IKATAN Da’i Indonesia (IKADI) terus memperkuat gerakan dakwah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat menjelang Musyawarah Nasional (Munas) IV Tahun 2026. Tidak sekadar menjadi agenda konsolidasi organisasi, perhelatan yang akan berlangsung pada 20–22 November 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan kontribusi nyata para dai dalam menjawab persoalan umat dan bangsa.
Berbagai program pra-Munas telah dilaksanakan di tingkat nasional hingga daerah. Mulai dari Lomba Dakwah Digital Nasional IKADI, Majelis Qur’an IKADI, Pelatihan 10.000 Khatib yang mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), hingga program santunan untuk 1.000 anak yatim.
Rangkaian kegiatan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Jumat (6/11/2026) di Aula Kantor Pusat Pengurus Pusat (PP) IKADI, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP IKADI, Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA, menegaskan pentingnya pelaksanaan Munas IV sebagai ruang pertemuan para ulama, kiai, dan dai dari berbagai penjuru Indonesia.
“Munas IV IKADI ini terasa penting karena berkumpulnya para Ulama, Kiai, Dai dari seluruh Indonesia terlebih skrg ini kita dihadapkan oleh berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, dan kita akan membahasnya di Munas nanti,” ujar Ahmad Kusyairi Suhail.
Menurutnya, pertemuan nasional tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia
Cetak Rekor MURI hingga Santuni 1.000 Anak Yatim IKADI Siapkan Terobosan Dakwah Jelang Munas IV
Pelatihan 10.000 Khatib Pecahkan Rekor MURI
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam rangkaian pra-Munas adalah Pelatihan 10.000 Khatib IKADI. Program ini dilaksanakan secara serentak pada 27 Oktober 2026 dengan melibatkan lebih dari 10.000 peserta yang tersebar di Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) IKADI di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut berhasil mencatatkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan memperoleh penghargaan dalam kategori “Pelatihan Khatib secara Serentak Peserta Terbanyak”.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Melalui pelatihan tersebut, IKADI ingin mendorong lahirnya khatib yang memiliki wawasan luas, kompetensi memadai, serta mampu menyampaikan dakwah secara berkualitas, relevan, dan mencerahkan.
Perluas Dakwah Melalui Ruang Digital dan Majelis Al-Qur’an
Selain penguatan kapasitas khatib, IKADI juga mengembangkan dakwah melalui pendekatan yang menyesuaikan perkembangan zaman. Salah satunya melalui Lomba Dakwah Digital Nasional IKADI (LDDNI) yang diikuti peserta dari berbagai kelompok usia dan kategori dari seluruh Indonesia.
Program ini menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan dakwah melalui teknologi digital. Dengan semakin berkembangnya penggunaan media digital, dai dituntut mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara kreatif dan mudah diterima masyarakat.
IKADI juga menyelenggarakan Majelis Qur’an IKADI (MQI) di berbagai kota dan provinsi. Kegiatan ini berlangsung hingga menjelang pelaksanaan Munas IV sebagai bagian dari upaya memperkuat interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an serta membangun kehidupan keagamaan yang lebih baik.
Santuni 1.000 Anak Yatim dan Hadirkan Kegiatan Sosial
Komitmen IKADI terhadap pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui program santunan anak yatim. Program tersebut menargetkan sebanyak 1.000 anak yatim untuk mendapatkan santunan. Pelaksanaannya masih berlangsung di berbagai daerah dan diharapkan dapat mencapai target sebelum Munas IV diselenggarakan.
Tidak berhenti pada kegiatan tersebut, rangkaian Munas IV juga akan diramaikan dengan sejumlah agenda tambahan, seperti seminar nasional, seminar internasional, bazar rakyat atau UMKM, serta berbagai kegiatan sosial dan keumatan.
Kehadiran kegiatan tersebut menunjukkan bahwa gerakan dakwah IKADI berupaya menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dakwah tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual, tetapi juga menyentuh persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ajak Media dan Seluruh Elemen Bangsa Bersinergi
Menghadapi tantangan era digital, perubahan sosial, dan berbagai persoalan kebangsaan, IKADI menilai diperlukan kolaborasi yang kuat antara dai, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, media, dan seluruh elemen bangsa.
Media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi serta gagasan dakwah kebangsaan kepada masyarakat. Karena itu, IKADI mengajak awak media untuk turut mengawal dan mempublikasikan rangkaian kegiatan Munas IV Tahun 2026.
Mengusung tema “Sinergi IKADI dalam Mewujudkan Umat Berdaulat & NKRI Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045”, Munas IV diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat arah gerakan dakwah sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional.
Melalui berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan, IKADI ingin menegaskan bahwa dakwah harus hadir dengan dampak nyata. Semangat tersebut terangkum dalam tagline Munas IV, “IKADI Berdaya, Umat Berdaulat, Indonesia Kuat.” [DW]





