DI TENGAH padatnya aktivitas dan berbagai persoalan hidup, banyak umat Islam membiasakan diri memperbanyak shalawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah. Salah satu shalawat yang sangat populer di Indonesia adalah Shalawat Nariyah, yang juga dikenal dengan nama Shalawat Tafrijiyah. Shalawat ini telah lama diamalkan dalam tradisi pesantren, majelis taklim, dan wirid harian sebagai doa memohon kelapangan, keberkahan, serta pertolongan Allah.
Perlu dipahami bahwa Shalawat Nariyah bukan termasuk shalawat yang lafaznya diriwayatkan langsung dari Rasulullah. Para ulama menjelaskan bahwa ia merupakan susunan doa yang dibuat oleh ulama saleh sebagai ungkapan pujian kepada Rasulullah dan permohonan kepada Allah. Keutamaannya bersandar pada anjuran syariat untuk memperbanyak shalawat, sedangkan lafaz Nariyah merupakan bagian dari tradisi amaliah para ulama.
Baca Juga: Rahasia Memasak Cumi Tetap Empuk dan Bebas Bau Amis
Keutamaan Shalawat Nariyah Penyejuk Hati Penuh Harapan
1. Menumbuhkan cinta kepada Rasulullah
Shalawat adalah bukti kecintaan seorang hamba kepada Rasulullah. Allah sendiri memerintahkan orang-orang beriman agar bershalawat kepada Rasul-Nya sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ahzab ayat 56. Semakin sering seseorang bershalawat, semakin kuat pula ikatannya dengan teladan terbaik umat manusia.
2. Menjadi doa memohon kelapangan hidup
Isi Shalawat Nariyah memuat permohonan agar Allah mengurai kesulitan, menghilangkan kesedihan, memenuhi kebutuhan, serta memberikan akhir kehidupan yang baik. Karena kandungan maknanya itulah, banyak ulama menyebutnya sebagai shalawat yang berisi doa memohon faraj atau kelapangan hidup. Namun, keyakinan seorang muslim tetap harus tertuju kepada Allah sebagai satu-satunya Dzat yang mengabulkan doa.
3. Mendapatkan rahmat dan pahala shalawat
Keutamaan terbesar berasal dari amalan bershalawat itu sendiri. Rasulullah bersabda bahwa siapa yang bershalawat kepada beliau satu kali, Allah akan melimpahkan sepuluh rahmat kepadanya. Hadis sahih ini menjadi dasar utama mengapa umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat dalam berbagai kesempatan.
4. Menenangkan hati saat menghadapi ujian
Banyak orang merasakan ketenangan ketika membaca Shalawat Nariyah secara istiqamah. Hal ini bukan karena lafaznya memiliki kekuatan tersendiri, melainkan karena shalawat merupakan bentuk dzikir yang mengingatkan hati kepada Allah. Ketika hati dipenuhi dzikir dan tawakal, seseorang akan lebih kuat menghadapi cobaan hidup dengan penuh harapan.
5. Menguatkan semangat berdoa dan bertawakal
Dalam tradisi para ulama, Shalawat Nariyah sering dibaca sebelum atau sesudah berdoa. Tujuannya adalah memperindah adab berdoa dengan mengawali permohonan melalui pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah. Beberapa jumlah bacaan seperti 11, 100, atau 4.444 kali merupakan amaliah yang berkembang di kalangan ulama, bukan ketentuan wajib dalam Al-Qur’an maupun hadis. Karena itu, yang lebih utama adalah membacanya dengan ikhlas dan istiqamah, bukan sekadar mengejar jumlah tertentu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Pada akhirnya, Shalawat Nariyah mengajarkan bahwa setiap kesulitan hendaknya dikembalikan kepada Allah. Shalawat menjadi jembatan untuk memperbanyak dzikir, memperkuat cinta kepada Rasulullah, dan menumbuhkan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu lebih dekat daripada yang kita sangka. Selama dibaca dengan akidah yang benar, yaitu meyakini bahwa hanya Allah yang memberi manfaat dan mengabulkan doa, shalawat ini menjadi amalan yang penuh makna dalam kehidupan seorang muslim. [DW]





