• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 15 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Gegara Ini Orang Asmat Kena Gizi Buruk

14/02/2018
in Berita
81
SHARES
626
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Daerah Papua yang indah, subur dan kaya tiba-tiba muncul masalah gizi buruk. Hal ini menjadi pertanyaan bagi kita yang mendengar hal ini.

Ketika tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia dan Dompet Dhuafa datang ke Asmat. Mengenai Gizi buruk yang dialami masyarakat di sana terbuka misterinya.

Hal ini diungkapkan dr Halid Malik dari Ikatan Dokter Indonesia.

“Sebenarnya perilaku orang Asmat adalah tipe mandiri. Hampir kebutuhan masyarakat di sana bisa dipenuhi di sekitar lingkungan mereka, baik di dekat rumah, laut, maupun di hutan,” kata dr. Halid ditemui di Konferensi Food Bank for Asmat di Gedung Dompet Dhufa, Selasa (14/2/2018).

Namun, kata pria memakai kemeja ini mengaku perilaku mereka berubah ketika mereka mendapat pekerjaan dan upah, seperti menebang kayu, dan berbagai pekerjaan baru.

“pekerjaan baru mereka membuat mereka sibuk sehingga melupakan kebiasaan mereka untuk mencari sagu dan makanan di sekitar mereka yang bergizi,” kata dr khalid.

Dari pekerjaan baru tersebut, kata dr. Halid, mereka mendapat upah dan membelanjakan makanan instan.

“Anehnya mereka lebih suka membelanjakan makanan instan seperti mie, ikan kaleng. Makanan tersebut nanti dicampur sagu,” tambah Halid.

Halid menambahkan pergeseran makanan yang biasa dicari tersebut menjadi makanan instan membuat gizi buruk di asmat.

“Selain itu, tingkat kelahiran orang asmat sangat tinggi. Mereka bisa melahirkan setahun sekali. Dengan rata-rata sepasag suami istri mempunyai delapan orang anak,” kata dr. Halid.

Bayi yang masih disusui, kata Halid, tidak terkena gizi buruk. Namun, mereka yang sudah tidak disusui itu kena kekurangan gizi.

“Rata-rata bayi berumur satu tahun karena bayi yang sudah berumur satu tahun biasanya sudah tidak disusui dan sering ditinggal oleh kedua orang tuanya per dua minggu sekali,” tambah dr. Halid.

Tiap dua minggu sekali orang-orang Asmat pergi ke hutan untuk mencari sagu. Bayi yang sudah lebih satu tahun dititipkan ke tetangga atau ke sanak famili mereka.

“Ini masalah lain yang harus diperhatikan oleh pemerintah mengenai tingkat kelahiran di Asmat. Jika dibiarkan atau tidak dikontrol maka akan menjadi masalah berkepanjangan. Bayi-bayi yang dititipkan itu belum tentu diberikan susu atau gizi yang baik dari keluarga atau tetangganya,” katanya.

Kesimpulan ini diambil dr. Halid setelah tiga minggu berada di Asmat. Selain itu, geografis di Asmat itu tidak baik karena merupakan tanah rawa. Suku Asmat, kata dr khalid, mengambil air bersih dari air hujan yang turun per dua hari sekali.

dr. Khalid berharap pemerintah memerhatikan terkait pendidikan, kemudian cara mengelola uang, air bersih dan tambahan tenaga kesehatan.

“Lokasi asmat sangat jauh dari pelayanan kesehatan, bukan itu saja hanya ada 6 tenaga kesehatan. Itu tidak sebanding dengan warga Asmat yang banyak,” pungkasnya

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kulwap Pranikah Salimah Singlelillah Terbuka untuk Jomblowati Purbalingga

Next Post

Cara HijUp Rayakan World Hijab Day

Next Post

Cara HijUp Rayakan World Hijab Day

Kegiatan Donor Darah di Pesonna Hotel Semarang Suguhkan Suasana Berbeda

Pesonna Hotel Semarang Peduli dan Berbagi Kasih Sayang dengan Donor Darah

  • Persiapan Menghadapi Akhir Zaman, Kenali Keutamaan Surat Al-Kahfi

    Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4416 shares
    Share 1766 Tweet 1104
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11450 shares
    Share 4580 Tweet 2863
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8650 shares
    Share 3460 Tweet 2163
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1398 shares
    Share 559 Tweet 350
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2216 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    252 shares
    Share 101 Tweet 63
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3893 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    246 shares
    Share 98 Tweet 62
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga