• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 1 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sanjungan Penuh Kebohongan

09/09/2025
in Khazanah, Unggulan
Tiga Cara Menyikapi Rekan Bisnis yang Suka Berbohong

Tiga Cara Menyikapi Rekan Bisnis yang Suka Berbohong (foto: pixabay)

90
SHARES
692
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Sanjungan Penuh Kebohongan. Ayat ini menginformasikan adanya tipe manusia yang menyukai pujian kepada dirinya atas perbuatan yang tidak dilakukannya.

Oleh: KH. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc.

لَا  تَحْسَبَنَّ  الَّذِيْنَ  يَفْرَحُوْنَ  بِمَاۤ  اَتَوْا  وَّيُحِبُّوْنَ  اَنْ  يُّحْمَدُوْا  بِمَا  لَمْ  يَفْعَلُوْا  فَلَا  تَحْسَبَنَّهُمْ  بِمَفَا زَةٍ  مِّنَ  الْعَذَا بِ   ۚ وَلَهُمْ  عَذَا بٌ  اَ  لِيْمٌ

“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.” (QS. Ali ‘Imran: 188)

Ayat ini menginformasikan adanya tipe manusia yang menyukai pujian kepada dirinya atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Alias pujian atau sanjungan yang direkayasa dan tidak sesuai kenyataan.

Orang seperti ini terancam siksa pedih di akhirat, sebagaimana disampaikan ayat di atas, karena melakukan kebohongan dan membuat banyak orang tertipu dengan pujian palsu tersebut.

Bila orang yang dipuji dan yang memuji sama-sama tahu bahwa pujian tersebut tidak sesuai fakta sebenarnya maka keduanya, orang yang dipuji dan yang memuji, sama statusnya, terancam siksa pedih karena melakukan kebohongan publik.

Baca Juga: Bahasa Kasih Sayang untuk Ananda (Bagian 2)

Sanjungan Penuh Kebohongan

Dalam Islam ada dua jenis pujian atau sanjungan yaitu sebagai berikut.

Sanjungan yang Dibolehkan

Pertama, sanjungan yang dibolehkan. Yaitu sanjungan atau pujian sesuai fakta sebenarnya dan tidak berlebihan hingga membuat orang yang dipuji menjadi rusak, seperti sombong dan lupa diri.

Pujian atau sanjungan dibolehkan apabila membuat orang yang dipuji atau disanjung makin bersemangat meningkatkan amal saleh atau ibadah dan memperbaiki diri. Seperti pujian atau sanjungan Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu:

نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللَّهِ لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فَكَانَ بَعْدُ لَا يَنَامُ مِنْ اللَّيْلِ إِلَّا قَلِيلًا

“Sungguh ‘Abdullah (bin Umar) adalah sebaik-baik orang, bila dia melakukan shalat malam”. Setelah mendengar ini ‘Abdullah bin ‘Umar tidak tidur malam kecuali sedikit. (Shahih al-Bukhari 1054)

Sanjungan yang Tercela

Kedua, sanjungan yang tercela. Yaitu sanjungan yang berlebihan dan penuh kebohongan sehingga membuat orang yang dipuji makin rusak, makin sombong, makin zalim dan tidak menyadari kesalahan atau kezalimannya.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang menyanjung secara berlebihan karena bisa merusak orang yang memuji dan yang dipuji, terutama bila orang yang dipuji termasuk orang yang gila pujian. Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِتَقْوَاكُمْ وَلَا يَسْتَهْوِيَنَّكُمْ الشَّيْطَانُ أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَاللَّهِ مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُونِي فَوْقَ مَنْزِلَتِي الَّتِي أَنْزَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, dan janganlah kalian tertipu oleh tipu daya setan, saya Muhammad bin Abdullah, hamba Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, saya tidak senang kalian mengangkat diriku lebih di atas derajat yang telah Allah ‘azza wajalla berikan kepadaku.” (Musnad Ahmad 12093)

Pujian atau sanjungan tercela dan terlarang bila tidak jujur, disertai kemunafikan, untuk menjilat dan mendapatkan sesuatu, baik berupa jabatan, kepentingan pribadi atau materi duniawi.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, memperingatkan orang yang suka memuji secara tidak benar:

إِذَا رَأَيْتُمْ الْمَدَّاحِينَ فَاحْثُوا فِي وُجُوهِهِمْ التُّرَابَ

“Bila kalian melihat orang-orang yang suka memuji, maka taburkanlah tanah di wajahnya.” (Muslim 5323)

Baca Juga: Memberikan Pujian kepada Anak

Imam al-Auza’i mengajarkan, bila ada seseorang yang memuji orang lain di hadapannya hendaklah dia mengatakan:

“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui tentang diriku daripada aku sendiri sedangkan aku lebih tahu tentang diriku daripada orang-orang. Ya Allah, janganlah Engkau menghukumku karena apa yang mereka katakan dan ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui”.

Tingkatan Akhlak Manusia dalam Sanjungan

Ibnu Hazm menyebutkan beberapa tingkatan akhlak manusia dalam masalah ini yaitu sebagai berikut.

1- Orang yang suka memuji di hadapan orang dan mencela di belakangnya. Ini sifat orang munafik yang suka mencela.

2- Orang yang suka mencela di hadapan orang dan di belakang. Ini sifat orang yang buruk lisannya di kalangan para pencela.

3- Orang yang suka memuji di hadapan orang dan di belakangnya. Ini sifat orang yang suka mencari muka dan ambisius.

4- Orang yang suka mencela di hadapan orang dan memuji di belakangnya. Ini sifat orang lemah dan bodoh.

5- Orang yang menahan diri dari memuji dan mencela di hadapan orangnya dan memuji karena suatu kebaikan di belakang atau menahan diri dari mencela. Ini sifat orang yang memiliki keutamaan.

6- Para pencela yang terhindar dari kemunafikan dan keburukan, mereka menahan diri dari mencela di hadapan orang dan mencela di belakang.

7- Orang yang menahan diri dari mencela dan memuji di hadapan orang dan di belakangnya. Mereka ini yang selamat. Semua kategori di atas telah kami saksikan dan kami telah merasakan ujiannya.

Semoga Sahabat Muslim terhindar dari sanjungan penuh kebohongan dan mengembalikan segala pujian kepada Allah Subhanahu wa taala.[ind]

Tags: sanjungan penuh kebohongan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

UBN Laporkan Kondisi Relawan Sumud Flotilla dan Serangan Drone di Perairan Tunisia

Next Post

Kenali Fenomena Epsilon Perseids yang Akan Terjadi pada 9 September 2025

Next Post
Kenali Fenomena Epsilon Perseids yang Akan Terjadi pada 9 September 2025

Kenali Fenomena Epsilon Perseids yang Akan Terjadi pada 9 September 2025

Kebaikan yang tidak ada putusnya

3 Kebaikan yang Tiada Putusnya

Menciptakan Rumah Tangga Antidrama

Menciptakan Rumah Tangga Antidrama

  • An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    530 shares
    Share 212 Tweet 133
  • Funwalk An Nahl Islamic School Jadi Simbol Sinergi Orang Tua dan Sekolah Dampingi Anak

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7914 shares
    Share 3166 Tweet 1979
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3446 shares
    Share 1378 Tweet 862
  • Bolehkah Puasa Daud dan Puasa Ayamul Bidh Digabung

    635 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Penjelasan Hadis ke-26 Mensyukuri Nikmat dengan Bersedekah

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2119 shares
    Share 848 Tweet 530
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga