• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan dalam 7 Kebiasaan Efektif

30/05/2026
in Parenting, Unggulan
Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan dalam 7 Kebiasaan Efektif

Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan dalam 7 Kebiasaan Efektif (foto: pixabay)

104
SHARES
800
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PRINSIP pertumbuhan dan perubahan dalam 7 kebiasaan efektif. Di setiap tahap kehidupan akan selalu terjadi pertumbuhan dan perkembangan.

Seorang anak belajar berguling, duduk, merangkak, dan kemudian berjalan serta berlari. Tiap tahap selalu penting dan masing-masing membutuhkan waktu. Tidak ada tahapan yang dapat dilewati begitu saja.

Baca Juga: Menanamkan Kebiasaan Baik Pada Anak

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed. (Ketua Hikari Parenting School)

Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan

Hal ini pun berlaku dalam semua fase kehidupan kita, dalam semua tingkat perkembangan, dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda (18-40), dewasa menengah (40-60) dan dewasa akhir (di atas 60/70).

Semua skill juga membutuhkan peningkatan dan perkembangan yang bertahap, entah itu skill bermain piano, skill komunikasi efektif, menulis, bahasa Inggris, parenting dan sebagainya.

Hal ini juga berlaku bagi individu, perkawinan, keluarga, dan dalam berorganisasi.

Mudah sekali untuk memahami dan menerima fakta akan adanya proses tahapan pertumbuhan secara fisik.

Namun, untuk memahami bahwa emosi, hubungan sesama manusia, bahkan watak pribadi juga berkembang dari waktu ke waktu, adalah suatu hal yang kurang lazim dan lebih sulit untuk diterima.

Mengakui kalau kita masih belum paham saat belajar, atau belum mampu saat berhubungan dengan masyarakat, adalah hal yang paling sulit dilakukan.

Padahal mengakui bila kita belum mampu adalah langkah awal untuk berkembang dan menguasai keterampilan tertentu.

Jika seorang pelajar tidak membiarkan guru mengetahui tingkat kemampuannya dengan mengajukan pertanyaan atau mengungkapkan ketidaktahuan, ia tidak akan pernah belajar atau berkembang.

Pengakuan tentang ketidaktahuan adalah langkah awal dalam pendidikan.

Untuk berhubungan secara efekif dengan isteri, suami, anak, teman, atau rekan sekerja, kita harus belajar mendengarkan. Dan ini memerlukan kekuatan emosional.

Mendengarkan memerlukan kesabaran, keterbukaan, keinginan untuk mengerti – ini merupakan kualitas watak yang telah berkembang dengan baik.

Baca Juga: Refleksi di Penghujung Ramadan

Refleksi

Zaman ini berubah dengan sangat cepat. Teknologi internet menjadikan semuanya serba instan. Informasi bisa didapat dengan mudah, menghilangkan kesulitan kita untuk harus datang ke perpustakaan dan mencari referensi di sana. Teknologi ini menghilangkan jarak dan waktu.

Teknologi belanja online, belajar online, rapat online serta streaming berita dan hiburan, yang bisa dinikmati langsung tanpa mengharuskan kita on the spot, membuat hidup kita lebih mudah dan cenderung membuat kita malas.

Hidup serba instan ini bisa jadi membuat kita lupa belajar tentang cara “berproses.” Ilmu mudah didapat, dan cenderung berlebihan karena webinar hampir setiap jam ada.

Tapi sering kali kita kurang sabar menerapkan apa yang sudah kita pelajari. Padahal pembentukan perilaku itu butuh proses. Kematangan emosi itu butuh proses.

Habit mengatur jadwal bulanan, pekanan dan harian itu butuh proses. Bahkan menghafal dan memahami Al-Qur’an itu butuh proses. Apatah lagi menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Al-qur’an yang diturunkan perlahan-lahan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari (menurut riwayat), memungkinkan para sahabat untuk meresapi dan memahaminya dengan baik.

Para sahabat belajar Al-quran secara perlahan-lahan. Mulai dari mendengarkan dari guru beberapa ayat, memahaminya, menghafalkannya dan mengamalkannya, setelah itu baru beralih ke ayat yang baru.

Begitulah para sahabat yang mulia, tumbuh dan berkembang, menjadi manusia-manusia baru, di bawah naungan Al-quran dan contoh langsung dari baginda Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Begitulah mereka disebut sebagai “Umat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manusia.”

Kita perlu waktu untuk melakukan refleksi, merenungi secara perlahan tentang apa saja kekurangan kita, dan apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya.[ind]

Tags: kebiasaan efektifprinsip pertumbuhan dan perubahan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Telaga Warna Wonosobo, Danau Cantik yang Berubah Warna di Dataran Tinggi Dieng

Next Post

Simak, Cara Merawat Kulit Wajah yang Sensitif

Next Post
Simak, Cara Merawat Kulit Wajah yang Sensitif

Simak, Cara Merawat Kulit Wajah yang Sensitif

Bukit Paniisan Sentul, Surga Trekking dengan Panorama Hijau yang Menenangkan

Bukit Paniisan Sentul, Surga Trekking dengan Panorama Hijau yang Menenangkan

Tips Menstimulasi Anak Belajar Berbicara

Tips Menstimulasi Anak Belajar Berbicara

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8691 shares
    Share 3476 Tweet 2173
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11477 shares
    Share 4591 Tweet 2869
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3911 shares
    Share 1564 Tweet 978
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    351 shares
    Share 140 Tweet 88
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    294 shares
    Share 118 Tweet 74
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3423 shares
    Share 1369 Tweet 856
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    240 shares
    Share 96 Tweet 60
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga