan rihlah pada Sabtu hingga Ahad, 15-16 Agustus 2026. Acara digelar di Hotel Voco dan Orchid Forest, Bandung, dengan tema “Menyegarkan Jiwa dalam Rihlah, Menghidupkan Kepedulian untuk Palestina”. Sebanyak 100 peserta dari berbagai organisasi, anggota komunitas, tokoh, dan masyarakat umum menghadiri kegiatan.
Hari pertama, Sabtu (15/8), kegiatan diisi dengan kajian sebanyak empat topik. Materi “Palestina dan Peran Umat Islam” disampaikan oleh Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, SAg, ME. Ia memaparkan kondisi Palestina yang sangat memprihatinkan. 85% wilayah Pelestina telah dirampas oleh penjajah Israel. 15% yang belum diduduki berada di Gaza.
“Sejak tahun 1948 Masjid Al-Aqsa dinistakan, sedangkan penjaga masjid dibom dan dilaparkan oleh penjajah. Lebih dari 350 ribu keluarga tinggal dalam tenda penuh sesak dan puluhan ribu lainnya terpaksa tidur di tempat terbuka. Sementara itu, negara-negara tetangga bersahabat dengan Israel. Bayangkan, rakyat Palestina menyelamatkan harga diri 2 milyar umat Islam,” ujarnya.
Menurut Nurjanah, zionis telah sukses membuat umat Islam tidak peduli terhadap Palestina. Semakin lama masyarakat cenderung menormalkan apa yang terjadi di Gaza. Ia mengajak membantu rakyat Palestina dengan apa saja yang bisa.
“Membantu Palestina berarti membantu para penghafal Al-Qur’an dan keluarganya. Juga berarti membantu lembaga Al-Qur’an, masjid, keluarga syuhada, termasuk membantu memperbaiki jutaan mushaf Al-Qur’an yang rusak akibat dihancurkannya 1000 masjid,” jelasnya.
Rakyat Palestina, imbuh Nurjanah, membutuhkan aksi nyata dari umat Islam. Caranya, terus mengedukasi diri dan orang lain, menanamkan militansi kepedulian bela Palestina dengan terus bergerak, menghimpun kekuatan dana perjuangan dengan wakaf produktif Palestina dan dana darurat, serta mendoakan Palestina setiap usai solat.
Pada sesi kedua, Wakil Ketua KPIPA, Hasanah Ubaidillah, Lc, MPhil, memaparkan materi “Mengenal Para Penjaga (Murabitah) Masjid Al-Aqsa”.
Selesai zuhur, acara dilanjutkan dengan materi “Pentingnya Kebersamaan dalam Berjuang Membela Palestina dalam Perspektif Al-Qur’an” oleh Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc. Dan terakhir, materi “Mengenal Masjid Al-Aqsa dan Bentuk-Bentuk Penodaan terhadap Kesuciannya” disampaikan oleh Dr. Saiful Bahri, M.A.
Acara selama dua hari ini merupakan kolaborasi unik antara edukasi, wisata religi, dan hiburan edukatif yang dikemas menarik agar pesan kepedulian sampai dengan cara yang menyenangkan.
Selain menguatkan ukhuwah Islamiyah, Echoes of Palestine bertujuan memberikan pemahaman yang utuh mengenai kedudukan Masjid Al-Aqsa dan Palestina dalam sejarah Islam. Juga untuk menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan Palestina melalui cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
Sekretaris Jendral KPIPA, Lissa Malike, Lc, mengajak peserta agar terus bersemangat membantu perjuangan rakyat Palestina.
“Mari kita bantu perjuangan rakyat Palestina dengan cara apapun selama Allah meridhoi. Fokus pada perjuangan dan pengorbanan adalah perkara yang tinggi dan mulia,” pungkasnya. [Mh/KPIPA]


