• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

JDN Indonesia: Pemerintah Harus Bentuk Komite Nasional Wabah Corona

08/03/2020
in Berita
70
SHARES
536
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Pemerintah diminta untuk tidak berhenti pada penunjukan dr. Achmad Yurianto sebagai Jurubicara Penanganan COVID-19. Lebih dari itu, pemerintah harus membuat Komite Nasional Tanggap dan Cegah Wabah Corona untuk menghadapi penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Komite ini lintas sektoral. Tugasnya, tidak hanya menghasilkan sesuatu untuk Indonesia saja, tetapi juga untuk yang lain,” kata Founder & Chairman Junior Doctors Network (JDN) Indonesia dr Andi Khomeini Takdir dalam Diskusi Media “Jangan Panik, Kita Bisa Atasi Corona” yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) bersama LPPDI Thoriquna dan Wahana Muda Indonesia (WMI) di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2020.

Menurut Andi, bukan tidak mungkin para ahli di Indonesia dapat menemukan vaksin untuk virus Corona. Sebab potensi Indonesia untuk pembuatan vaksin dan obat-obatan untuk virus Corona sangatlah besar. 

“Nanti kita bisa jual, apa salahnya? Ini adalah kompetisi di antara 93 negara yang saat ini terkena penyebaran virus Corona,” kata Andi. 

Terkait telah diumumkannya pasien COVID-19 di Indonesia oleh pemerintah, Andi mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik. Masyarakat, kata dia, hanya perlu melakukan antisipasi. 

“Tidak perlu merespon wabah dengan kepanikan. Tak ada yang perlu cemas, takut, _panic buying,_ tapi harus melakukan antisipasi,” kata dia. 

Menurut dokter medis ini, jika seseorang panik, maka daya tahan tubuh akan turun. Sehingga akan lebih mudah terserang berbagai virus yang ada. Sebab di sekitar manusia ini banyak sekali virus yang beredar. “Karena itu jangan terlalu panik, tetapi juga jangan meremehkan. Pertengahan saja,” kata dia. 

Karena itu, menurut dokter asal Sulawesi Selatan ini, merebaknya COVID-19 saat ini menjadi era baru dan momentum untuk membangun gaya hidup sehat. Kebiasaan yang tidak sehat sudah waktunya direvisi bersama-sama. Masyarakat harus menggalakkan olahraga dan makan makanan yang sehat. “Jangan sentuh binatang liar, apalagi sampai dimakan,” kata Andi.  

Selain itu juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan. Agar masyarakat melakukan tindakan-tindakan preventif. 

Andi merasa yakin, penyebaran COVID-19 ini akan segera melemah dengan datangnya pergantian musim. Saat musim panas datang, kata Andi, virus Corona akan mudah mati. Sebab, virus Corona ini bisa mati hanya dengan terpapar sinar matahari selama tujuh menit saja. 

Menurut dia, pada Maret ini pergerakan penyebaran COVID-19 akan melambat. Sebab di belahan utara bumi, musim semi akan dimulai. Syaratnya, tak ada yang jahil, tak ada yang usil. Maksudnya, tak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menyebarkan virus tersebut dengan niat jahat. 

“Tapi kita harus waspadai siklusnya. Setelah wabah ini, COVID-19 akan punya siklus sendiri. November nanti, saat bumi menjauh dari matahari, mereka siap bangkit lagi,” kata Andi. [ah/rilis]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Aleg PKS Nilai Pemerintah Terlalu ‘Santuy’ Tangani Virus Corona

Next Post

Inilah Popularitas Ketua Umum Parpol di Jagat Virtual dalam Monitoring LKSP

Next Post

Inilah Popularitas Ketua Umum Parpol di Jagat Virtual dalam Monitoring LKSP

Bersama Klinik Mitra Husada, BMH Yogyakarta Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Agar Kasus ABG Slenderman Tak Terjadi Lagi

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Islam Mengajarkan Mandiri, Bukan Mengemis

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7794 shares
    Share 3118 Tweet 1949
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Kafe Sastra Balai Pustaka, Tempat Artis Nongkrong untuk Membaca

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Pemuda Muhammadiyah DKI Tawarkan Kolaborasi Konkret untuk Jakarta Berkeadilan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3340 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Salimah Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor kepada Lansia di Langsa

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Belajar dari Kisah Qarun

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11094 shares
    Share 4438 Tweet 2774
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga