• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Mengambil Dana Sosial untuk Biaya Operasional

28/08/2026
in Syariah, Unggulan
Hukum Mengambil Dana Sosial untuk Biaya Operasional

Hukum Mengambil Dana Sosial untuk Biaya Operasional (foto: pixabay)

262
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Hukum lembaga sosial yang mengambil dana sosial beberapa persen untuk biaya operasional. Ustaz, saya mau bertanya, bagaimana hukumnya, semisal lembaga atau komunitas yang menerima donasi kemanusiaan seperti Palestina atau bencana yang beberapa persen dananya itu dipakai untuk dana pengelola di lembaga, seperti operasional lembaga seperti sewa, air, listrik atau gaji pegawai? Apakah sesuai syariat?

Pertanyaan lain, seperti zakat ada hak amil 12,5%, kalau sedekah infak apakah ada juga haknya? Dan hukumnya infak umum yang tidak terikat yang digunakan untuk kafalah amil hukumnya bagaimana?

Bagaimana hukumnya bekerja d lembaga sosial dengann kondisi dalam sat kantor akhwat senderi, dan amanah kerjanya untuk menghitung dana yang harus disaksikan oleh pimpinan dan saksi yang semuanya ikhwan atau rapat dalam satu ruangan bercampur, syukron.

Baca Juga: Begini Cara Daftar Lembaga Sosial Menjadi Laznas

Hukum Mengambil Dana Sosial untuk Biaya Operasional

Oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan

Jawaban: Para ulama membolehkan hal itu, tapi tidak banyak-banyak. Jika memang benar-benar dipakai biaya operasional. Mereka boleh diupah darinya karena telah memberikan segenap waktu, pikiran, tenaga, skill, untuk menghimpun dana umat.

Para ulama mengqiyaskannya dengan hadits ttg wali yatim, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كُلْ مِنْ مَالِ يَتِيمِكَ غَيْرَ مُسْرِفٍ وَلَا مُبَادِرٍ وَلَا مُتَأَثِّلٍ

“Makanlah sebagian dari harta anak yatimmu, tetapi janganlah berlebihan, tidak menggunakannya secara mubadzir, dan tidak mengambi harta pokoknya..” (HR. Abu Daud no. 2872, Hasan)

Imam Ibnu Hajar Al Hajtami Rahimahullah mengatakan:

و قيس بولي اليتيم فيما ذكر من جمع مالا لفك أسر أي: مثلا فله َالْوَجْهُ أَنْ يُقَالَ فَلَهُ أَقَلُّ اْلأَمْرَيْنِ

Dan diqiyaskan dengan wali yatim seperti yang telah disebutkan, bahwa orang yang mengumpulkan harta, misalnya untuk menebus membebaskan tawanan. Jika orang yang mengumpulkan itu miskin maka ia diperbolehkan untuk makan dari harta tersebut atau ia boleh mengambil satu di antara dua perkara yang paling sedikit. (Tuhfatul Muhtaj, 5/187)

Maksud dua hal dalam keterangan Imam Ibnu Hajar di atas adalah biaya nafkah atau mengambil ujrah al mitsli (upah yang pantas).

Baca Juga: Lembaga Sosial Solopeduli Bantu Penderita Atresia Bilier di Karanganyar

Mengenai Ikhtilath

Ikhtilath, secara bahasa artinya campur baur.

Syaikh Isham Talimah menyebut Ikhtilath ada dua macam:

1. Ikhtilath masyru’, yaitu ikhtilath yang boleh terjadi karena adanya hajat untuk itu asalkan tetap memenuhi syaratnya.

Dalilnya adalah:

– Aisyah Radhiallahu ‘Anha pernah berkunjung ke Bilal yg sedang sakit, dan mereka ngobrol. Saat itu Abu Bakar Radhiyallahu’ Anhu juga sakit. Ini Shahih Bukhari.

– Ummu Darda, pernah berkunjung ke seorang laki-laki Anshar, yg sakit. Ini juga Shahih Bukhari.

Namun, pembolehan ini terikat oleh syarat bahwa tetap menutup aurat secara sempurna dan aman dari fitnah. (Al Hafizh Ibnu Hajar, Fathul Bari, 10/118).

– Dahulu datang seorang wanita ke Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para sahabat, yang sedang berkumpul di masjid, dan wanita itu menawarkan dirinya untuk dinikahi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini juga Shahih Bukhari.

Syarat-syaratnya, selain aman dari fitnah dan menutup aurat, adalah percampuran itu memang tidak bisa dihindari, seperti di pasar, kampus, rumah sakit, swalayan, alat transportasi yang memang belum ada pemisahan laki-laki perempuan.

2. Ikhtilath mamnu’, yaitu Ikhtilath yang terlarang, jika tidak ada hajat dan tidak mengindahkan adab-adabnya.

Seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan di bioskop, diskotik, kolam renang yang bercampur, pantai.

Adapun khalwat, dari kata Al Khala, yang artinya sepi, kosong, dan jauh dari pandangan. Dengan demikian, larangan khalwat maksudnya adalah larangan berduaan antara laki-laki dan perempuan bukan mahram, di tempat sepi dan jauh dari pandangan mata orang lain. Misal, di kamar, hotel, gudang, ruang tamu berduaan,.. Ini terlarang, walau ditemani anak kecil, maka keberadaan anak itu tidak dianggap ada karena belum paham apa-apa.

Demikian. Wallahu a’lam.[ind]

 

Tags: hukum mengambil dana sosial
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cara Mengatasi Penyakit Rosacea pada Kulit

Next Post

Rekomendasi Hijab Olahraga yang Modern dan Nyaman

Next Post
Rekomendasi Hijab Olahraga yang Modern dan Nyaman

Rekomendasi Hijab Olahraga yang Modern dan Nyaman

Kemandulan Membawa Berkah

Kemandulan Membawa Berkah

Tips Merawat Tas Kulit saat Musim Hujan

Tips Merawat Tas Kulit saat Musim Hujan

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    350 shares
    Share 140 Tweet 88
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4215 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9294 shares
    Share 3718 Tweet 2324
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4793 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • 5 Kreasi Buncis untuk Bekal Anak yang Enak dan Menggugah Selera

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11749 shares
    Share 4700 Tweet 2937
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga