• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 25 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Kemandirian Ekonomi Menjadi Kebangkitan Islam di Turki

12/06/2025
in Khazanah
Kemandirian Ekonomi Menjadi Kebangkitan Islam di Turki

Kemandirian Ekonomi Menjadi Kebangkitan Islam di Turki (Foto: Worldspectrum)

77
SHARES
596
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEMANDIRIAN ekonomi menjadi kebangkitan Islam di Turki. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya MÜSİAD sebagai wadah bagi pebisnis Islamis, sehingga memicu gelombang kebangkitan ekonomi masyarakat Turki, khususnya di pedesaan.

Baca Juga: Kayu untuk Kemandirian Ekonomi Dhuafa

Kemandirian Ekonomi adalah Rasa Percaya Diri Mengambil Keputusan

Dilansir channel telegram Hikmah Agung, Ustaz Agung Waspodo menuliskan mereka memanfaatkan jaringan Hemşerilik serta tarekat sufi sebagai basis perdagangan yang lebih dekat dengan praktik bisnis Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam.

Ketika Turgut Özal meluncurkan paket liberalisasi ekonomi pada tahun 1983 sepintas sepertinya merugikan Republik Turki. Namun, ternyata beliau sedang melepaskan perlindungan hukum atas sedikit perusahaan kroni pemerintah sekuler.

Beliau sedang memberikan kesempatan bersaing bagi pebisnis Turki yang mulai sadar akan identitas keislaman.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Kiprah MÜSİAD tentunya mendapatkan perlawanan dari asosiasi pebisnis kroni pemerintah sekuler seperti TÜSİAD. Salah satu karakteristik kemandirian ekonomi adalah rasa percaya diri untuk mengambil keputusan yang mulai berseberangan dengan pemerintah sekuler.

Kepercayaan diri ini mereka tuangkan dalam ruang politik yang makin kondusif di tengah ketergantungan ekonomi Turki kepada Eropa.

Salah satu tarekat besar yang muncul pada periode ini adalah İskenderpaşa Cemaati yang didirikan oleh Mehmed Zahid Kotku ketika menjadi imam untuk masjid İskender Paşa di Distrik Fatih, İstanbul.

Süleyman Demirel, Turgut, bahkan Necmettin Erbakan adalah anggota dari tarekat ini. Pertemuan mereka yang membahas aspek sosial, ekonomi, dan politik bahkan kerap diselenggarakan di Caprice Hotel, berbintang lima di kota Aydın.

Baca Juga: Wujudkan Kemandirian Ekonomi Kaum Disabilitas, YBM BRI Luncurkan PKUR

Peningkatan Ekonomi Mengubah Pola Konsumsi

Pergerakan dan kebangkitan Islam tidak lagi hanya berpusat di dergah atau rumah tarekat, tetapi sudah merambah ruang publik yang selama ini “dimiliki kaum sekuler” di Republik Turki.

Seiring dengan peningkatan ekonomi maka berubah pula pola konsumsi para Islamis. Fashion menjadi pembeda bukan hanya dari kaum sekuler yang menentang hijab, tetapi juga antar kelompok tarekat dalam barisan Kaum Islamis itu sendiri.

Aspek yang paling menonjol adalah perubahan busana para perempuan yang mulai secara sadar mengenakan hijab di ruang publik. Sebuah “tabrakan” tak terelakkan.

Sahabat Muslim, itulah perubahan yang terjadi di Turki ketika kemandirian ekonomi diterapkan. [Cms/Sdz]

Tags: Kebangkitan islam di turkiKemandirian ekonomi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Efek Negatif Bahan Makanan Olahan Pada Kesehatan Usus

Next Post

Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Game Online

Next Post
Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Game Online

Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Game Online

Air ZamZam Tak Boleh Masuk Kabin Pesawat saat Masuki Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

Air ZamZam Tak Boleh Masuk Kabin Pesawat saat Masuki Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

Memahami Perempuan di Kehidupan Setelah Menikah

Memahami Perempuan di Kehidupan Setelah Menikah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8722 shares
    Share 3489 Tweet 2181
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11496 shares
    Share 4598 Tweet 2874
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3925 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2238 shares
    Share 895 Tweet 560
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4454 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga