• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Agustus, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Facebook Akhirnya Setuju Sensor Kartun Nabi Buatan Charlie Hebdo di Turki

Januari 30, 2015
in Berita
69
SHARES
527
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

blokJejaring sosial Facebook akhirnya setuju untuk menyensor kartun Nabi Muhammad (saw) majalah satir Charlie Hebdo di Turki dan tunduk pada tekanan terkait gambar ofensif yang membuat marah umat Islam di seluruh dunia tersebut.

“Perusahaan ini mungkin yang berbasis di AS namun pengguna mereka bersifat global – mereka harus menghormati tradisi dan adat istiadat setempat,” ujar ahli cybersecurity Prof Alan Woodward dari Surrey University kepada BBC awal pekan ini.

“Mereka diwajibkan untuk mematuhi hukum negara dan kuncinya adalah transparansi.

“Ada bahaya dalam sensor pemerintahan terkait apa yang dilihat oleh orang-orang di sebuah negera, sehingga orang-orang layak untuk mengetahui jika ada sesuatu yang sedang disensor.”

Keputusan yang diumumkan oleh Facebook dan dilaporkan di media itu menyusul adanya ancaman dari pengadilan Turki untuk memblokir akses Facebook jika gambar kartun menghina nabi Muhammad Charlie Hebdo tidak diblokir.

Facebook sendiri diyakini memiliki sekitar 40 juta pengguna di Turki.

Turki merupakan konsumen potensial bagi perusahaan teknologi AS, dengan pertumbuhan populasi digital muda pribumi dan ekonominya yang berkembang dengan cepat.

Facebook telah menerbitkan laporan permintaan dari pemerintah di seluruh dunia untuk data para pengguna mereka.

Laporan terbaru, yang mencakup periode Januari-Juni 2014, menunjukkan bahwa 1893 pembatasan konten berasal dari Turki selama waktu itu.

Sebelumnya pada 2014, Turki sempat memblokir akses Twitter dan YouTube.[af/onislam]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kenali Gejala Epilepsi pada Anak

Next Post

Muslimah Florida Lebih Memilih Cara Damai Hadapi Islamofobia

Next Post

Muslimah Florida Lebih Memilih Cara Damai Hadapi Islamofobia

Aksesoris Hijab Devi Permatasari

Dendeng Sapi Balado

  • shakila premium

    Kenalan sama Bahan Shakila Premium yang Lagi Naik Daun Yuk!

    36726 shares
    Share 14690 Tweet 9182
  • 33 Pertanyaan yang Harus Ditanyakan Setiap Gadis Saat Taaruf

    11120 shares
    Share 4448 Tweet 2780
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    10997 shares
    Share 4399 Tweet 2749
  • Ucapkan Barakallah sebagai Pengganti Selamat

    7923 shares
    Share 3169 Tweet 1981
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7255 shares
    Share 2902 Tweet 1814
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga