MENGHADAPI anak yang susah makan memang bisa membuat orang tua kehabisan ide. Menu sudah dibuat berganti-ganti, tetapi si kecil terkadang hanya mau makan beberapa suapan atau bahkan menolak sebelum mencicipinya. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah mengubah bahan makanan yang familiar menjadi sajian dengan bentuk, warna, tekstur, dan rasa yang lebih menarik.
Tempe bisa menjadi salah satu bahan yang dikreasikan untuk menu anak. Selain mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau, tempe juga mengandung protein dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa 100 gram tempe mengandung sekitar 20,8 gram protein, selain karbohidrat, lemak, serat, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, serta beberapa vitamin.
Baca Juga: Jejak Jamilah Binti Tsabit, Sahabiyah yang Namanya Diabadikan Rasulullah
5 Kreasi Olahan Tempe yang Bikin Anak Susah Makan Lebih Lahap
Berikut beberapa ide olahan tempe yang bisa dicoba di rumah.
1. Nugget Tempe dan Sayuran
Nugget biasanya menjadi makanan yang disukai anak karena bentuknya menarik dan mudah dimakan sendiri. Tempe dapat dikukus, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan telur serta sayuran seperti wortel atau brokoli yang sudah dicincang halus.
Adonan kemudian dibentuk menggunakan cetakan sederhana, dikukus sampai matang, lalu dipotong kecil-kecil. Untuk anak yang sudah sesuai usianya, nugget dapat dipanggang atau dimasak dengan sedikit minyak hingga bagian luarnya berwarna keemasan.
2. Bola-Bola Tempe Keju
Jika si kecil menyukai makanan dengan rasa gurih, bola-bola tempe bisa menjadi pilihan. Campurkan tempe kukus yang sudah dihaluskan dengan kentang, telur, dan sedikit keju. Bentuk menjadi bola-bola kecil sesuai kemampuan anak mengunyah.
Menu ini dapat dikukus atau dipanggang sehingga tidak harus selalu digoreng. Keju juga memberikan aroma yang lebih menarik sehingga tempe tidak terasa terlalu dominan.
3. Tempe Telur Mini
Tempe juga bisa disulap menjadi telur dadar mini. Hancurkan tempe hingga halus, kemudian campurkan dengan telur dan sayuran cincang. Masak menggunakan cetakan kecil agar bentuknya lebih menarik.
Sajikan dalam ukuran kecil sehingga anak tidak merasa sedang menghadapi makanan dalam porsi besar.
4. Perkedel Tempe dan Kentang
Perpaduan tempe dan kentang dapat menghasilkan tekstur lembut yang lebih mudah diterima anak. Tempe dan kentang yang telah dikukus bisa dihaluskan, kemudian dicampur telur serta sedikit daun bawang.
Bentuk menjadi perkedel kecil dan masak dengan cara dipanggang atau menggunakan sedikit minyak.
5. Pasta Saus Tempe
Tempe tidak harus selalu disajikan sebagai lauk. Tempe yang dikukus dan dihaluskan dapat dicampurkan ke dalam saus pasta bersama tomat dan sayuran yang sudah dimasak hingga lunak.
Cara ini bisa menjadi pilihan bagi anak yang lebih menyukai pasta dibandingkan nasi. Tekstur tempe yang dihaluskan juga membuatnya tidak terlalu terlihat sebagai bahan utama.
Jangan Memaksa Anak Menghabiskan Makanan
Kreasi menu memang penting, tetapi cara orang tua menawarkan makanan juga tidak kalah berpengaruh. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), picky eating cukup umum terjadi pada anak, terutama usia 1-3 tahun. IDAI menyarankan orang tua tidak memaksa atau memarahi anak ketika menolak makanan. Porsi kecil, suasana makan yang menyenangkan, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal makanan baru dapat membantu.
Anak juga tidak selalu langsung menyukai makanan baru setelah satu kali mencoba. CDC menyebutkan bahwa anak dapat membutuhkan beberapa kali paparan sebelum akhirnya mau menerima makanan tertentu. Karena itu, orang tua tidak perlu langsung menyerah ketika si kecil menolak menu berbahan tempe.
Yang terpenting, buat waktu makan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tempe bisa terus diperkenalkan melalui bentuk dan kombinasi berbeda sambil tetap memperhatikan usia, kemampuan mengunyah, alergi, serta tekstur makanan yang aman untuk anak. [DW]




