• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 11 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Alarm Bahaya Itu Ada di Shalat Kita

Bahaya itu bisa datang dari mana saja. Bisa dari atas, bawah, kanan, kiri, dan tengah. Yang dari tengah adalah ketika hati tergerogoti dosa dan kekufuran.

20/02/2021
in Nasihat, Unggulan
Alarm Bahaya Itu Ada di Shalat Kita

Ilustrasi, foto: Adobe Stock

194
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Naluri manusia selalu ingin menghindari bahaya. Bisa berbentuk takut, was-was, khawatir, dan lainnya. Hal inilah yang mampu menggerakkan potensi yang tidur di tubuh kita tiba-tiba bangkit.

Jangan heran jika orang yang tidak kuat berlari bisa melaju kencang ketika takutnya menjadi. Wanita yang lemah bisa tiba-tiba kuat demi melindungi anaknya. Dan seterusnya. Semua itu karena alaram bahaya dalam diri kita memberikan sinyal harus melakukan sesuatu.

Namun, ada satu alarm dalam jiwa kita yang kadang sinyalnya tak mampu ditangkap sempurna. Stimulan yang ditujunya memang bukan pada gerak fisik. Tapi sebuah kesadaran hati yang mampu bereaksi terhadap senggolan dosa dan kekufuran.

Alarm bahaya itu adalah shalat kita. Yaitu, naik dan turunnya mutu shalat yang kita hadirkan. Jika dosa dan kekufuran menempel pada hati, mutu shalat pun mulai turun. Jika tempelan terus menguat, penurunan mutu bisa ke tingkat paling dasar.

Puncaknya, ketika dosa dan kekufuran kian bersedimentasi membentuk lapisan yang keras, saat itulah shalat berada di titik terendah mutu. Hambar. Tak ada rasa. Apalagi getaran jiwa.

Shalat menjadi tak ubahnya seperti ritualitas sekadarnya. Rutin tapi tanpa bekas. Waktu dilaksanakannya pun sesempat kita. Itu pun kalau masih ada waktu. Kalau pun terlewat, yah, biasa-biasa saja.

Kadang ada keinginan kuat untuk segera melaksanakan shalat selepas azan. Tapi bukan karena ingin memperbagus shalat. Lebih karena ada beban yang harus segera dilepas dan dilupakan secepatnya. Setelah itu, ada banyak urusan lain yang baiknya tak ada “gangguan”.

Jangan tanya soal shalat sunnahnya. Yang wajibnya saja terasa sangat berat. Lagian, hanya sunnah saja kok. Dilaksanakan dapat pahala, nggak juga tidak apa-apa. Yang penting kan yang wajibnya.

Tentang khusyuk? Jangankan khusyuk dan berlama-lama menikmati untaian zikir dan doa dalam shalat, jumlah rakaatnya saja sering terlupa. “Masih kurang atau sudah kelebihan ya?”

Semua waktu shalat wajib menjadi terasa mundur di akhir waktu. Zuhur ada di menjelang Ashar. Ashar dilakukan saat tak lama lagi azan Magrib. Shalat Magrib di saat waktu hampir habis. Dan Isya dilakukan setelah urusan duniawi di malam hari usai. Badan berada di puncak lelah. Mata pun bekerja keras di ambang tertidur. Seperti itulah suasana saat shalat Isya terlaksana hampir tiap malam.

Bagaimana dengan Subuh? Jangankan tepat waktu di shalat ini. Mendengar azannya saja sudah sangat jarang. Karena saat itu telinga tertutup nikmatnya tidur. Ngantuk dan lelah setelah menghabiskan lebih dari separuh malam dengan berbagai kesibukan.

Kalau saja ia tidak tinggal di Indonesia, seperti berada di Turki misalnya, waktu pelaksanaan shalat Subuhnya masih tergolong sempurna. Karena di negeri Muhammad Al-Fatih itu azan Subuhnya di kisaran setengah tujuh pagi.

Adakah orang lain tahu seperti itu mutu shalat kita? Selain keluarga, tak ada yang pernah tahu. Semua tertutup rapat oleh penampilan kita. Terkemas rapi oleh dalil dan hujjah kita. Dan tiba-tiba, kita seperti menjadi orang lain ketika bersama dalam shalat mereka. Sebuah fatamorgana yang menipu.

“Ah, betapa solehnya saya menurut mereka. Shalatnya begitu khusyuk. Sujudnya begitu lama. Bacaannya teramat fasih dan bermakna.

“Ah, betapa hebatnya shalat saya menurut mereka. Shafnya selalu di depan. Gerakannya nyaris sempurna.”

Tapi, semua itu hanya fatamorgana saat bersama. Yang mungkin hanya terjadi sepekan sekali. Yang jarang terjadi ketika sendiri.

Kenapa tidak kita tangkap semua sinyal itu sebagai alaram bahaya hati kita. Bahwa, itulah tanda dosa dan kekufuran sudah begitu mengepung akal hati kita.

Orang lain mungkin tidak pernah tahu. Dan mungkin juga kita tak menyadari. Bahwa, kita sebenarnya sudah menjadi sosok yang berbeda. Bukan kita yang dulu lagi.

Itulah alarm shalat kita. Ia memberikan sinyal bahaya. Tangkap sinyal itu dan lakukan pembenahan. Carilah kembali khusyuk itu melalui kesadaran akan banyaknya dosa dan kekufuran kita. (Mh)

Tags: NasihatShalat khusyuk
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Resep Sate Taichan Mudah dan Praktis

Next Post

Baznas Jabar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 3.500 Santri

Next Post
Baznas Jabar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 3.500 Santri

Baznas Jabar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 3.500 Santri

Tidak Mau Belajar Online

Tidak Mau Belajar Online

Wali Nikah Anak Angkat Perempuan

Nikah Muda, antara Harapan dan Realita

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8373 shares
    Share 3349 Tweet 2093
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3777 shares
    Share 1511 Tweet 944
  • Pengurus Salimah Kalimantan Selatan Ikuti Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4292 shares
    Share 1717 Tweet 1073
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3349 shares
    Share 1340 Tweet 837
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5357 shares
    Share 2143 Tweet 1339
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2117 shares
    Share 847 Tweet 529
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1245 shares
    Share 498 Tweet 311
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga