• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Gegara Ini Orang Asmat Kena Gizi Buruk

14/02/2018
in Berita
81
SHARES
620
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Daerah Papua yang indah, subur dan kaya tiba-tiba muncul masalah gizi buruk. Hal ini menjadi pertanyaan bagi kita yang mendengar hal ini.

Ketika tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia dan Dompet Dhuafa datang ke Asmat. Mengenai Gizi buruk yang dialami masyarakat di sana terbuka misterinya.

Hal ini diungkapkan dr Halid Malik dari Ikatan Dokter Indonesia.

“Sebenarnya perilaku orang Asmat adalah tipe mandiri. Hampir kebutuhan masyarakat di sana bisa dipenuhi di sekitar lingkungan mereka, baik di dekat rumah, laut, maupun di hutan,” kata dr. Halid ditemui di Konferensi Food Bank for Asmat di Gedung Dompet Dhufa, Selasa (14/2/2018).

Namun, kata pria memakai kemeja ini mengaku perilaku mereka berubah ketika mereka mendapat pekerjaan dan upah, seperti menebang kayu, dan berbagai pekerjaan baru.

“pekerjaan baru mereka membuat mereka sibuk sehingga melupakan kebiasaan mereka untuk mencari sagu dan makanan di sekitar mereka yang bergizi,” kata dr khalid.

Dari pekerjaan baru tersebut, kata dr. Halid, mereka mendapat upah dan membelanjakan makanan instan.

“Anehnya mereka lebih suka membelanjakan makanan instan seperti mie, ikan kaleng. Makanan tersebut nanti dicampur sagu,” tambah Halid.

Halid menambahkan pergeseran makanan yang biasa dicari tersebut menjadi makanan instan membuat gizi buruk di asmat.

“Selain itu, tingkat kelahiran orang asmat sangat tinggi. Mereka bisa melahirkan setahun sekali. Dengan rata-rata sepasag suami istri mempunyai delapan orang anak,” kata dr. Halid.

Bayi yang masih disusui, kata Halid, tidak terkena gizi buruk. Namun, mereka yang sudah tidak disusui itu kena kekurangan gizi.

“Rata-rata bayi berumur satu tahun karena bayi yang sudah berumur satu tahun biasanya sudah tidak disusui dan sering ditinggal oleh kedua orang tuanya per dua minggu sekali,” tambah dr. Halid.

Tiap dua minggu sekali orang-orang Asmat pergi ke hutan untuk mencari sagu. Bayi yang sudah lebih satu tahun dititipkan ke tetangga atau ke sanak famili mereka.

“Ini masalah lain yang harus diperhatikan oleh pemerintah mengenai tingkat kelahiran di Asmat. Jika dibiarkan atau tidak dikontrol maka akan menjadi masalah berkepanjangan. Bayi-bayi yang dititipkan itu belum tentu diberikan susu atau gizi yang baik dari keluarga atau tetangganya,” katanya.

Kesimpulan ini diambil dr. Halid setelah tiga minggu berada di Asmat. Selain itu, geografis di Asmat itu tidak baik karena merupakan tanah rawa. Suku Asmat, kata dr khalid, mengambil air bersih dari air hujan yang turun per dua hari sekali.

dr. Khalid berharap pemerintah memerhatikan terkait pendidikan, kemudian cara mengelola uang, air bersih dan tambahan tenaga kesehatan.

“Lokasi asmat sangat jauh dari pelayanan kesehatan, bukan itu saja hanya ada 6 tenaga kesehatan. Itu tidak sebanding dengan warga Asmat yang banyak,” pungkasnya

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kulwap Pranikah Salimah Singlelillah Terbuka untuk Jomblowati Purbalingga

Next Post

Cara HijUp Rayakan World Hijab Day

Next Post

Cara HijUp Rayakan World Hijab Day

Kegiatan Donor Darah di Pesonna Hotel Semarang Suguhkan Suasana Berbeda

Pesonna Hotel Semarang Peduli dan Berbagi Kasih Sayang dengan Donor Darah

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    494 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3436 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4098 shares
    Share 1639 Tweet 1025
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7902 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6706 shares
    Share 2682 Tweet 1677
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5269 shares
    Share 2108 Tweet 1317
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga