TANPA kita sadari, telinga kita setiap hari dipenuhi oleh berbagai macam suara. Ada percakapan, musik, berita, hiburan, hingga suara dari berbagai konten yang muncul di media sosial. Semuanya datang silih berganti dan terkadang kita tidak pernah benar-benar memikirkan pengaruhnya terhadap hati.
Padahal, apa yang sering kita dengarkan bisa meninggalkan kesan dalam diri. Sesuatu yang awalnya hanya terdengar sekilas dapat menjadi kebiasaan ketika terus diulang. Karena itu, tidak ada salahnya jika kita sesekali berhenti dan bertanya kepada diri sendiri, sudahkah kita memilih sesuatu yang baik untuk didengarkan?
Baca Juga: Pantai Widarapayung yang Memesona Berada di Cilacap
Menjadikan Al-Qur’an Teman dalam Keseharian
Di tengah kesibukan sehari-hari, kita bisa mulai menyediakan ruang untuk mendengarkan murattal Al-Qur’an. Tidak harus menunggu waktu khusus. Saat sedang memasak, membersihkan rumah, berkendara, beristirahat, atau melakukan pekerjaan ringan, lantunan ayat suci dapat menjadi teman yang menenangkan.
Mendengarkan Al-Qur’an bukan sekadar mengganti suara yang biasa menemani aktivitas kita. Lebih dari itu, ada harapan agar hati perlahan semakin akrab dengan kalam Allah. Terkadang kita mendengar ayat yang sama berkali-kali tanpa memahami sepenuhnya maknanya. Namun, pada suatu waktu, ayat tersebut bisa terasa begitu dekat dengan keadaan yang sedang kita jalani.
Ketika sedang sedih, mungkin ada ayat yang mengingatkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Ketika menghadapi kesulitan, ada ayat yang menumbuhkan kesabaran. Saat hati mulai lalai, ada pula ayat yang mengajak kita kembali mengingat tujuan hidup.
Kebiasaan mendengarkan murattal juga dapat membantu kita menjadi lebih familiar dengan bacaan Al-Qur’an. Dari yang awalnya hanya mendengar, perlahan kita mungkin mulai mengenali ayat, mengikuti bacaannya, bahkan terdorong untuk menghafalnya. Semua itu dapat menjadi langkah kecil untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 204:
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an memiliki kedudukan yang begitu mulia. Maka, mari mulai lebih bijak memilih apa yang kita biarkan memenuhi pendengaran setiap hari.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tidak perlu menunggu diri menjadi sempurna untuk mendekati Al-Qur’an. Justru dengan mendekatinya, kita berharap Allah membimbing hati, memperbaiki akhlak, dan menuntun langkah kita menuju kebaikan.
Semoga Al-Qur’an senantiasa menjadi teman dalam keseharian, penenang ketika hati gelisah, pengingat saat kita lalai, dan cahaya yang menuntun perjalanan hidup hingga akhir. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





