DALAM menjalani kehidupan, manusia sering dihadapkan pada pilihan antara mengikuti keinginan diri sendiri atau menaati petunjuk Allah SWT. Terkadang, kita mengetahui sesuatu yang benar, tetapi sulit melakukannya karena tergoda oleh kesenangan dunia. Ada pula saat kita merasa lebih baik daripada orang lain hingga lupa bahwa setiap manusia memiliki kelemahan dan membutuhkan pertolongan Allah.
Al-Qur’an memberikan banyak pelajaran berharga untuk membantu manusia menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-A’raf, surah ke-7 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 206 ayat. Surah ini memuat kisah para nabi, peringatan bagi orang yang mengingkari kebenaran, serta petunjuk tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupannya.
Baca Juga: Membiasakan Shalawat kepada Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Pelajaran Hidup dari Surah Al-A’raf untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Berikut beberapa pelajaran dari kandungan Surah Al-A’raf yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jangan Sombong atas Apa yang Dimiliki
Salah satu kisah penting dalam Surah Al-A’raf adalah tentang Iblis yang menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam. Iblis merasa dirinya lebih baik sehingga enggan menaati perintah tersebut.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa kesombongan dapat membuat seseorang menolak kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap tersebut bisa muncul ketika kita merasa lebih pintar, lebih kaya, lebih berpengalaman, atau lebih saleh dibandingkan orang lain.
Padahal, semua yang kita miliki merupakan karunia Allah. Karena itu, penting untuk menjaga kerendahan hati, menghargai sesama, dan bersedia menerima nasihat meskipun datang dari orang yang lebih muda atau memiliki kedudukan berbeda.
2. Menjaga Diri dari Godaan yang Menyesatkan
Dalam Surah Al-A’raf ayat 27, Allah mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh setan sebagaimana Adam dan Hawa pernah menghadapi godaannya.
Pesan ini relevan dengan kehidupan modern. Godaan tidak selalu hadir dalam bentuk yang jelas terlihat buruk. Terkadang, godaan muncul melalui keinginan memperoleh sesuatu dengan cara yang tidak benar, kebiasaan menunda ibadah, atau dorongan mengikuti lingkungan yang menjauhkan kita dari ketaatan.
Oleh sebab itu, kita perlu menjaga diri dengan memperkuat iman, memperhatikan pergaulan, dan membiasakan diri mempertimbangkan akibat dari setiap keputusan.
3. Tidak Berlebihan dalam Menikmati Dunia
Surah Al-A’raf ayat 31 mengajarkan manusia untuk makan dan minum tanpa berlebihan. Pesan ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkannya dengan mengatur pengeluaran, membeli barang sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan makanan, dan tidak menjadikan gaya hidup sebagai ukuran kebahagiaan. Menikmati rezeki yang halal diperbolehkan, tetapi tetap perlu disertai rasa syukur dan tanggung jawab.
4. Membiasakan Diri Berdoa dengan Rendah Hati
Allah mengajarkan manusia untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati dan suara yang lembut dalam Surah Al-A’raf ayat 55.
Pesan ini mengingatkan kita bahwa doa bukan sekadar meminta sesuatu, melainkan juga bentuk pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah. Ketika menghadapi masalah pekerjaan, persoalan keluarga, atau kekhawatiran tentang masa depan, kita dapat mengadu kepada Allah sambil tetap berusaha mencari jalan keluar.
Jangan hanya mengingat Allah ketika sedang kesulitan. Biasakan berdoa dalam keadaan lapang maupun sempit agar hati senantiasa terhubung dengan-Nya.
5. Menjaga Lingkungan dan Tidak Membuat Kerusakan
Surah Al-A’raf ayat 56 melarang manusia berbuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Ayat ini juga mengingatkan manusia untuk berdoa dengan rasa takut dan penuh harap.
Dalam kehidupan modern, menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti mengurangi sampah plastik, menghemat air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana. Selain itu, kita juga perlu menghindari tindakan yang merugikan orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan.
Menjadi manusia yang baik bukan hanya tentang hubungan dengan Allah, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan sesama dan menjaga lingkungan.
6. Belajar Memaafkan dan Berbuat Baik
Surah Al-A’raf ayat 199 mengajarkan agar manusia bersikap pemaaf, mengajak kepada kebaikan, dan tidak terpancing oleh perilaku orang-orang yang tidak bijaksana.
Nasihat ini sangat relevan ketika kita menghadapi perbedaan pendapat, perkataan yang menyakitkan, atau perlakuan tidak menyenangkan. Kita tidak harus membalas setiap perkataan buruk dengan kemarahan. Terkadang, memilih diam, menjaga sikap, dan menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik justru menunjukkan kedewasaan.
Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain. Kita tetap boleh menetapkan batasan yang sehat sambil menjaga hati agar tidak dipenuhi kebencian.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kandungan Surah Al-A’raf memberikan banyak pelajaran untuk kehidupan, mulai dari menjauhi kesombongan, mengendalikan diri, memperbanyak doa, menjaga lingkungan, hingga membiasakan sikap pemaaf. Semua itu mengingatkan kita bahwa keimanan perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Mempelajari Al-Qur’an sebaiknya tidak berhenti pada membaca ayat-ayatnya. Kita juga perlu memahami maknanya, merenungkan pesan yang terkandung di dalamnya, lalu berusaha menerapkannya sesuai tuntunan Islam.
Semoga Surah Al-A’raf menjadi pengingat agar kita senantiasa memperbaiki diri, menjaga hubungan dengan Allah, dan menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. [DW]





