• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Omicron dan Liburan Nataru

06/12/2021
in Editorial
Dunia Mulai Menutup Masuk Indonesia

Ilustrasi, foto: law-justice.co

74
SHARES
573
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Bayang-bayang varian baru covid-19 bernama omicron masih menghantui Indonesia. Varian yang kabarnya berasal dari Afrika ini dikabarkan penularannya lima kali lebih cepat dari delta.

Desember ini bisa dibilang bulan paling dramatis untuk omicron. Dianggap dramatisnya karena ada dua hal yang berlangsung besamaan di bulan Desember.

Pertama, Desember menjadi momen liburan akhir tahun. Yang namanya liburan, segala kerumunan dalam jumlah besar bisa terjadi. Dan itu menjadi potensi penularan yang cepat.

Kedua, omicron kini menjadi “hantu” menakutkan di berbagai kawasan mancanegara: Afrika, Eropa, bahkan Singapura.

Nah, jika keduanya bertemu di bulan Desember, bisa dibayangkan seperti apa jadinya. Penularannya lima kali lebih cepat dari delta, dan momennya begitu “subur” di akhir Desember ini.

Namun, pendapat berbeda disampaikan dokter senior, Siti Fadilah Supari. Mantan menkes yang pernah dua kali menghadapi pandemi ini, menilai bahwa varian omicron, secara teoritis tidak berbahaya.

Hal itu disampaikan dokter ahli jantung ini dalam chanel youtubenya. Menurutnya, mungkin saja omicron memiliki penularan lebih cepat, tapi fatality atau potensi rusaknya tidak sebahaya varian awal.

Hal itulah yang menjadikan kawasan yang terserang omicron seperti di Eropa tidak mengalami kematian seperti di kasus covid awal dulu. Penularannya memang cepat, tapi kematiannya sangat rendah.

Terlebih lagi, WHO, menurutnya sudah merilis sejumlah obat yang sudah diakui efektif mengobati covid. Karena itu, masyarakat Indonesia menurutnya tidak perlu takut.

Bahkan menurut Siti Fadilah, varian omicron ini menunjukkan bahwa covid mulai menunjukkan sebagai penyakit flu biasa.

Boleh jadi, tentang larangan liburan akhir Desember sebagai langkah antisipatif pemerintah. Agar, apa yang pernah terjadi di bulan Juli lalu tidak terjadi lagi.

Apa yang disampaikan Siti Fadilah tentu akan menjadi kabar yang menenangkan untuk masyarakat. Tidak perlu terlalu takut karena justru hal inilah yang bisa memicu penurunan daya tahan tubuh.

Dan di sisi lain, larangan liburan Nataru boleh jadi akan membuat masyarakat berempati dengan kalangan yang kini banyak mengalami musibah. Mulai dari bencana alam, PHK massal, dan penurunan penghasilan.

Betapa tidak wajarnya jika di tengah kesusahan itu, ada kalangan yang berpesta pora hanya untuk mengisi liburan.

Jadi, anggap saja akhir Desember ini sebagai akhir bulan lain yang tidak perlu ada pesta dan liburan massal. Berhematlah sembari menunjukkan rasa empati untuk saudara-saudara kita yang mengalami kesusahan hidup. [Mh]

 

 

Tags: Omicron dan Liburan Nataru
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Restoran Amerika dan Lebanon Tertinggal dari Restoran Rumahan di Riyadh

Next Post

Akademi Oldham Minta Maaf Setelah Desak Siswa Muslim Shalat di Luar Ruangan

Next Post
Akademi Oldham Minta Maaf Setelah Desak Siswa Shalat di Luar Ruangan

Akademi Oldham Minta Maaf Setelah Desak Siswa Muslim Shalat di Luar Ruangan

Pelapor Facebook Sebut Transparansi Diperlukan untuk Perbaiki Penyakit Medsos

Pelapor Facebook Sebut Transparansi Diperlukan untuk Perbaiki Penyakit Medsos

Oreelf Land (Bag.4/End)

Oreelf Land (Bag.4/End)

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8538 shares
    Share 3415 Tweet 2135
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4375 shares
    Share 1750 Tweet 1094
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Perbedaan Air Mani dan Madzi

    252 shares
    Share 101 Tweet 63
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga