• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 23 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan dalam 7 Kebiasaan Efektif

30/05/2026
in Parenting, Unggulan
Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan dalam 7 Kebiasaan Efektif

Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan dalam 7 Kebiasaan Efektif (foto: pixabay)

106
SHARES
812
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PRINSIP pertumbuhan dan perubahan dalam 7 kebiasaan efektif. Di setiap tahap kehidupan akan selalu terjadi pertumbuhan dan perkembangan.

Seorang anak belajar berguling, duduk, merangkak, dan kemudian berjalan serta berlari. Tiap tahap selalu penting dan masing-masing membutuhkan waktu. Tidak ada tahapan yang dapat dilewati begitu saja.

Baca Juga: Menanamkan Kebiasaan Baik Pada Anak

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed. (Ketua Hikari Parenting School)

Prinsip Pertumbuhan dan Perubahan

Hal ini pun berlaku dalam semua fase kehidupan kita, dalam semua tingkat perkembangan, dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda (18-40), dewasa menengah (40-60) dan dewasa akhir (di atas 60/70).

Semua skill juga membutuhkan peningkatan dan perkembangan yang bertahap, entah itu skill bermain piano, skill komunikasi efektif, menulis, bahasa Inggris, parenting dan sebagainya.

Hal ini juga berlaku bagi individu, perkawinan, keluarga, dan dalam berorganisasi.

Mudah sekali untuk memahami dan menerima fakta akan adanya proses tahapan pertumbuhan secara fisik.

Namun, untuk memahami bahwa emosi, hubungan sesama manusia, bahkan watak pribadi juga berkembang dari waktu ke waktu, adalah suatu hal yang kurang lazim dan lebih sulit untuk diterima.

Mengakui kalau kita masih belum paham saat belajar, atau belum mampu saat berhubungan dengan masyarakat, adalah hal yang paling sulit dilakukan.

Padahal mengakui bila kita belum mampu adalah langkah awal untuk berkembang dan menguasai keterampilan tertentu.

Jika seorang pelajar tidak membiarkan guru mengetahui tingkat kemampuannya dengan mengajukan pertanyaan atau mengungkapkan ketidaktahuan, ia tidak akan pernah belajar atau berkembang.

Pengakuan tentang ketidaktahuan adalah langkah awal dalam pendidikan.

Untuk berhubungan secara efekif dengan isteri, suami, anak, teman, atau rekan sekerja, kita harus belajar mendengarkan. Dan ini memerlukan kekuatan emosional.

Mendengarkan memerlukan kesabaran, keterbukaan, keinginan untuk mengerti – ini merupakan kualitas watak yang telah berkembang dengan baik.

Baca Juga: Refleksi di Penghujung Ramadan

Refleksi

Zaman ini berubah dengan sangat cepat. Teknologi internet menjadikan semuanya serba instan. Informasi bisa didapat dengan mudah, menghilangkan kesulitan kita untuk harus datang ke perpustakaan dan mencari referensi di sana. Teknologi ini menghilangkan jarak dan waktu.

Teknologi belanja online, belajar online, rapat online serta streaming berita dan hiburan, yang bisa dinikmati langsung tanpa mengharuskan kita on the spot, membuat hidup kita lebih mudah dan cenderung membuat kita malas.

Hidup serba instan ini bisa jadi membuat kita lupa belajar tentang cara “berproses.” Ilmu mudah didapat, dan cenderung berlebihan karena webinar hampir setiap jam ada.

Tapi sering kali kita kurang sabar menerapkan apa yang sudah kita pelajari. Padahal pembentukan perilaku itu butuh proses. Kematangan emosi itu butuh proses.

Habit mengatur jadwal bulanan, pekanan dan harian itu butuh proses. Bahkan menghafal dan memahami Al-Qur’an itu butuh proses. Apatah lagi menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Al-qur’an yang diturunkan perlahan-lahan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari (menurut riwayat), memungkinkan para sahabat untuk meresapi dan memahaminya dengan baik.

Para sahabat belajar Al-quran secara perlahan-lahan. Mulai dari mendengarkan dari guru beberapa ayat, memahaminya, menghafalkannya dan mengamalkannya, setelah itu baru beralih ke ayat yang baru.

Begitulah para sahabat yang mulia, tumbuh dan berkembang, menjadi manusia-manusia baru, di bawah naungan Al-quran dan contoh langsung dari baginda Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Begitulah mereka disebut sebagai “Umat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manusia.”

Kita perlu waktu untuk melakukan refleksi, merenungi secara perlahan tentang apa saja kekurangan kita, dan apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya.[ind]

Tags: kebiasaan efektifprinsip pertumbuhan dan perubahan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Telaga Warna Wonosobo, Danau Cantik yang Berubah Warna di Dataran Tinggi Dieng

Next Post

Bukit Paniisan Sentul, Surga Trekking dengan Panorama Hijau yang Menenangkan

Next Post
Bukit Paniisan Sentul, Surga Trekking dengan Panorama Hijau yang Menenangkan

Bukit Paniisan Sentul, Surga Trekking dengan Panorama Hijau yang Menenangkan

Tips Menstimulasi Anak Belajar Berbicara

Tips Menstimulasi Anak Belajar Berbicara

Teknik Mengatasi Marah yang Mudah Dilakukan

Teknik Mengatasi Marah yang Mudah Dilakukan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9586 shares
    Share 3834 Tweet 2397
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2543 shares
    Share 1017 Tweet 636
  • 50 Ucapan Hari Santri Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspirasi

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    306 shares
    Share 122 Tweet 77
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Komisi Fatwa MUI Pusat Menetapkan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Pemerintahan Biden akan Mengatur Ulang Hubungan dengan Palestina

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KOB PW Salimah dan LPI Alkautsar Gorontalo Gelar Quranic Parenting

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga