• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Dilema Pembelajaran Tatap Muka

02/09/2021
in Editorial
Dilema Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi, foto: pinusi.com

77
SHARES
595
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Sejumlah daerah akhirnya melakukan uji coba pendidikan tatap muka (PTM) sekolah. Namun, kekhawatiran munculnya klaster baru di sekolah tetap menjadi bayang-bayang banyak pihak.

Sejak Senin kemarin, sejumlah sekolah di Jakarta, Bekasi, Lampung, dan daerah-daerah lainnya mulai dikunjungi siswa berseragam. Mulai dari Sekolah Dasar hingga menengah masuk dengan mengikuti prokes.

Uji coba ini merupakan kelanjutan dari pencanangan oleh Mendikbud yang telah dilakukan sejak April lalu. Namun, sempat tertunda ketika pada Juni hingga Juli, lonjakan covid terjadi yang berbuntut dikeluarkannya kebijakan PPKM darurat.

Memang, uji coba ini tidak seperti yang disampaikan yaitu adanya tahapan jenjang pendidikan. Beberapa waktu lalu pemerintah pernah berwacana bahwa yang prioritas PTM adalah jenjang TK dan SD.

Alasannya, jenjang ini paling sulit untuk diterapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Siswa seusia ini memang sulit belajar jika tanpa interaksi langsung.

Namun belakangan, yang terjadi justru di luar dugaan. Yaitu, tersedianya vaksin untuk kalangan usia 12 tahun ke atas. Bahkan di Jakarta, vaksin di jenjang ini sudah mencapai lebih dari 50 persen. Artinya, sangat memungkinkan sekolah menengah pertama dan atas untuk dilakukan PTM. Lagi-lagi dengan mengikuti prokes ketat.

Dengan kata lain, ada dua urgensi dilakukannya PTM. Pertama untuk kalangan TK dan SD yang karena urgensi interaksi langsung, dan tingkat sekolah menengah yang karena tersedianya vaksin.

Namun begitu, sejumlah pihak seperti ikatan dokter mewanti-wanti bahaya kebijakan PTM ini. Mereka khawatir akan terjadi klaster baru di lembaga pendidikan. Dan itu korbannya anak-anak.

Dinas pendidikan dan sekolah memang telah berupaya penuh agar PTM bisa berjalan dengan baik. Tentu, semangat PTM ini demi kebaikan proses belajar siswa sendiri.

Apa yang dikhawatirkan para pakar kesehatan tak ada salahnya untuk terus menjadi kewaspadaan.

Karena boleh jadi, euforia PTM ini bisa melalaikan sejumlah pihak tentang beberapa hal. Pertama, pandemi ini belum usai. Bahkan level kebijakan pembatasannya masih tergolong tinggi.

Kedua, vaksin tidak menjadi jaminan bahwa tidak akan terjadi penularan. Hal ini sudah diperingatkan oleh banyak epidemiolog. Bahkan di Amerika yang vaksinasinya sudah di atas 60 persen tetap saja angka penularan hariannya tinggi.

Ketiga, PTM itu menyertakan anak-anak usia SD yang masih belum diketahui efek sampingnya jika dilakukan vaksinasi. Sementara, potensi tingkat penularan atau level PPKM-nya masih tergolong tinggi.

Semoga saja segala kekhawatiran ini bukan menjadi hantu teror yang menakutkan. Tapi menjadi acuan kewaspadaan. Karena bagaimana pun keinginan untuk menyelamatkan pendidikan, keamanan jiwa anak-anak harus tetap diutamakan. [Mh]

 

 

 

Tags: Dilema Pembelajaran Tatap Muka
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ide Konsep Pernikahan Outdoor yang Mengesankan Sepanjang Masa

Next Post

Kontroversi Vaksinasi Berbayar

Next Post
Kemenkes Gencarkan 3T untuk Kendalikan Penularan Omicron

Kontroversi Vaksinasi Berbayar

Rumah Cetak 3D Pertama di Amerika Serikat

Rumah Cetak 3D Pertama di Amerika Serikat

Beasiswa S1 dan S2 di Sciences Po Prancis

Beasiswa S1 dan S2 di Sciences Po Prancis

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    304 shares
    Share 122 Tweet 76
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9580 shares
    Share 3832 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2538 shares
    Share 1015 Tweet 635
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1386 shares
    Share 554 Tweet 347
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga