• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 15 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sanjungan Penuh Kebohongan

17/07/2026
in Khazanah, Unggulan
Tiga Cara Menyikapi Rekan Bisnis yang Suka Berbohong

Tiga Cara Menyikapi Rekan Bisnis yang Suka Berbohong (foto: pixabay)

97
SHARES
749
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Sanjungan Penuh Kebohongan. Ayat ini menginformasikan adanya tipe manusia yang menyukai pujian kepada dirinya atas perbuatan yang tidak dilakukannya.

Oleh: KH. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc.

لَا  تَحْسَبَنَّ  الَّذِيْنَ  يَفْرَحُوْنَ  بِمَاۤ  اَتَوْا  وَّيُحِبُّوْنَ  اَنْ  يُّحْمَدُوْا  بِمَا  لَمْ  يَفْعَلُوْا  فَلَا  تَحْسَبَنَّهُمْ  بِمَفَا زَةٍ  مِّنَ  الْعَذَا بِ   ۚ وَلَهُمْ  عَذَا بٌ  اَ  لِيْمٌ

“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.” (QS. Ali ‘Imran: 188)

Ayat ini menginformasikan adanya tipe manusia yang menyukai pujian kepada dirinya atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Alias pujian atau sanjungan yang direkayasa dan tidak sesuai kenyataan.

Orang seperti ini terancam siksa pedih di akhirat, sebagaimana disampaikan ayat di atas, karena melakukan kebohongan dan membuat banyak orang tertipu dengan pujian palsu tersebut.

Bila orang yang dipuji dan yang memuji sama-sama tahu bahwa pujian tersebut tidak sesuai fakta sebenarnya maka keduanya, orang yang dipuji dan yang memuji, sama statusnya, terancam siksa pedih karena melakukan kebohongan publik.

Baca Juga: Bahasa Kasih Sayang untuk Ananda (Bagian 2)

Sanjungan Penuh Kebohongan

Dalam Islam ada dua jenis pujian atau sanjungan yaitu sebagai berikut.

Sanjungan yang Dibolehkan

Pertama, sanjungan yang dibolehkan. Yaitu sanjungan atau pujian sesuai fakta sebenarnya dan tidak berlebihan hingga membuat orang yang dipuji menjadi rusak, seperti sombong dan lupa diri.

Pujian atau sanjungan dibolehkan apabila membuat orang yang dipuji atau disanjung makin bersemangat meningkatkan amal saleh atau ibadah dan memperbaiki diri. Seperti pujian atau sanjungan Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu:

نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللَّهِ لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فَكَانَ بَعْدُ لَا يَنَامُ مِنْ اللَّيْلِ إِلَّا قَلِيلًا

“Sungguh ‘Abdullah (bin Umar) adalah sebaik-baik orang, bila dia melakukan shalat malam”. Setelah mendengar ini ‘Abdullah bin ‘Umar tidak tidur malam kecuali sedikit. (Shahih al-Bukhari 1054)

Sanjungan yang Tercela

Kedua, sanjungan yang tercela. Yaitu sanjungan yang berlebihan dan penuh kebohongan sehingga membuat orang yang dipuji makin rusak, makin sombong, makin zalim dan tidak menyadari kesalahan atau kezalimannya.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang menyanjung secara berlebihan karena bisa merusak orang yang memuji dan yang dipuji, terutama bila orang yang dipuji termasuk orang yang gila pujian. Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِتَقْوَاكُمْ وَلَا يَسْتَهْوِيَنَّكُمْ الشَّيْطَانُ أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَاللَّهِ مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُونِي فَوْقَ مَنْزِلَتِي الَّتِي أَنْزَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, dan janganlah kalian tertipu oleh tipu daya setan, saya Muhammad bin Abdullah, hamba Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, saya tidak senang kalian mengangkat diriku lebih di atas derajat yang telah Allah ‘azza wajalla berikan kepadaku.” (Musnad Ahmad 12093)

Pujian atau sanjungan tercela dan terlarang bila tidak jujur, disertai kemunafikan, untuk menjilat dan mendapatkan sesuatu, baik berupa jabatan, kepentingan pribadi atau materi duniawi.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, memperingatkan orang yang suka memuji secara tidak benar:

إِذَا رَأَيْتُمْ الْمَدَّاحِينَ فَاحْثُوا فِي وُجُوهِهِمْ التُّرَابَ

“Bila kalian melihat orang-orang yang suka memuji, maka taburkanlah tanah di wajahnya.” (Muslim 5323)

Baca Juga: Memberikan Pujian kepada Anak

Imam al-Auza’i mengajarkan, bila ada seseorang yang memuji orang lain di hadapannya hendaklah dia mengatakan:

“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui tentang diriku daripada aku sendiri sedangkan aku lebih tahu tentang diriku daripada orang-orang. Ya Allah, janganlah Engkau menghukumku karena apa yang mereka katakan dan ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui”.

Tingkatan Akhlak Manusia dalam Sanjungan

Ibnu Hazm menyebutkan beberapa tingkatan akhlak manusia dalam masalah ini yaitu sebagai berikut.

1- Orang yang suka memuji di hadapan orang dan mencela di belakangnya. Ini sifat orang munafik yang suka mencela.

2- Orang yang suka mencela di hadapan orang dan di belakang. Ini sifat orang yang buruk lisannya di kalangan para pencela.

3- Orang yang suka memuji di hadapan orang dan di belakangnya. Ini sifat orang yang suka mencari muka dan ambisius.

4- Orang yang suka mencela di hadapan orang dan memuji di belakangnya. Ini sifat orang lemah dan bodoh.

5- Orang yang menahan diri dari memuji dan mencela di hadapan orangnya dan memuji karena suatu kebaikan di belakang atau menahan diri dari mencela. Ini sifat orang yang memiliki keutamaan.

6- Para pencela yang terhindar dari kemunafikan dan keburukan, mereka menahan diri dari mencela di hadapan orang dan mencela di belakang.

7- Orang yang menahan diri dari mencela dan memuji di hadapan orang dan di belakangnya. Mereka ini yang selamat. Semua kategori di atas telah kami saksikan dan kami telah merasakan ujiannya.

Semoga Sahabat Muslim terhindar dari sanjungan penuh kebohongan dan mengembalikan segala pujian kepada Allah Subhanahu wa taala.[ind]

Tags: sanjungan penuh kebohongan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips agar Anak Mau Makan Buah Tanpa Dipaksa

Next Post

Buah Pisang Dapat Memberikan Reaksi Alkalis dalam Pencernaan

Next Post
Buah Pisang Dapat Memberikan Reaksi Alkalis dalam Pencernaan

Buah Pisang Dapat Memberikan Reaksi Alkalis dalam Pencernaan

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta Utara yang Wajib Masuk Daftar Liburan

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta Utara yang Wajib Masuk Daftar Liburan

5 Tempat Wisata Kuliner Viral di Jakarta Timur yang Wajib Dicoba

5 Tempat Wisata Kuliner Viral di Jakarta Timur yang Wajib Dicoba

  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9322 shares
    Share 3729 Tweet 2331
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Beberapa Tips Memilih Tas yang bisa Dipakai di Berbagai Aktivitas

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4226 shares
    Share 1690 Tweet 1057
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4803 shares
    Share 1921 Tweet 1201
  • Doa Nabi Musa AS untuk Jodoh dan Pekerjaan yang Mengajarkan Keteguhan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Inilah Negara Penghafal Qur’an Terbanyak

    514 shares
    Share 206 Tweet 129
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga