IKATAN Da’i Indonesia (IKADI) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) IV Tahun 2026 pada 20–22 November 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Agenda nasional ini menjadi momentum strategis bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal, mengevaluasi program kerja, melakukan regenerasi kepemimpinan, serta merumuskan arah gerakan dakwah dalam menghadapi berbagai tantangan umat dan bangsa.
Informasi mengenai penyelenggaraan Munas IV IKADI tersebut disampaikan dalam kegiatan konferensi pers yang berlangsung pada Jumat (6/11/2026) di Gedung Pengurus Pusat IKADI. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan organisasi serta awak media.
Mengusung tema “Sinergi IKADI dalam Mewujudkan Umat Berdaulat & NKRI Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045”, Munas IV diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi para dai dalam pembangunan masyarakat dan bangsa. Adapun tagline yang diangkat adalah “IKADI Berdaya, Umat Berdaulat, Indonesia Kuat.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen IKADI untuk memperluas peran dakwah agar tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian, pemberdayaan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan nasional.
Baca Juga: Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia
Munas IV IKADI Digelar November 2026, Perkuat Sinergi Dakwah Menuju Indonesia Emas 2045
Perkuat Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan
Sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi, Munas IV IKADI memiliki sejumlah agenda penting yang berkaitan dengan keberlangsungan dan pengembangan organisasi. Salah satunya adalah melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah strategis untuk periode kepengurusan berikutnya.
Dalam forum tersebut, peserta juga akan membahas dan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar tetap relevan dengan perkembangan kondisi umat dan bangsa. Selain itu, agenda pemilihan kepemimpinan menjadi salah satu pembahasan utama, termasuk memilih dan mengesahkan Ketua serta Anggota Dewan Syura, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKADI.
Melalui proses tersebut, IKADI berupaya membangun tata kelola organisasi yang semakin kuat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Regenerasi kepemimpinan juga diharapkan dapat menghadirkan semangat baru dalam menjalankan berbagai program dakwah di seluruh Indonesia.
Tidak hanya membahas persoalan internal, Munas IV juga akan menjadi wadah untuk mendiskusikan berbagai persoalan aktual yang dihadapi umat dan bangsa. Beragam gagasan serta rekomendasi strategis akan dirumuskan sebagai bentuk kontribusi IKADI terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Libatkan Ratusan Peserta dari Berbagai Wilayah
Penyelenggaraan Munas IV IKADI direncanakan diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi. Jumlah tersebut terdiri atas 380 peserta dari Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD), serta 120 peserta dari unsur Dewan Syura dan Pengurus Pusat IKADI.
Selain peserta utama, kegiatan ini juga diperkirakan akan diramaikan sekitar 5.000 orang yang turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah diharapkan memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kebersamaan antarpengurus maupun anggota IKADI.
Pertemuan nasional ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menyatukan pandangan mengenai arah gerakan dakwah. Dengan melibatkan berbagai unsur organisasi, keputusan yang dihasilkan diharapkan dapat mewakili kebutuhan dan tantangan dakwah di berbagai wilayah Indonesia.
Dai Memiliki Peran Strategis dalam Pembangunan Bangsa
IKADI memandang bahwa dai memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Peran seorang dai tidak hanya terbatas sebagai pembimbing spiritual, tetapi juga mencakup fungsi pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penguatan moralitas, serta perekat persatuan.
Dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks, dai diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan masyarakat. Dakwah perlu hadir secara nyata melalui pendidikan, pembinaan karakter, penguatan solidaritas sosial, dan berbagai kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung.
Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam pelaksanaan Munas IV IKADI. Organisasi ingin memastikan bahwa gerakan dakwah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan umat sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Melalui penyelenggaraan Munas IV, IKADI menargetkan lahirnya keputusan strategis yang mampu memperkuat organisasi serta meningkatkan efektivitas program dakwah di seluruh Indonesia.
Momentum ini juga diharapkan menjadi langkah penting untuk membangun sinergi antara para dai, organisasi, dan masyarakat dalam mewujudkan umat yang mandiri serta berdaya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dengan semangat persatuan dan pembaruan organisasi, IKADI berkomitmen mengambil bagian dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlak, berdaya saing, dan memiliki kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia. Harapannya, hasil Munas IV tidak berhenti sebagai keputusan organisasi, tetapi dapat diwujudkan melalui gerakan dakwah yang berkelanjutan demi mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. [DW]





