• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 11 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Hidup di Jepang Sebagai Anak Muda Muslim Keturunan Jepang

05/06/2021
in Berita
Hidup di Jepang Sebagai Anak Muda Muslim Keturunan Jepang

Hidup di Jepang Sebagai Anak Muda Muslim Keturunan Jepang

238
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Lahir sebagai seorang Muslim Jepang di Jepang yang hanya memiliki sedikit dalam jumlah, mendorong Sahar Nakayama menjadi anak muda Muslim memiliki sudut pandang yang lebih luas sebagai orang Jepang sekaligus sebagai seorang Muslim.

Baca juga: Anak Muda adalah Perekat dan Pemersatu Agenda Kebangsaan

Hari ini kami mewawancarai Sahar Nakayama yang akan membagikan pikiran dan pengalamannya kepada kita semua.

Sahar Nakayama, atau yang biasa dipanggil Sahar, adalah seorang Muslim keturunan Jepang berumur 19 tahun  dengan kedua orang tua berkewarganegaraan Pakistan dan Jepang, yang lahir dan dibesarkan di Tokyo.

Dia bersekolah di sekolah negeri Jepang dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas, dan sekarang sedang melanjutkan pendidikannya di sebuah universitas di Jepang mengambil jurusan budaya dan bahasa Timur Tengah.

Mengenakan Hijab di Sekolah Negeri Jepang
Di masa kecil, dia bersekolah di Taman Kanak-Kanak Islam Internasional yang mendorongnya untuk mulai memakai hijab saat umur 5 tahun.

Kemudian dia melanjutkan pendidikannya ke sekolah negeri di Jepang, dimana perlu diketahui harus memakai seragam yang ditentukan dan kebanyakan tanpa hijab, kami penasaran bagaimana caranya dia melalui itu semua.

Menurut Sahar, dia harus membicarakan sebelumnya kepada guru di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama tentang kebutuhan memakai hijab dan seragam yang didesain sesuai dengan ajaran Islam yaitu menutup kulit. Alhamdulillah, sekolahnya mengerti dan semua berjalan dengan lancar. Di Sekolah Menengah Atas, dia bersekolah di sekolah yang punya kebebasan lebih dalam berseragam sehingga dia bisa menikmati masa-masa SMA dengan nyaman.

“Tentu saja, saya tidak akan memilih sekolah yang tidak memiliki kebebasan seperti itu”, katanya.

Jika kebanyakan dari kita khawatir bagaimana hijab akan mempengaruhi perilaku orang-orang terhadap kita, Sahar mengatakan bahwa semua orang berinteraksi dengannya secara normal, dia tidak pernah menghadapi masalah, dan temannya menerimanya apa adanya.

Di perguruan tinggi, dia lebih memiliki kebebasan dibandingkan dengan sekolah, dia bebas memilih apa yang ingin dia pakai, sebagai tambahan beberapa murid internasional memakai hijab di universitas sehingga semua orang sudah biasa dengan keberagaman seperti itu.

Terutama pada beberapa tahun terakhir ini, siluet longgar dan baju panjang sedang menjadi trend di Jepang, memberikan angin segar kepada Muslim untuk menemukan baju-baju Muslim-Friendly.

Mempelajari Islam di Jepang
Karena Sahar lahir di dalam keluarga Muslim, dia memiliki Ibu yang mengajarkannya cara shalat, wudhu, dan lainnya. Sebagai tambahan, dia terbiasa untuk pergi ke Masjid setiap hari sampai awal Sekolah Menengah Pertama untuk mempelajari Al-Qur’an dan menambah pengetahuannya tentang Islam.

Selain itu, dia belajar cara memakai hijab dari teman dan keluarga, serta dari tutorial memakai hijab yang bisa ditemukan di YouTube dan Instagram.

Hidup di negara dimana Muslim adalah minoritas penuh dengan tantangan yang akan membawa Islam dekat dengan kita sekaligus memperluas wawasan ke sudut pandang yang lebih luas. Sahar mengatakan bahwa di Jepang, mode sederhana mudah untuk dikombinasikan.

Pada dasarnya, orang Jepang memiliki kecenderungan untuk menghindar orang lain sehingga kalian akan lebih bebas untuk memakai atau melakukan sesuatu tanpa harus mengkhawatirkan apapun. Selain itu, pertambahan penduduk asing dan turis mancanegara beberapa tahun ini memberikan efek positif dalam meningkatkan kesadaran akan keberagaman kepada orang-orang lokal.

Tapi sekali lagi, saat ini masih cukup sulit untuk bisa melakukan shalat di luar ruangan. Menurut Sahar, dia bisa mengatur jam shalat di antara pelajaran-pelajaran selama kehidupan sekolahnya, tapi dia sulit mengatur jam shalat saat dia bekerja paruh waktu karena keterbatasan tempat dan waktu, dari pengalamannya dia harus melakukan shalar setelah jam kerjanya selesai.

Sahar lulus dari SMA dan menjadi mahasiswa universitas tepat sebelum pandemi menyerang. Kondisi ini mendorongnya untuk menantang kesempatan demi meraih banyak pengalaman sosial, seperti melakukan pekerjaan paruh waktu pertamanya, bergabung pada program intership, dan masih banyak lagi.

Mimpi Masa Depannya
Memiliki sudut pandang sebagai orang Jepang sekaligus seorang anak muda Muslim, Sahar berkeinginan untuk terlibat dalam bidang pendidikan dengan beberapa cara di masa depan, seperti terlibat dalam pendidikan Islam untuk generasi kedua dari penduduk Muslim di Jepang.

“Saya ingin menjadi orang yang bisa memberikan anak-anak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan budaya”, ujarnya.[ah/fooddiversity]

Tags: anak mudamuslim jepang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

‘Peta Islam’ Austria Tidak akan Ditiru Jerman

Next Post

Aplikasi Pariwisata Saudi Hubungkan Penerima Manfaat ke Penyedia Layanan

Next Post
Aplikasi Pariwisata Saudi Hubungkan Penerima Manfaat ke Penyedia Layanan

Aplikasi Pariwisata Saudi Hubungkan Penerima Manfaat ke Penyedia Layanan

Peristiwa Wafatnya Abu Thalib dan Khadijah

Peristiwa Wafatnya Abu Thalib dan Khadijah

Oki Setiana Dewi Ungkap Kronologi Sang Ayah Meninggal Dunia

Oki Setiana Dewi Ungkap Kronologi Sang Ayah Meninggal Dunia

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8371 shares
    Share 3348 Tweet 2093
  • Pengurus Salimah Kalimantan Selatan Ikuti Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3776 shares
    Share 1510 Tweet 944
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4292 shares
    Share 1717 Tweet 1073
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3349 shares
    Share 1340 Tweet 837
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5357 shares
    Share 2143 Tweet 1339
  • Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    825 shares
    Share 330 Tweet 206
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga