• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 24 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Aleg PKS Nilai Pemerintah Terlalu ‘Santuy’ Tangani Virus Corona

08/03/2020
in Berita
71
SHARES
549
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani menilai ada keterlambatan manajemen edukasi dan komunikasi dari pemerintah dalam menangani masuknya virus Corona (COVID-19) di Indonesia. 

Hal ini mengakibatkan kepanikan di kalangan masyarakat sehingga mereka melakukan aksi _panic buying_ baik kebutuhan pokok maupun masker dan _sanitizer,_ sesaat setelah Presiden Jokowi mengumumkan dua orang WNI yang terkena virus Corona. 

“Mestinya pemerintah belajar dari adanya demo masyarakat Natuna yang menolak wilayah mereka dijadikan tempat karantina 238 WNI dari Wuhan. Itu karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu,” kata Netty dalam Diskusi Media “Jangan Panik, Kita Bisa Atasi Corona” yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) bersama LPPDI Thoriquna dan Wahana Muda Indonesia (WMI) di Jakarta, Sabtu siang 7 Maret 2020. 

Kepanikan itu, kata Netty, diperparah dengan rendahnya literasi masyarakat di era digital ini yang sulit membedakan antara fakta dengan berita bohong alias hoaks. 

“Sementara pemerintah, kalau menurut netizen sekarang, terlalu _santuy._ Masyarakat mencari informasi sendiri,” kata Anggota Fraksi PKS di DPR itu. 

Sebagai contoh kecil, kata Netty, di kalangan Anggota DPR saja, masih terjadi kebingungan dalam membedakan kegunaan dan fungsi masker. 

Karena itu ia menyarankan agar pemerintah menggunakan media yang dimiliki, seperti TVRI, untuk mengeluarkan pengumuman terkait COVID-19 secara teratur. _“The Media’s the most powerful entity on earth,”_ kata Netty sembari mengutip pernyataan Malcolm X. 

Walaupun terlambat, Netty mengapresiasi akhirnya pemerintah menunjuk seorang jurubicara penanganan COVID-19, yakni Achmad Yurianto, yang dia nilai mampu menyampaikan secara baik informasi tentang COVID-19. Yuri adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. _“Better late than never,”_ kata dia. 

Selain menyoroti masalah komunikasi pemerintah, istri mantan Gubernur Jawa Barat dua periode, Ahmad Heryawan, itu juga mendorong agar penanganan virus Corona ini dilakukan kerja sama lintas sektoral. Ia mengakui, saran ini mudah untuk diucapkan tetapi sangat sulit untuk diimplementasikan. 

“Kita kasih kesempatan pemerintah untuk bekerja. Karena kita sudah nggak kurang-kurang bertanya, mendesak dan lainnya. Sekarang kami masih reses, nanti kalau sudah selesai kami berkantor lagi  kita akan evaluasi,” kata anggota DPR dari Dapil Jabar VIII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu ini.  

Terlepas dari kekurangan pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19 ini, Netty berpesan kepada masyarakat agar tidak melakukan _rush_ dan _pannic buying_ kebutuhan pokok maupun masker. 

Ia berharap agar masuknya Virus Corona ke Indonesia ini menjadikan momentum untuk memperbaiki gaya hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh.  “Insyaallah Corona bisa kita lawan bersama-sama,” pungkasnya. [ah/rilis]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cerita Ummu Alila saat Dipinang Ustadz Felix

Next Post

JDN Indonesia: Pemerintah Harus Bentuk Komite Nasional Wabah Corona

Next Post

JDN Indonesia: Pemerintah Harus Bentuk Komite Nasional Wabah Corona

Inilah Popularitas Ketua Umum Parpol di Jagat Virtual dalam Monitoring LKSP

Bersama Klinik Mitra Husada, BMH Yogyakarta Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

  • 6 Manfaat Mainan Pop It untuk Tumbuh Kembang Anak

    Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9597 shares
    Share 3839 Tweet 2399
  • Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2553 shares
    Share 1021 Tweet 638
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Salimah Dukung MUI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2485 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga