KEBAIKAN yang kita terima dalam hidup sering kali datang tanpa kita sadari. Setiap hari Allah memberikan begitu banyak nikmat, mulai dari kesehatan, keluarga, kesempatan bekerja, rezeki, hingga waktu untuk memperbaiki diri. Tidak semuanya kita minta, tetapi Allah tetap memberikannya. Karena itu, salah satu bentuk rasa syukur adalah berusaha menghadirkan kebaikan dalam kehidupan orang lain.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”
(QS. Al-Qashash: 77)
Baca Juga: Simak Ragam Bahan Herbal untuk Mempercepat Penyembuhan Kista
Berbuat Baik Sebagai Wujud Syukur kepada Allah
Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa kebaikan yang dilakukan kepada orang lain bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga cerminan dari rasa syukur kepada Allah. Ketika Allah telah memberikan banyak hal kepada kita, sudah sepatutnya kita tidak hanya menikmatinya sendiri.
Berbuat baik tidak selalu harus dalam bentuk sesuatu yang besar. Tersenyum kepada orang lain, membantu seseorang yang sedang kesulitan, memberikan makanan, menolong tetangga, berbagi ilmu, atau sekadar mendengarkan keluh kesah seseorang juga dapat menjadi bentuk kebaikan.
Bahkan, terkadang kebaikan paling sederhana justru sangat berarti bagi orang lain. Kalimat yang menenangkan bisa membuat seseorang kembali bersemangat. Bantuan kecil yang kita anggap biasa saja mungkin menjadi pertolongan yang sangat dibutuhkan oleh orang lain.
Menariknya, Allah juga memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk terus memperbaiki diri. Seseorang yang pernah melakukan kesalahan tidak berarti kehidupannya berakhir di sana. Selama masih diberikan waktu, pintu taubat dan kesempatan untuk menjadi lebih baik tetap terbuka.
Karena itu, jangan merasa bahwa diri kita terlalu banyak dosa untuk melakukan kebaikan. Justru ketika menyadari banyaknya kekurangan, kita seharusnya semakin bersemangat mendekat kepada Allah. Salah satu caranya adalah memperbanyak amal baik dan memberikan manfaat kepada sesama.
Kebaikan juga tidak harus menunggu kita menjadi kaya, memiliki banyak waktu, atau berada dalam keadaan sempurna. Kita dapat memulainya dari apa yang ada saat ini. Jika memiliki harta, kita bisa berbagi. Jika memiliki ilmu, kita bisa mengajarkannya. Jika memiliki tenaga, kita bisa membantu. Bahkan jika tidak mampu melakukan banyak hal, menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain pun merupakan sebuah kebaikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga tentang seberapa banyak manfaat yang dapat kita berikan. Semoga setiap nikmat yang Allah titipkan kepada kita menjadi jalan untuk berbuat baik, membantu sesama, dan semakin dekat kepada-Nya. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





