DAUN suji sudah lama dikenal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Warnanya hijau pekat sering dimanfaatkan untuk memberikan warna alami pada berbagai makanan, mulai dari kue tradisional hingga minuman. Berbeda dengan pandan yang lebih dikenal karena aromanya, daun suji justru memiliki warna hijau yang kuat sehingga sering digunakan sebagai pewarna alami.
Di balik penggunaannya di dapur, daun suji juga menarik perhatian karena mengandung berbagai senyawa bioaktif. Beberapa penelitian menemukan adanya kandungan klorofil, flavonoid, polifenol, dan senyawa lain yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh. Namun, manfaat tersebut sebaiknya dipahami sebagai potensi, karena sebagian penelitian masih dilakukan menggunakan ekstrak atau hewan percobaan.
Baca Juga: Ini Cara Alami Membantu Mengatasi Kutu Air
Daun Suji Bukan Sekadar Pewarna Alami Ini Potensi Manfaatnya untuk Kesehatan
1. Berpotensi sebagai sumber antioksidan
Salah satu manfaat daun suji yang paling banyak diteliti adalah aktivitas antioksidannya. Klorofil dan turunannya diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian terhadap ekstrak daun suji menunjukkan adanya peningkatan aktivitas antioksidan, sementara pemberian ekstraknya pada tikus selama dua bulan berkaitan dengan penurunan kadar malondialdehida (MDA) serta peningkatan aktivitas enzim antioksidan seperti katalase dan superoksida dismutase.
Antioksidan sendiri berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Meski demikian, hasil penelitian pada hewan tidak bisa langsung dianggap sama dengan efek mengonsumsi daun suji pada manusia.
2. Memiliki potensi membantu menjaga kadar kolesterol
Daun suji juga pernah diteliti berkaitan dengan aktivitas hipokolesterolemik atau potensi membantu menurunkan kadar kolesterol. Kajian di Institut Pertanian Bogor menunjukkan bahwa klorofil dan beberapa turunannya memiliki aktivitas biologis yang berkaitan dengan efek antioksidatif dan hipokolesterolemik.
Temuan tersebut membuat daun suji menarik untuk terus diteliti sebagai salah satu bahan pangan lokal yang berpotensi mendukung kesehatan. Namun, daun suji tentu tidak dapat menggantikan obat atau terapi yang diberikan dokter untuk masalah kolesterol.
3. Berpotensi memiliki efek antiinflamasi
Senyawa yang terdapat dalam daun suji juga dipelajari karena aktivitas biologisnya, termasuk potensi antiinflamasi. Kajian mengenai tanaman ini menyebutkan bahwa ekstrak daun suji memiliki berbagai aktivitas farmakologis yang masih perlu dikembangkan melalui penelitian lebih lanjut.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan daun suji masih menarik untuk dikaji sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan maupun kesehatan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
4. Memiliki kandungan klorofil yang tinggi
Warna hijau tua pada daun suji tidak muncul begitu saja. Daun ini merupakan salah satu sumber klorofil yang cukup potensial. Penelitian mengenai ekstraksi klorofil menunjukkan bahwa daun suji memiliki kandungan klorofil yang tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pewarna hijau alami.
Klorofil inilah yang membuat daun suji banyak digunakan sebagai alternatif pewarna alami dalam makanan.
5. Berpotensi memiliki aktivitas antimikroba
Kajian etnobotani dan farmakologi terhadap daun suji juga menemukan adanya potensi aktivitas antibakteri dan antijamur. Masyarakat di beberapa wilayah Asia Tenggara bahkan telah lama menggunakan tanaman ini dalam pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan. Meski begitu, penggunaan tradisional tidak otomatis membuktikan efektivitasnya untuk mengobati penyakit tertentu.
***
Pada akhirnya, daun suji dapat menjadi salah satu tanaman lokal yang menarik untuk dimanfaatkan, terutama sebagai pewarna alami sekaligus sumber senyawa bioaktif. Jika ingin mengonsumsinya, gunakan dalam jumlah wajar dan sebagai bagian dari pola makan beragam. Jangan menjadikan daun suji sebagai pengganti pengobatan medis, terutama ketika sedang mengalami keluhan kesehatan tertentu. [DW]





