KHAWLA Nakata Kaori, perempuan asal Shizuoka, Jepang, dikenal atas kontribusinya dalam penerjemahan kitab Tafsir Jalalain ke dalam bahasa Jepang.
Karya tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam memperkenalkan literatur Islam kepada masyarakat Jepang.
Kaori lahir pada 26 Januari 1961 dan menempuh pendidikan di bidang sastra di Universitas Kyoto.
Perjalanannya dalam mempelajari Islam dimulai saat ia mengunjungi sebuah masjid di Paris, Prancis.
Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mempelajari agama Islam secara lebih mendalam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada Januari 1991, ia resmi memeluk Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah itu, Kaori melanjutkan studi ke Mesir untuk memperdalam ilmu keislaman, termasuk tafsir Al-Qur’an, fikih, dan berbagai kajian agama lainnya.
Selama masa studinya di Mesir, ia menikah dengan Nakata Ko, seorang sarjana asal Jepang yang juga mendalami Islam. Setelah kembali ke Jepang, keduanya aktif dalam kegiatan pendidikan dan penyebaran literatur Islam.
Khawla Nakata Kaori, Ulama Perempuan yang Menerjemahkan Tafsir Jalalain ke Bahasa Jepang
Dilansir dari beberapa sumber, salah satu kontribusi penting Kaori adalah keterlibatannya dalam penerjemahan Tafsir Jalalain, salah satu kitab tafsir klasik dalam tradisi Islam.
Terjemahan tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat Jepang dalam memahami isi dan penjelasan Al-Qur’an melalui bahasa mereka sendiri.
Selain itu, ia juga turut mendirikan Muslim Shinbun, sebuah publikasi bulanan yang membahas berbagai topik keislaman.
Media tersebut digunakan sebagai sarana edukasi dan informasi bagi komunitas Muslim di Jepang yang jumlahnya masih relatif kecil.
Baca juga: Ilmuwan Jepang: Saat Lapar, Tubuh Membersihkan Sel Rusak
Melalui penerjemahan dan aktivitas literasi tersebut, Kaori berperan dalam memperluas akses terhadap literatur Islam di Jepang, khususnya bagi pembaca yang tidak memiliki latar belakang bahasa Arab atau studi keislaman.
Pada 16 Agustus 2008, Kaori meninggal dunia di usia muda, 47 tahun. Saat sakit, dia terus menulis hingga meninggal dunia di rumah sakit.
Kontribusinya menjadi bagian dari perkembangan kajian Islam di Jepang yang semakin terbuka melalui pendekatan akademik dan penerjemahan teks keagamaan.[Sdz]





