UNTA itu hewan padang pasir. Di balik keunikan unta, ada kasih sayang Allah yang sulit dicerna.
Allah subhanahu wata’ala memfasilitasi kehidupan dengan berbagai kemudahan. Termasuk sarana transportasi di padang pasir.
Pada pasir itu merupakan medan hidup yang begitu sulit: kering tanpa air, panas yang bikin cepat haus, dan gersang tanpa tumbuhan.
Pertanyannya, kendaraan apa yang cocok di medan berat seperti padang pasir itu? Jika di zaman saat ini, mungkin jawabannya mudah. Tapi, bagaimana dengan kehidupan berabad-abad lalu, termasuk di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Di masa lalu, hewan menjadi andalan untuk kendaraan. Tapi, hewan apa yang cocok untuk kendaraan padang pasir?
Ternyata, Allah subhanahu wata’ala sudah menyiapkan itu. Yaitu, unta. Jawaban ini terkesan sederhana dan tak ada yang menarik.
Perhatikan keistimewaan unta sehingga cocok untuk kendaraan padang pasir. Unta bisa tahan minum untuk waktu lama.
Tahan minumnya bukan untuk sepuluh jam atau dua puluh jam. Tapi, unta bisa tahan minum selama setengah bulan di musim panas. Dan bisa tahan tidak minum selama 7 bulan di musim dingin.
Bagaimana dengan makannya? Apa juga bisa tahan lama?
Unta bisa tahan tidak makan selama berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan. Hal ini karena Allah sudah menyiapkan cadangan lemak di punuk unta.
Jadi jika perjalanan selama dua pekan tanpa air dan makanan pun, unta tidak masalah. Bayangkan jika tak ada unta.
Karena itu, orang-orang Arab cukup membawa bekal makan dan minum untuk dirinya saja. Tak perlu menyiapkan bekal makanan dan air untuk unta.
Dengan unta, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdakwah, berhijrah, dan juga berjihad. Begitu pun dengan para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
**
Allah subhanahu wata’ala sudah menyiapkan sarana hidup untuk semua makhluk-Nya. Mereka ada sesuai dengan kecocokan alamnya, bukan karena proses evolusi seperti yang dibayangkan kaum anti Tuhan. Melainkan, karena Allah yang menciptakan.
Allah menciptakan siang agar kita bekerja dan malam untuk kita istirahat. Allah juga ciptakan hujan agar benih dan pohon bisa tumbuh di bumi. Allah ciptakan matahari sebagai sumber energi.
Begitu pun dengan kita. Ada yang bisa kita perbuat sesuai dengan kemampuan kita. Dan, ada yang di luar kemampuan kita.
Lakukan yang bisa dilakukan. Jika terasa di luar kemampuan, serahkanlah kepada Allah melalui sikap tawakal yang sempurna. Yakinlah, tak ada solusi yang mustahil untuk Allah. [Mh]



