UMMU Sinan Al Aslamiyah merupakan salah satu sahabiyah Rasulullah yang kisah hidupnya memperlihatkan keberanian, ketaatan, dan kesungguhan dalam berbuat sesuatu yang bermanfaat. Ia berasal dari kabilah Aslam dan termasuk perempuan yang berbaiat kepada Rasulullah SAW. Dalam sejumlah riwayat, Ummu Sinan juga dikenal sebagai seorang sahabiyah yang meriwayatkan hadis.
Salah satu kisah yang paling dikenal tentang Ummu Sinan terjadi ketika Rasulullah SAW hendak berangkat menuju Khaibar. Ia datang menemui Rasulullah dan menyampaikan keinginannya untuk ikut serta. Namun, yang menarik bukan sekadar keberaniannya untuk ikut dalam perjalanan tersebut. Ummu Sinan sudah memikirkan apa yang dapat ia lakukan untuk membantu kaum Muslimin.
Baca Juga: Daun Suji Bukan Sekadar Pewarna Alami Ini Potensi Manfaatnya untuk Kesehatan
Keteguhan Ummu Sinan Al Aslamiyah dalam Mengabdi di Jalan Allah
Ia menawarkan diri untuk memberi minum orang-orang yang kehausan serta merawat mereka yang sakit dan terluka. Rasulullah kemudian memberikan izin kepadanya untuk ikut. Ummu Sinan pun memilih bergabung dengan rombongan Rasulullah bersama Ummu Salamah.
Kisah tersebut memberikan gambaran bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk yang sama. Ummu Sinan mengetahui kemampuan yang dimilikinya dan menggunakannya untuk membantu orang lain. Ia tidak sekadar ingin hadir, tetapi ingin memberikan manfaat.
Dalam beberapa sumber sejarah, Ummu Sinan juga disebut memiliki kemampuan menunggang kuda dan memahami urusan peperangan. Ia ikut dalam sejumlah peristiwa penting pada masa Rasulullah. Keterlibatannya menunjukkan bahwa perempuan pada masa itu juga memiliki peran dalam mendukung perjuangan kaum Muslimin sesuai dengan kemampuan dan kondisi mereka.
Keteladanan Ummu Sinan tidak berhenti pada keberaniannya. Ia juga dikenal sebagai perempuan yang berusaha menaati Allah dan Rasul-Nya. Ia termasuk orang yang berbaiat kepada Rasulullah dan mengikuti majelis beliau. Riwayat juga menyebutkan bahwa ia biasa menghadiri salat Jumat dan salat Id bersama Rasulullah.
Ada pula kisah lain yang memperlihatkan bagaimana Ummu Sinan menghadapi keterbatasan dengan tetap berusaha melihat kebaikan. Setelah Rasulullah SAW kembali dari Haji Wada, beliau bertanya kepadanya tentang alasan tidak ikut berhaji. Ummu Sinan menjelaskan bahwa mereka hanya memiliki dua unta; satu digunakan suaminya dan anaknya untuk berhaji, sedangkan yang lain diperlukan untuk mengairi lahan. Rasulullah kemudian memberikan kabar gembira tentang keutamaan umrah pada bulan Ramadan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dari perjalanan hidup Ummu Sinan, ada pelajaran penting yang masih relevan hingga sekarang. Kita tidak harus menunggu memiliki banyak kemampuan untuk mulai memberikan manfaat. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik melalui keahlian, tenaga, waktu, harta, maupun perhatian yang dimilikinya.
Ummu Sinan juga mengajarkan bahwa keberanian seharusnya berjalan bersama ketaatan. Ia tidak mencari kemuliaan untuk dirinya sendiri, tetapi berusaha mengambil bagian dalam kebaikan sesuai kemampuannya.
Kisahnya mengingatkan kita bahwa usia, keadaan, maupun keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbuat baik. Selama masih diberi kesempatan, selalu ada jalan untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan mendekatkan diri kepada Allah. [DW]





