SAHABAT Muslim, ditengah perubahan musim sekarang dari panas ke hujan tentunya kamu diwajibkan untuk menjaga kesehatan badan agar selalu lebih prima. Lalu bagaimana cara kamu menjaganya selama ini? apakah sudah benar? salah satu cara paling mudah dalam menjaga kondisi badan agar tetap prima kuncinya adalah asupan yang dimakan harus banyak mengandung vitamin dan juga protein.
Dari sekian banyak makanan sehat yang paling mudah di dapatkan dan juga murah adalah telur. Bahan makanan ini akan dapat mudah kamu jumpai baik di pasar tradisional, supermarket atau warung kelontong sekalipun. Selama ini kamu mengolahnya dengan cara apa? apakah direbus, orak-arik atau di dadar? jika kamu masih bingung yang mana lebih sehat, tenang saja karena dalam artikel ini kita akan membahasnya. Berikut ini adalah mana yang lebih sehat telur rebus, orak-arik atau dadar.
Telur Rebus, Telur Orak Arik, Telur Dadar yang Mana lebih Sehat?
Analisis Olahan Telur
1. Telur Rebus
Pertama tentunya paling sehat adalah telur rebus karena ia dimasak tanpa menggunakan minyak, mentega ataupun minyak jenuh lainnya. Selain dari itu pada olahan telur yang direbus akan membuat kalori dan kandungan lemaknya murni berasal dari telur itu sendiri. Tidak ada penambahan kalori eksternal. Nutrisi penting di dalamnya seperti protein, vitamin A, D, E, dan kolin akan tetap utuh karena tidak terpapar suhu panas minyak goreng yang terlalu tinggi dalam waktu lama. Minusnya tidak semua orang menyukai jenis olahan ini karena tidak memiliki rasa alias hambar saja.
2. Telur Orak-Arik
Selanjutnya adalah telur orak-arik yang memiliki tingkat kesehatan yang cukup, akan tetapi tergantung juga cara kamu memasaknya seperti apa. Saat membuat telur orak-arik, umumnya kamu akan membutuhkan mentega, margarin, atau sedikit minyak untuk mencegah lengket pada wajan. Beberapa resep juga menambahkan susu atau krim cair, cara ini juga akan membuat telur memiliki rasa yang lebih lezat. Akan tetapi jika kamu menggunakan bahan-bahan yang berlemak akan meningkatkan jumlah kalori dan lemak jenuh pada hidangan akhir, meskipun protein utamanya masih tetap terjaga.
3. Telur Dadar
Terakhir adalah telur dadar, pada jenis ini memiliki tingkat kesehatan paling rendah jika dibandingkan dengan cara direbus atau orak-arik. Kenapa memiliki tingkat kesehatan paling rendah karena dalam proses memasaknya membutuhkan minyak goreng yang banyak, hal ini bertujuan agar telur matang dengan sempurna, selain dari itu juga agar wajan yang dipergunakan tidak lengket. Dampak dari ini akan membuat minyak goreng yang meresap ke dalam adonan telur membuat kandungan kalori, lemak total, serta lemak trans/jenuh melonjak naik secara signifikan. Jika dikonsumsi terlalu sering, hal ini dapat memicu peningkatan kadar kolesterol jahat.
Kandungan Nutrisi Telur
Satu butir telur sedang umumnya memiliki berat sekitar 50 gram. Walaupun terlihat sangat ringan akan tetapi di dalamnya mengandung nutrisi yang sangat banyak untuk kesehatan tubuh, berikut ini adalah kandungan nutrisi telur.
1. Kalori
Telur memiliki kandungan kalori kurang lebih sekitar 70–78 kkal bila kamu dalam mengolahnya menggunakan cara direbus.
2. Protein
Seperti diawal tadi pada artikel ini bahwasanya telur memiliki kandungan protein yang tinggi, sebab pada ukuran telur 50 gram memiiliki kadar protein sekitar 6 gram. Kandungan ini tentunya lengkap dengan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan sel dan membentuk otot.
3. Lemak
Telur memiliki kadar lemak sekitar 5 gram, sebagian besar lemak tak jenuh ganda dan tunggal, serta sedikit lemak jenuh yang terletak di bagian kuning telur.
4. Vitamin dan Mineral
Telur memiliki banyak vitamin di dalamnya diantaranya Vitamin A, B2 (Riboflavin), B12, dan Folat. Hal ini untuk mendukung kesehatan mata, sistem saraf, dan produksi sel darah merah. Selain dari itu ia juga mengandung kolin ini adalah nutrisi penting untuk kesehatan otak dan memori. Terakhir ia juga mengandung Selenium & Zink, yang berguna untuk antioksidan yang menjaga sistem kekebalan tubuh.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata konsumsi per kapita dalam seminggu untuk telur ayam ras di 2025 berada di angka 2,362 kilogram. Jika dilihat dalam 10 tahun terakhir, rata-rata konsumsi telur 2025 tersebut telah meningkat 19,1 persen karena konsumsi telur per kapita selama seminggu pada tahun 2016 berada di angka 1,983 kg.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jika kamu ingin memperbesar badan juga bisa menggunakan telur ayam direbus karena mengingat kandungan protein yang cukup tinggi, tinggal kamu kalikan saja berapa jumlah protein kamu dalam satu hari antara berat badan kamu dikali dengan 1,5 gram protein. Jika kamu ingin memiliki varian rasa bisa memilih telur orak-arik atau dadar akan tetapi sebaiknya menggunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola dalam jumlah yang minimal serta kurangi penggunaan garam berlebih. [DW/BY]





