• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 9 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Cahaya Hikmah dan Wewangian Iman Abu Darda

20/09/2022
in Khazanah
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu

Foto: Pexels/Andy Vu

95
SHARES
730
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

INILAH cahaya hikmah dan wewangian iman Abu Darda. Iman dan hikmah telah bersatu dengan baik dalam diri orang suci ini.

Baca Juga: Kezuhudan Abu Darda

Cahaya Hikmah dan Wewangian Imam Abu Darda

Marilah kita mendekat kepadanya. Bukankah kalian melihat cahaya yang memancar dari keningnya? Bukankah kalian mencium wewangian yang keluar dari semua sudut tubuhnya?

Ibunya pernah ditanya tentang perbuatan yang sangat disenangi Abu Darda’. Sang ibu menjawab, “Tafakkur dan mengambil pelajaran.”

Tentu saja, karena Abu Darda’ benar-benar memahami firman Allah yang sering di ulang-ulang dalam Kitab suci-Nya, “Hendaklah kalian mengambil pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Al-Hasyr:2)

Ia selalu menganjurkan rekan-rekannya untuk merenung dan tafakkur, “Satu jam tafakkur lebih baik daripada beribadah satu malam.”

Beribadah, bertafakkur dan mencari hakikat telah menguasai seluruh diri dan kehidupannya.

Dulu, saat memeluk Islam dan berbaiat kepada Rasulullah, Abu Darda’ adalah seorang pedagang sukses di Madinah.

Sebelum menjadi muslim, ia habiskan sebagian besar waktunya untuk berdagang. Bahkan, ia sudah sukses di dunia bisnis jauh sebelum Rasulullah dan kaum Muhajirin datang ke Madinah.

Namun, hanya beberapa waktu setelah ia masuk Islam, arah kehidupannya sudah berubah. Marilah kita dengarkan ia menceritakannya dengan rinci.

“Ketika aku masuk Islam, aku seorang pedagang. Aku ingin ibadah dan bisnisku jalan beriringan, namun tidak bisa. Karena itu, aku tinggalkan bisnisku dan aku fokus pada ibadah.

Sekarang, meskipun setiap hari aku mendapat untung 300 dinar, atau bahkan toko itu berada di depan pintu mesjid, aku sama sekali tidak tertarik. Aku tidak mengatakan bahwa Allah mengharamkan jual beli, tetapi aku lebih suka menjadi orang yang tidak melalaikan zikrullah karena bisnis dan perdagangannya.”

Perhatikanlah kata-katanya. Sungguh tepat sasaran. Hikmah dan kejujuran terpancar dari ucapannya. Ia sudah menjawab sebelum kita bertanya, “Apakah Allah mengharamkan perdagangan, wahai Abu Darda’?”

Uraiannya itu melenyapkan kesangsian yang ada dalam pikiran kita. Ia jelaskan tujuan mulia yang ingin ia capai, sehingga ia tinggalkan bisnisnya, meskipun ia sukses di bidang itu. Ia ingin fokus pada sisi ruhiyah dan mencapai derajat tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia.

Ia ingin menjadikan ibadah sebagai tangga yang mengantarkannya ke dunia kebaikan yang paling tinggi, sehingga ia dapat melihat kebenaran yang begitu hebat dan hakikat yang begitu bercahaya. Jika tujuannya hanya melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan Islam, tentu ia dapat menjalankan bisnis dan ibadah secara bersamaan.

Lihatlah, berapa banyak para pebisnis yang shalih dan orang-orang shalih yang pebisnis. Di antara generasi sahabat juga terdapat orang-orang yang tidak melalaikan zikrullah karena bisnis dan perdagangan mereka.

Mereka bekerja keras membesarkan bisnis dan kekayaan mereka untuk kepentingan Islam dan membantu kebutuhan kaum muslimin.

Akan tetapi, jalan yang mereka tempuh ini tidak meniadakan jalan hidup Abu Darda, dan jalan yang ditempuh Abu Darda’ tidak meniadakan jalan hidup mereka. Setiap orang mengikuti jalan yang telah dimudahkan untuk mereka.

Abu Darda’ merasa bahawa ia diciptakan untuk tujuan yang ingin dicapai, yaitu fokus mencari hakikat dengan menjauhi urusan dunia sesuai keimanan yang digariskan Allah, Rasul, dan Islam.

Jika Anda suka, sebutlah itu tasawuf. Akan tetapi, itu adalah tasawuf seorang laki-laki yang telah memiliki kecerdasan seorang mukmin, kemampuan filosof, pengalaman seorang mujahid, dan pemahaman seorang sahabat Nabi. Semua itu menjadikan tasawufnya suatu gerakan membangun rohani, bukan sekedar naungan yang mengayomi bangunan ini.

Itulah dia Abu Darda’, sahabat sekaligus murid Rasulullah. Itulah dia Abu Darda’, seorang suci nan bijak. Dialah seorang laki-laki yang menolak dunia dengan kedua tangan dan dadanya. [Cms]

Sumber :  60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW/Khalid Muhammad Khalid/Al Itishom

Tags: cahaya hikmah dan wewangian abu darda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dampak Negatif Marah bagi Kesehatan

Next Post

Pengertian dan Contoh Mad Badal

Next Post
Pengertian dan Contoh Mad Badal

Pengertian dan Contoh Mad Badal

Memperdalam Tauhid & Aqidah di Masa Fitnah

Jiwa Mukmin itu Selalu Tenang

Mengakhirkan Shalat Isya Dengan Mendekatkan Diri Pada Allah

Istighfar dan Segala Keutamaannya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9496 shares
    Share 3798 Tweet 2374
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4290 shares
    Share 1716 Tweet 1073
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11828 shares
    Share 4731 Tweet 2957
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1344 shares
    Share 538 Tweet 336
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2454 shares
    Share 982 Tweet 614
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4851 shares
    Share 1940 Tweet 1213
  • Doa setelah Shalat sesuai Sunnah Nabi

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Kopi Alam Bekasi, Menikmati Kopi dan Suasana Asri di Tengah Kota

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2397 shares
    Share 959 Tweet 599
  • Demo Besar Pelajar di Prancis kian Tak Terkendali

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga