• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 1 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Dilema Pembelajaran Tatap Muka

02/09/2021
in Editorial
Dilema Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi, foto: pinusi.com

76
SHARES
587
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Sejumlah daerah akhirnya melakukan uji coba pendidikan tatap muka (PTM) sekolah. Namun, kekhawatiran munculnya klaster baru di sekolah tetap menjadi bayang-bayang banyak pihak.

Sejak Senin kemarin, sejumlah sekolah di Jakarta, Bekasi, Lampung, dan daerah-daerah lainnya mulai dikunjungi siswa berseragam. Mulai dari Sekolah Dasar hingga menengah masuk dengan mengikuti prokes.

Uji coba ini merupakan kelanjutan dari pencanangan oleh Mendikbud yang telah dilakukan sejak April lalu. Namun, sempat tertunda ketika pada Juni hingga Juli, lonjakan covid terjadi yang berbuntut dikeluarkannya kebijakan PPKM darurat.

Memang, uji coba ini tidak seperti yang disampaikan yaitu adanya tahapan jenjang pendidikan. Beberapa waktu lalu pemerintah pernah berwacana bahwa yang prioritas PTM adalah jenjang TK dan SD.

Alasannya, jenjang ini paling sulit untuk diterapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Siswa seusia ini memang sulit belajar jika tanpa interaksi langsung.

Namun belakangan, yang terjadi justru di luar dugaan. Yaitu, tersedianya vaksin untuk kalangan usia 12 tahun ke atas. Bahkan di Jakarta, vaksin di jenjang ini sudah mencapai lebih dari 50 persen. Artinya, sangat memungkinkan sekolah menengah pertama dan atas untuk dilakukan PTM. Lagi-lagi dengan mengikuti prokes ketat.

Dengan kata lain, ada dua urgensi dilakukannya PTM. Pertama untuk kalangan TK dan SD yang karena urgensi interaksi langsung, dan tingkat sekolah menengah yang karena tersedianya vaksin.

Namun begitu, sejumlah pihak seperti ikatan dokter mewanti-wanti bahaya kebijakan PTM ini. Mereka khawatir akan terjadi klaster baru di lembaga pendidikan. Dan itu korbannya anak-anak.

Dinas pendidikan dan sekolah memang telah berupaya penuh agar PTM bisa berjalan dengan baik. Tentu, semangat PTM ini demi kebaikan proses belajar siswa sendiri.

Apa yang dikhawatirkan para pakar kesehatan tak ada salahnya untuk terus menjadi kewaspadaan.

Karena boleh jadi, euforia PTM ini bisa melalaikan sejumlah pihak tentang beberapa hal. Pertama, pandemi ini belum usai. Bahkan level kebijakan pembatasannya masih tergolong tinggi.

Kedua, vaksin tidak menjadi jaminan bahwa tidak akan terjadi penularan. Hal ini sudah diperingatkan oleh banyak epidemiolog. Bahkan di Amerika yang vaksinasinya sudah di atas 60 persen tetap saja angka penularan hariannya tinggi.

Ketiga, PTM itu menyertakan anak-anak usia SD yang masih belum diketahui efek sampingnya jika dilakukan vaksinasi. Sementara, potensi tingkat penularan atau level PPKM-nya masih tergolong tinggi.

Semoga saja segala kekhawatiran ini bukan menjadi hantu teror yang menakutkan. Tapi menjadi acuan kewaspadaan. Karena bagaimana pun keinginan untuk menyelamatkan pendidikan, keamanan jiwa anak-anak harus tetap diutamakan. [Mh]

 

 

 

Tags: Dilema Pembelajaran Tatap Muka
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ide Konsep Pernikahan Outdoor yang Mengesankan Sepanjang Masa

Next Post

Kontroversi Vaksinasi Berbayar

Next Post
Kemenkes Gencarkan 3T untuk Kendalikan Penularan Omicron

Kontroversi Vaksinasi Berbayar

Rumah Cetak 3D Pertama di Amerika Serikat

Rumah Cetak 3D Pertama di Amerika Serikat

Beasiswa S1 dan S2 di Sciences Po Prancis

Beasiswa S1 dan S2 di Sciences Po Prancis

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9001 shares
    Share 3600 Tweet 2250
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11645 shares
    Share 4658 Tweet 2911
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4717 shares
    Share 1887 Tweet 1179
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4066 shares
    Share 1626 Tweet 1017
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3514 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Heboh Londo Ireng

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2390 shares
    Share 956 Tweet 598
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga