TAHUKAH Kamu bahwa para ulama menjelaskan tentang banyak akhlak mulia sebenarnya merupakan cabang dari kesabaran.
Ketika seseorang mampu menjaga diri dari syahwat yang haram, kesabaran itu disebut ‘iffah. Saat ia berani berdiri di jalan yang benar meski penuh risiko, kesabaran itu bernama syaja’ah atau keberanian.
Baca Juga: Simak Ragam Bahan Herbal untuk Mempercepat Penyembuhan Kista
Macam-macam Tipe Kesabaran
Begitu pula ketika seseorang menahan amarah padahal mampu membalas, itulah hilm, sebuah sifat lembut yang dicintai Allah. Ada juga sa’atu shadr, yaitu kelapangan dada saat menghadapi ujian yang mengguncang hidup. Bukan berarti tidak sedih, melainkan memilih tetap percaya pada hikmah Allah.
Bahkan kemampuan menyimpan rahasia, tidak mengumbar aib orang lain, termasuk bentuk sabar yang disebut kitmanu sirrin. Sementara sikap tidak rakus terhadap gemerlap dunia dinamakan zuhud, dan merasa cukup atas rezeki yang Allah berikan disebut qana’ah.
Semuanya berakar dari satu pohon yang sama: kesabaran.
Mayoritas Akhlak Berasal dari Sabar
Musibah memang menjadi salah satu tempat kita mempraktikkan sabar, tetapi bukan satu-satunya. Setiap hari Allah memberi kesempatan untuk bersabar dalam bentuk yang berbeda-beda. Saat menolak ghibah, saat memaafkan pasangan, saat jujur meski merugikan diri sendiri, hingga ketika tetap bersyukur di tengah rezeki yang sederhana.
Karena itu, sabar bukanlah sikap pasif yang hanya diam menerima keadaan. Sabar adalah kekuatan untuk tetap taat, meninggalkan maksiat, dan bertahan di atas kebenaran. Tak heran jika Imam Ibnu Qudamah menyebut bahwa sebagian besar akhlak keimanan sesungguhnya tercakup dalam kesabaran, meski nama dan bentuknya beragam.
Semoga Allah menghiasi hati kita dengan sabar yang melahirkan ‘iffah, hilm, zuhud, qana’ah, dan seluruh akhlak mulia yang mengantarkan kepada ridha-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menjadi orang yang sabar Insya Allah akan menjadikan kita hamba yang senantiasa mendapat berkah dan kasih sayang dari Allah. Menjadi sabar tidak akan membuatmu kekurangan karena ada Allah yang selalu membimbing akal, lisan, hati, dan perbuatanmu.
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong untukmu. [DW]
Sumber: Ustadz Farid Nu’man Hasan





