• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 31 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Beda Komunikasi Pria Wanita: Menerima Maaf Itu Hebat

12/02/2020
in Suami Istri
79
SHARES
605
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Meminta maaf itu berat. Tapi, lebih berat lagi menerima maaf atau memaafkan. Ibarat kata, sudah kehilangan malah ngasih yang baru.

Dalam interaksi suami istri, kata maaf bisa keluar pada saatnya. Ada yang spontan, tapi lebih banyak yang butuh proses. Dan ketika pengakuan terhadap kekhilafan muncul, muncul pula kata maaf.

Masalahnya, solusi tidak hanya sekadar maaf. Harus ada pihak pasangan yang menyambut maaf itu. Dan memaafkan itu jauh lebih berat dari meminta maaf. Kenapa menjadi begitu lebih berat? Berikut ini alasannya.

Pertama, kesalahan atau kezaliman yang dirasakan dari orang dekat, jauh lebih menyakitkan dari yang dilakukan orang jauh. Terlebih lagi orang dekat itu adalah yang sangat dicintai. Bagaimana mungkin susu dibalas air tuba.

Siapa pun: istri atau suami, jika mengalami hal yang menyakitkan seperti ini akan mengalami luka dalam yang sulit disembuhkan. Setidaknya, butuh waktu untuk mengembalikan lagi kepercayaan dan rasa cinta.

Hal menyakitkan yang dialami dari orang yang dicintai seperti mengguyur air hujan satu menit di jemuran pakaian yang sudah terjemur seharian. Ngefeknya berat amat. Jadi, sedikit atau sebentar tidak akan mengecilkan luka dari hal menyakitkan itu. Rasanya sama saja dengan yang banyak.

Bukan jumlah yang menjadi ukuran. Melainkan, efek pukulannya yang begitu berat.

Jadi, jika maaf tak kunjung bersambut, maklumi saja. Penantian yang lama bisa dianggap sebagai balasan alami dari kesalahan yang dilakukan. Sabar, tunggu, dan koreksi langkah dari awal.

Kedua, ada respon yang berbeda antara pria dan wanita saat menjadi pesakitan atau yang ditunggu pemberian maafnya. Hal ini karena kecenderungan pria dan wanita juga berbeda.

Pria umumnya lebih cepat memberikan respon. Hal ini karena luka yang terlanjur masuk ke dalam hati tidak berakumulasi ke hal lain yang tidak berhubungan.

Contoh, suami yang kecewa karena kebiasaan istri yang suka belanja tidak akan membawa-bawa kesalahan lain. Seperti, mengkaitkan dengan masakan yang gosong, suka nonton video korea, dan lainnya.

Ketika istri minta maaf karena adanya pengakuan salah itu, suami akan berlapang dada memaafkan. Perhatiannya hanya tertuju pada kebiasaan suka belanja. Tidak ke masakan gosong dan video korea. Karena itu masalah yang berbeda.

Berbeda dengan pria, umumnya wanita sulit memposisikan bentuk dan macam lukanya. Seperti bola salju yang terus membesar, hal-hal lain yang tidak berkaitan langsung menjadi ikut terlibat.

Contoh, istri kesal karena suami berwacana poligami. Tidak tertutup kemungkinan, masalah yang disorot istri bukan hanya soal wacana itu. Tapi juga soal penghasilan suami, soal ilmu agama suami, mungkin juga soal wajah suami yang kurang “standar”. Semua masalah kekurangan menjadi terakumulasi di mata istri. Dan semua itu siap meledak.

Dari sini, reaksi pria dan wanita saat akan memaafkan menjadi berbeda. Setidaknya dari lama waktu proses keluarnya penerimaan maaf. Pria relatif lebih cepat, sementara wanita kalau pun cepat, boleh jadi, ada unsur terpaksa atau takut dengan hal lain di luar dirinya, seperti anak, mertua, guru ngaji, dan lainnya.

Pria bisa mengatakan, Jangan diulangi lagi ya. Tapi wanita, masih pada posisi ragu apakah kesalahan pria yang diajukan permintaan maaf itu benar-benar sudah tuntas. Atau, jangan-jangan hanya sebatas basa basi.

Di sisi yang berbeda, pria terkesan pandai mengolah kata yang pas untuk menjadikan wanita tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Tapi wanita, ia bingung harus bicara apa. Dan senyuman manis merupakan ungkapan yang sudah sangat istimewa.

Ketiga, adanya perbedaan intensitas masalah yang dihadapi suami dan istri dalam kesehariannya. Bisa dibilang, masalah yang dihadapi suami bersifat seri. Sementara bagi istri masalah menjadi paralel. Masalah datang bertubi-tubi: uang belanja kurang, anak-anak sakit, kompor gas rusak, air dari pompa sanyo keruh, hingga omongan tetangga yang kurang sedap.

Di banding masalah suami yang mungkin dari segi bobot lumayan berat, tapi masalah istri yang mungkin sepele itu datang terus-menerus tak kenal antri. Ini belum selesai, datang lagi yang lain. Terus seperti itu.

Semua tumpukan masalah ini biasanya ia redam dalam bentuk ekspresi suara yang agak lebih nyaring. Atau kurangnya perhatian terhadap pelayanan keluarga. Namun, tetap saja, tugas utamanya sebagai istri dan ibu berjalan sesuai jobdes.

Akumulasi masalah ini sebenarnya tidak hilang begitu saja. Tapi mengendap dalam emosi ketidakpuasan yang bisa dialihkan. Nah, jika ada letupan besar yang menarik semua endapan ini keluar maka terjadilah ledakan emosi itu.

Di antara letupan besar itu adalah kesalahan suami yang dinilai fatal dan tidak biasa oleh istri. Mungkin seperti wacana poligami itu.

Kalau letupan besar itu muncul dan ledakan tak lagi tertahankan, jangan heran jika kesalahan kecil suami yang sudah terjadi puluhan tahun lalu bisa terungkap begitu detil. Termasuk mungkin, mahar emas pernikahan yang masih terutang satu gram.

Meminta maaf memang perkara berat. Karena itu menunjukkan adanya sebuah pengakuan atas kekeliruan. Tapi, akan lebih berat lagi pihak yang memaafkan. Ibarat kata, sudah kehilangan, eh, malah harus ngasih lagi. (Mh/bersambung)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Di Manalah Nanti Letak Surga Kita?

Next Post

SHIN The Korean Grill Perkenalkan Lunch Set Menu untuk Temani Makan Siang Anda

Next Post

SHIN The Korean Grill Perkenalkan Lunch Set Menu untuk Temani Makan Siang Anda

Resep Mudah Lontong Rice Cooker untuk Sarapan Pagi Keluarga

Seleksi Petugas Haji Tahap Kedua Digelar 13 Februari, Ini Info Detailnya

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    512 shares
    Share 205 Tweet 128
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7907 shares
    Share 3163 Tweet 1977
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3441 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5273 shares
    Share 2109 Tweet 1318
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2875 shares
    Share 1150 Tweet 719
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Si.Se.Sa. Annual Show 2026 “The Kaleidoscope” Tampilkan Evolusi Modest Fashion dari Kasual hingga Glamor

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    578 shares
    Share 231 Tweet 145
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga