PEMERINTAH Arab Saudi resmi meluncurkan layanan kartu digital “New Muslim” (Muslim Baru) yang terintegrasi dengan aplikasi Tawakkalna, sehingga masyarakat yang mengajukan pernyataan masuk Islam dapat langsung memperoleh kartu digital setelah permohonannya disetujui.
Peluncuran layanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi dalam mengimplementasikan transformasi digital sesuai target Saudi Vision 2030, sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi.
Menteri Urusan Islam, Dakah, dan Bimbingan Arab Saudi, Sheikh Dr. Abdullatif Al Alsheikh, menyatakan bahwa proyek ini mengotomatisasi seluruh tahapan proses deklarasi masuk Islam, mulai dari pengajuan hingga penerbitan kartu secara elektronik. Setelah mendapatkan persetujuan, kartu digital secara otomatis muncul di aplikasi Tawakkalna dan dapat langsung digunakan oleh pemiliknya.
Layanan tersebut dikembangkan melalui integrasi dengan Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengembangkan ekosistem data dan kecerdasan buatan di Arab Saudi. Integrasi ini memungkinkan proses verifikasi identitas berlangsung secara otomatis dan aman.
Setiap kartu digital juga dilengkapi QR Code yang dapat dipindai untuk memastikan keaslian dokumen sekaligus membuktikan bahwa kartu tersebut diterbitkan secara resmi oleh otoritas yang berwenang. Sistem ini diharapkan mampu meminimalkan potensi pemalsuan dokumen sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap administrasi digital pemerintah.
Selain mempermudah penerima layanan, proyek digitalisasi ini juga bertujuan meningkatkan kualitas data pemerintah. Seluruh informasi yang masuk akan tersimpan secara terintegrasi sehingga memudahkan penyusunan laporan statistik yang lebih akurat untuk mendukung proses perencanaan kebijakan dan pengambilan keputusan di masa mendatang.
Baca juga: Kemenhaj Sumbar Sebut Jemaah Haji Menerima Bantuan Bencana dari Uni Emirat Arab
Arab Saudi Luncurkan Kartu Digital Mualaf Terintegrasi Tawakkalna, Permudah Proses Masuk Islam
Peluncuran kartu digital Muslim Baru menjadi bagian dari pengembangan berkelanjutan aplikasi Tawakkalna, yang kini telah berkembang menjadi platform layanan pemerintah terpadu di Arab Saudi.
Sepanjang 2026, Tawakkalna terus menambah berbagai layanan digital. Pada musim Haji 1447 H, aplikasi ini digunakan untuk menampilkan izin haji, identitas jamaah, izin masuk Makkah, hingga berbagai dokumen resmi lainnya. Tawakkalna juga menyediakan layanan dalam 19 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, guna memudahkan jamaah internasional mengakses berbagai layanan pemerintah selama berada di Arab Saudi.
Aplikasi tersebut kini menghadirkan lebih dari 1.300 layanan digital hasil kolaborasi dengan lebih dari 350 instansi pemerintah, meliputi sektor kesehatan, pendidikan, perizinan, hukum, pariwisata, ketenagakerjaan hingga layanan keluarga.
Platform ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 36 juta pengguna, menjadikannya salah satu ekosistem layanan digital terbesar di kawasan Timur Tengah.
Transformasi digital yang dilakukan pemerintah Arab Saudi merupakan salah satu pilar utama Saudi Vision 2030, yakni program nasional untuk melakukan diversifikasi ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi secara konsisten mengintegrasikan berbagai layanan administrasi ke dalam platform digital nasional, mulai dari layanan kesehatan, kependudukan, izin perjalanan, perizinan haji dan umrah, hingga kini proses administrasi bagi masyarakat yang memeluk agama Islam.
Dengan hadirnya kartu digital Muslim Baru, pemerintah berharap proses administrasi menjadi lebih sederhana, cepat, transparan, dan aman. Selain memberikan kemudahan bagi para mualaf, sistem baru ini juga memperkuat validitas data resmi pemerintah sekaligus menjadi langkah lanjutan menuju layanan publik yang sepenuhnya terdigitalisasi sesuai visi pembangunan Arab Saudi 2030. [Din]





