• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 17 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Mendampingi Anak Pasca Baligh untuk Belajar tentang Dunia

01/03/2026
in Parenting
Prinsip dalam mendidik remaja

Foto: Pixabay/Fangirl

83
SHARES
642
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENDAMPINGI anak pasca baligh untuk belajar tentang dunia. Orang-orang muda menjalani masa remaja dengan berbagai cara. Beberapa menjadi agresif.

Mereka mungkin terpaksa mengikuti trend masa kini. Ada yang merengek dan berdebat.

Orang lain mungkin lebih nakal atau terlalu berani mengambil risiko.

Baca Juga: Pentingnya Menyiapkan Pendidikan Akil Baligh agar Anak Menjadi Insan Bertanggung Jawab

Mendampingi Anak Pasca Baligh untuk Belajar tentang Dunia

Tidak peduli bagaimana mereka bereaksi, semua remaja menginginkan kemerdekaan.

Inilah saatnya ketika mereka harus membentuk identitas terpisah dari orang tua mereka.

Itu sepenuhnya alami. Beberapa anak melakukan transisi dengan cara yang tidak ekstrim. Bagi yang lain, menjalani masa ini menjadi jauh lebih sulit.

Sangat penting bagi orang tua untuk menjaga hubunganyang dekat dengan remaja, yaitu dengan cara:

  • Tunjukkan padanya betapa Anda peduli.
  • Sertakan remaja dalam kegiatan keluarga.
  • Biarkan jalur komunikasi tetap terbuka.

Pada saat yang sama, orang tua harus menghormati privasi remaja. Ini sulit karena orang tua mungkin merasa perlu untuk mengawasi anak.

Namun, remaja sangat menginginkan privasi dengan cara yang sama seperti mereka menginginkan kemerdekaan.

Biarkan anak remaja Anda memiliki “ruang” sendiri — area rumah yang menjadi miliknya.

Humor di dalam rumah sangat membantu. Jaga agar tetap ringan.

Jangan terlalu serius dengan remaja itu, selama dia tidak masuk ke dalam situasi yang benar-benar serius.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Yang harus kita ingat, orangtua tidak akan pernah bisa berperang melawan remaja.

Jika itu terjadi maka perang itu tidak akan pernah berakhir.

Jika anak tidak melakukan apa yang diinginkan orangtua, dan jika itu cukup penting, maka orangtua harus menetapkan batasan.

Kadang-kadang, negosiasi dimungkinkan.

Sangat penting bahwa orang tua memutuskan masalah mana yang tidak bisa dinegosiasikan (misalnya, menjalankan sholat lima waktu sehari, mengerjakan tugas sekolah dengan serius, memperlakukan orang dengan hormat) yang cukup serius untuk ditegakkan dan masalah mana yang dapat dinegosiasikan (pengantar tidur, ngemil).

Ketika Anda berkomunikasi dengan anak remaja Anda, cobalah untuk tidak bersikap konfrontatif.

Percakapan terbaik, seringkali terjadi dalam perjalanan dengan mobil.

Ini mengurangi tekanan konfrontasi tatap muka dan menawarkan suasana yang lebih santai.

Anda mungkin menemukan cara yang lebih baik lagi yang dapat membantu komunikasi Anda dengan anak remaja.

Tentu saja, cara terbaik untuk membesarkan remaja adalah membangun hubungan yang kuat dengan anak ketika dia kecil.

Ketika Anda memiliki fondasi itu, tahun-tahun berikutnya lebih mudah.

Ingatlah bahwa anak remaja Anda memang membutuhkan Anda, baik ia mengakuinya maupun tidak.

Anak-anak kita mendengarkan setiap perkataan kita, bahkan ketika mereka kelihatannya tidak mendengarkan.

Sedangkan untuk anak yang pemalu, lebih baik jangan terlalu memaksakan.

Anak pemalu perlu belajar secara bertahap bagaimana mengekspresikan dirinya.

Satu hal yang bisa membantu adalah saat mereka menemukan kesuksesan dan pengakuan dalam bidang yang mereka sukai.

Ketika anak Anda yang pemalu dapat menemukan bidang di mana ia unggul, ini akan membantu.

Sementara itu, terimalah sifat karakter ini dan bersyukurlah bahwa anak Anda pendiam dan tidak agresif. Ingat, Nabi (damai dan berkah besertanya) berkata,” Iman (iman) memiliki lebih dari tujuh puluh cabang, dan haya ‘(harga diri, kesopanan, malu, pemalu saleh), adalah cabang iman.” (Al-Bukhari 1: 8) dan (Muslim 1, # 0055). [Maya/sumber:aboutislam.net/Cms/Sdz]

Tags: Mendampingi anak pasca baligh
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Siswa Jakarta Islamic Boarding School JIBS Belajar Bahasa Arab di Islamic University of Madinah

Next Post

Tanya Jawab tentang I’tikaf

Next Post
Kenapa Mesti Mengeluh

Tanya Jawab tentang I'tikaf

Ketahui Jus Mangga dan Wortel Dapat Menyehatkan Kulit

Ketahui Jus Mangga dan Wortel Dapat Menyehatkan Kulit

Sentuhan Fisik dalam Pengasuhan Anak

Sentuhan Fisik dalam Pengasuhan Anak

  • Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

    Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8213 shares
    Share 3285 Tweet 2053
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4211 shares
    Share 1684 Tweet 1053
  • Edukasi Budaya untuk Generasi Muda, Jakarta Culture Cinema Hadirkan Ruang Kreatif Keluarga dan Pelajar

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2047 shares
    Share 819 Tweet 512
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3675 shares
    Share 1470 Tweet 919
  • Kenapa Iran Menjadi Target Israel

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Beberapa Ciri-Ciri Orang Dengan IQ Sangat Rendah

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3162 shares
    Share 1265 Tweet 791
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga