TANGGUNG jawab terus berdatangan, harapan belum juga terwujud, sementara tenaga dan pikiran seolah sudah berada di batas kemampuan. Dalam keadaan seperti itu, kita mungkin bertanya-tanya apakah rasa lelah ini menandakan bahwa kita sudah tidak cukup kuat menjalani kehidupan.
“ Sungguh, kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.” (QS. Al-Kahfi: 62)
Padahal, lelah adalah bagian dari fitrah manusia. Bahkan Nabi Musa AS, seorang nabi pilihan Allah yang menghadapi berbagai ujian besar, pernah mengungkapkan rasa letihnya ketika menempuh perjalanan bersama pelayannya untuk mencari Nabi Khidir AS.
Baca Juga: Laila binti Khatim Sosok Sahabiyah yang Mengajarkan Keberanian dan Kerendahan Hati
Saat Lelah Menjadi Bagian dari Perjalanan Menuju Allah
Kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa menjadi pribadi yang kuat bukan berarti harus selalu mampu menghadapi semuanya tanpa mengeluh. Kesabaran bukan berarti tidak pernah merasa ingin berhenti sejenak. Begitu pula keimanan bukan berarti seseorang harus selalu terlihat tegar dalam setiap keadaan.
Ada kalanya kita merasa lelah meskipun sedang berusaha melakukan hal yang benar. Kita bekerja mencari rezeki halal, menjalankan tanggung jawab keluarga, memperbaiki diri, atau berjuang menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, semua itu tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Perjalanan menuju kebaikan pun membutuhkan pengorbanan. Ada waktu, tenaga, air mata, dan kesabaran yang harus kita berikan. Karena itu, jangan buru-buru menganggap kelelahan sebagai tanda bahwa iman kita melemah.
Bisa jadi, kita hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat, menenangkan pikiran, dan kembali menguatkan hati. Berhenti sejenak bukan berarti menyerah. Terkadang, kita perlu mengambil jarak dari hiruk-pikuk kehidupan agar bisa melihat kembali tujuan yang sedang diperjuangkan.
Yang tidak kalah penting, jangan merasa harus menyembunyikan semua kesedihan di hadapan Allah. Jika hati terasa sesak, sampaikanlah dalam doa. Jika air mata sulit dibendung, biarkan ia mengalir saat kita mengadu kepada-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang kita rasakan, termasuk beban yang tidak mampu kita ceritakan kepada siapa pun.
Kita tidak harus menyelesaikan seluruh persoalan dalam satu malam. Tidak semua harapan harus terwujud hari ini. Ada hal-hal yang memang membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran lebih panjang daripada yang kita bayangkan.
Selama arah yang kita tuju tetap benar, teruslah melangkah sesuai kemampuan. Mintalah pertolongan Allah agar hati tetap terjaga dan langkah tidak kehilangan tujuan.
Pada akhirnya, hidup bukan perlombaan untuk menjadi yang paling cepat sampai. Ada perjalanan yang mengajarkan kesabaran, ada ujian yang mendewasakan, dan ada kelelahan yang membuat kita kembali menyadari betapa kita membutuhkan pertolongan Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jika hari ini terasa berat, beristirahatlah tanpa kehilangan harapan. Semoga setiap langkah yang kita tempuh dalam kebaikan menjadi amal yang diridai-Nya dan setiap lelah mengantarkan kita semakin dekat kepada Allah SWT. [DW]
Sumber: Ustadzah Dr. Eko Yuliarti Siroj





