• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Dari Ksatria Kafir Menjadi Ksatria Islam

14/08/2022
in Khazanah
Ulama Yahudi yang Mengajukan 3 Pertanyaan kepada Rasulullah

Foto: Pexels

101
SHARES
775
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DARI ksatria Kafir menjadi ksatria Islam. Hal ini menjadi bukti bahwa hidayah Allah memang rahasia dan tidak ada yang bisa memaksakan, bahkan seorang ayah terhadap anak pun tak berdaya.

Inilah kisah Abdurrahman bin Abu Bakar. la merupakan gambaran nyata kepribadian orang Arab dengan segala sisi dan dimensinya.

Baca Juga: Cerita di Balik Karya Para Penulis Pustaka Al-Kautsar

Dari Ksatria Kafir Menjadi Ksatria Islam

Ketika ayahnya menjadi orang mukmin pertama dengan keimanan yang tiada duanya hingga dijuluki “ash-Shiddiq” dan ketika ayahnya menjadi teman pendamping Rasulullah di Gua Tsur, Abdurrahman tetap kukuh dengan agama kaumnya tetap kukuh dengan berhala-berhala Quraisy.

Di Perang Badar, ia berperang di barisan tentara kafir Quraisy. Di Perang Uhud, ia mengepalai pasukan panah yang dipersiapkan Quraisy untuk menggempur kaum muslimin. Sebelum kedua pasukan itu bertempur, seperti biasa, dilakukan duel satu lawan satu.

Abdurrahman tampil ke depan dan menantang duel siapa pun dari tentara Islam yang berani melawannya. Tantangan itu langsung disambut ayahnya (Abu Bakar ash-Shiddiq). Tetapi, Rasulullah melarang Abu Bakar duel dengan anaknya.

Ciri yang paling menonjol bagi orang Arab sejati adalah kesetiaan yang tidak bisa ditawar-tawar terhadap apa yang ia yakini kebenarannya.

Jika ia telah meyakini kebenaran suatu agama atau satu pemikiran, maka ia rela diperbudak oleh keyakinannya itu. Sangat sulit untuk lepas, kecuali jika ada keyakinan baru yang memenuhi pikiran dan jiwanya tanpa ada rekayasa dan tipu muslihat.

Meskipun Abdurrahman sangat hormat kepada ayahnya, percaya akan kematangannya dalam berpikir, kebesaran jiwa, dan kemuliaan akhlaknya, namun kesetiaannya terhadap keyakinannya tetap mengalahkan semua itu.

Keislaman ayahnya sama sekali tidak menggodanya untuk mengikuti jejak sang ayah la tetap bergeming dari pendirian dan keyakinannya: menyembah tuhan-tuhan Quraisy dan berperang di bawah panji para berhala untuk memerangi kaum muslimin.

Orang-orang kuat sejati seperti ini, pasti akan mengetahui kebenaran meskipun dibutuhkan waktu yang lama. Pada akhirnya, hati nurani mereka akan membimbing mereka pada kebenaran, petunjuk dan kebajikan.

Di suatu hari yang telah ditentukan, berdentanglah lonceng tanda kelahiran baru bagi Abdurrahman bin Abu Bakar. Cahaya petunjuk telah menerangi jiwanya, membersihkan semua noda dan kepalsuan yang diwariskan agama jahiliah.

Ia melihat padahal yang Maha Esa ada di semua benda yang berada di sekitarnya. la melihat hidayah Allah telah menaungi dirinya. la melihat dirinya telah menjadi muslim. Maka, ia segera bangkit dan bergegas menemui Rasulullah untuk masuk Islam.

Wajah Abu Bakar langsung berbinar melihat: putranya sedang menyatakan keislamannya di depan Rasulullah. Sewaktu masih kafir, ia seorang kesatria dan kini ia masuk Islam secara kesatria.

Ia masuk Islam bukan karena kepentingan duniawi yang ingin ia capai, dan bukan karena takut kepada kekuatan Islam yang semakin besar, melainkan karena ia telah yakin akan kebenaran Islam. Semua itu berkat hidayah Allah.

Mulai saat itu, Abdurrahman berusaha menyusul ketertinggalannya selama ini. la mencurahkan semua kemampuan dan hidupnya untuk kepentingan Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin. Baik di masa Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat, Abdurrahman tidak pernah absen dari satu perang pun.

la berjasa besar di Perang Yamamah. keteguhan dan keberaniannya memiliki peran besar terhadap kekalahan pasukan Musailamah dan orang-orang murtad.

Bahkan, dialah yang menghabisi nyawa Mahkam bin Thufail, yang menjadi otak perencana bagi Musailamah dan sebagai kepala pasukan pelindung benteng percahanan utama pasukan Musailamah.

Dengan jatuhnya Mahkam dan kocar-kacirnya pasukan utama, ‘benteng terakhir itu terbuka, dan pasukan Islam bisa masuk dengan leluasa.

Dalam pangkuan Islam, nama Abdurrahman semakin harum dan cemerlang. la setia pada keyakinannya, memiliki tekad kuat untuk mengikuti keyakinan yang dianggapnya benar dan tidak suka berpura-pura serta mengambil muka. Semua sifat ini tetap menjadi kepribadian dan prinsip hidupnya.

la tidak pernah meninggalkannya karena godaan atau ancaman, bahkan di saat yang sangat gawat.

Inilah seorang pemuda dengan karakter yang kuat. Memegang teguh apa yang diyakininya. [Cms]

Sumber : Biografi 60 Sahabat Nabi, Penerbit Al Itihsom

Tags: Dari ksatria kafir menjadi islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lebih Baik daripada I’tikaf Sebulan di Masjid Nabawi

Next Post

Rumah Kreatif BAZNAS Diluncurkan di Bandung

Next Post
Rumah Kreatif BAZNAS Diluncurkan di Bandung

Rumah Kreatif BAZNAS Diluncurkan di Bandung

Hijrah Sudah Menjadi Ajaran Dasar Islam Jauh Sebelum Peristiwa Hijrah

Hijrah Sudah Menjadi Ajaran Dasar Islam Jauh Sebelum Peristiwa Hijrah

Resep Smoothie Roti Pisang, Ide Sarapan untuk yang Sedang Diet

Resep Smoothie Roti Pisang, Ide Sarapan untuk yang Sedang Diet

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8932 shares
    Share 3573 Tweet 2233
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4029 shares
    Share 1612 Tweet 1007
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1114 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4698 shares
    Share 1879 Tweet 1175
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11611 shares
    Share 4644 Tweet 2903
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

    5603 shares
    Share 2241 Tweet 1401
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5438 shares
    Share 2175 Tweet 1360
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga